Selasa, 01 September 2015 | 10:28:19

Sabtu, 25 Juli 2015 , 08:43:00

twitter
twitter

JAKARTA - Keberadaan peraturan daerah (Perda) mengenai pembatasan pembangunan tempat ibadah di Tolikara dibenarkan Ketua GIDI Papua Lipiyus Biniluk.

Lipiyus Biniluk menegaskan, keberadaan Perda ini didasari dengan adanya otonomi khusus Papua.

"Perda itu ada sesuai dengan local intense yang ada. Dan mereka sudah buat itu," ujar Lipiyus saat bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jakarta (Jumat, 24/7).

Lipiyus menambahkan, jika Perda dalam hal agama mau evaluasi, hal itu harus dilakukan untuk seluruh daerah di Indonesia.

"Jadi semua harus evaluasi bersama. Kalau satu kelompok agama kita lindungi maka itu tak adil karena semua kita rukun di negara ini," tandas Lipiyus. (ian)

 

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
 
        1. 26.07.2015,
          07:39
          moonlight
          Iya memang kalo hendak di evaluasi hrs menyeluruh di wilayah nkri From mobile
        2. 25.07.2015,
          20:52
          haha
          papua orangnya cuma segelintir, gak ada prestasi tapi ngrecoki saja dari dulu. daerah yg byk krstennya pasti rusuh, poso, ambon, papua
        3. 25.07.2015,
          17:18
          Fadtly
          sy setuju dgn ketua GIDI klu mau evaluasi mslh perda agama hrs di evaluasi di seluruh derah ina krn di aceh jg membatasi agama nasrani.
        4. 25.07.2015,
          10:36
          yg mulia rakyat
          Bingung sdri dia cri alasan. Klu minoritas pasti omong pancasila , ham dan toleransi. Klu mayoritas bkin acara penindasan
        5. 25.07.2015,
          10:27
          usman effendi
          GIDI ini adalah kelompok rasialis, tidak cocok hidup di NKRI
        6. 25.07.2015,
          10:24
          yg mulia rakyat
          Bingung sdri dia cri alasan. Klu minoritas pasti omong pancasila , ham dan toleransi. Klu mayoritas bkin acara penindasan, munafik dan sgt kufur