KELANGKAAN DAGING SAPI
Bareskrim Gerebek Perusahaan Penggemukan Sapi, Ini Alasannya

Ilustrasi sapi (JIBI/Harian Jogja/Bisnis Indonesia)Ilustrasi sapi (JIBI/Harian Jogja/Bisnis Indonesia)

Kelangkaan daging sapi meresahkan masyarakat karena membuat harga komoditas itu naik.

Solopos.com, JAKARTA – Aparat Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menggerebek perusahaan penggemukan sapi atau feedloter PT. Brahman Perkasa Sentosa di Jl. Kampung Kelor No. 33, Kecamatan Sepatan, Tangerang, Rabu (12/8/2015).

Kepala Sub Direktorat Industri Perdagangan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Komisaris Besar Pol. Helmy Santika mengatakan penggeledahan dilakukan sejak pukul 15.00 WIB.

“Di TKP ditemukan dari sekitar 3.164 ekor sapi, terdapat 500 ekor sapi yang sudah memenuhi syarat untuk dijual atau dipotong. Namun tidak dilakukan melainkan tetap berada di peternakan,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu malam.

Helmy mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh, sejak sehari sebelum Lebaran hingga saat ini, perusahaan tersebut tidak melakukan kegiatan pelepasan atau penjualan ke rumah potong hewan.

Seusai meninjau lokasi tersebut, penyidik kemudian memasang police line, mengamankan data, dan dokumen terkait keluar masuknya sapi, serta memeriksa saksi dan pemilik. Adapun pemiliknya adalah BH, PH, dan SH yang juga pemilik PT. Tanjung Unggul Mandiri.

Sebagai informasi, saat ini harga daging sapi di pasar Sumatra hingga Jawa Timur dilaporkan mencapai Rp120.000-Rp130.000 per kg.

Pemerintah dan kepolisian menduga lonjakan harga terjadi karena para feedloter menahan pasokan sapi mereka sebagai tindakan memprotes keputusan pemerintah yang membatasi impor sapi bakalan kuartal III/2015 yaitu sebesar 50 ribu ekor.

Salah satu alasan pemerintah menekan kuota impor sapi bakalan kuartal III yaitu sikap importir yang selama ini dinilai tidak kooperatif dalam menjaga laju harga di pasar dengan menahan stok.

Kabareskrim Komjen Pol. Budi Waseso mengatakan pihaknya menyasar perusahaan-perusahaan penggemukan sapi yang diduga terlibat dalam praktik kartel.

“Kita melakukan operasi di tempat-tempat penampungan sapi dari impor dari Australia. Sasaran kita sudah di beberapa tempat dan sudah kita lakukan [penggerebekan] di Tangerang,” kata dia.

Buwas, sapaan akrab Budi biasa disapa, mengatakan perusahaan-perusahaan penggemukan sapi itu diduga melakukan penyimpangan terkait melonjaknya harga dan kelangkaan daging saat ini.

“Kita masih belum tahu persis…, ya tidak menutup kemungkinan ada upaya monopoli ekonomi supaya menahan yang seharusnya dipotong tidak jadi dipotong. Bila ada kelangkaan daging salah satu akibat ini,” kata Buwas.

Editor: | dalam: Hukum |

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris

    No items.

Menarik Juga ¬Ľ