Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 1 September 2015 | 10:21 WIB
Hide Ads

Muslim Rusia Usul Pemisahan Pantai Pria dan Wanita

Oleh : Teguh Setiawan | Minggu, 7 Juni 2015 | 10:50 WIB

Berita Terkait

Muslim Rusia Usul Pemisahan Pantai Pria dan Wanita
(Foto: worldbulletin)

INILAHCOM. Moskwa -- Komunitas Muslim Moskwa mengajukan usulan agar pemerintah kota mengatur pemisahan pantai untuk pria dan wanita. Komunitas Orthodox, Yahudi, dan Buddha, mendukung.

Usulan diampaikan Albir Krgannov, wakil Direktur Spiritual Muslim Rusia dan anggota Komisi Harmonisasi Hugungan antarkelompok Etnis dan Agama.

Menurutnya, ratusan ribu warga pemeluk agama di Moskwa tidak ingin berenang di pantai yang berisi laki-laki dan perempuan.

Pantai yang dimaksud adalah tempat rekreasi buatan, seperti kolam renang tapi dengan pasir putih di tepinya. Moskwa bukan kota pesisir, tapi terletak jauh dari laut.

"Banyak penduduk Moskwa tidak mampu melakukan perjalanan ke luar negeri untuk melihat pantai sebenarnya," ujar Krganov kepada surat kabar Izvestia.

Pantai-pantai buatan itu jarang dikunjungi laki-laki dan perempuan, karena tidak ada pemisahan menurut jenis kelamin, dengan alasan agama dan moral.

Dalam surat ke pemerintah Moskwa, Krganov menunjukan pemisahan laki-laki dan wanita di kolam renang dan pantai juga terdapat di Turki, Israel, dan Jerman.

Sejauh ini, di Rusia hanya ada satu pantai yang memisahkan laki-laki dan perempuan, yaitu di Kazan -- ibu kota Republik Tatarstan yang mayoritas Muslim.

Menariknya, surat usulan yang disampaikan Krganov ditanda-tangani kepala Gereja Orthodox Rusia Vsevolod Chaplin, presiden Asosiasi Komunitas Yahudi Rusia Alekesy Boroda, dan perwakilan komunitas adat Buddha di Rusia Andrey Balzhirov.

Yuri Barzykin, wakil presiden Uni Industri Wisata Rusia, juga mendukung usulan ini. "Pantai terpisah dapat membantu masyarakat menemukan tempat nyaman untuk diri mereka," ujarnya.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.