Beranda / Berita / Belaian Selendang Untuk Penyanyi Wanita

Belaian Selendang Untuk Penyanyi Wanita

kasurau – Usai mendengarkan kumandang Adzan zuhur dan dilanjutkan dengan melaksanakan sholat Fardhu, tubuh ini bergegas menyiapkan diri untuk pergi. Dengan semangat yang tinggi maka badan ini bertolak ke Lapangan Imam Bonjol yang berada di balai kota. Di sana sedang berlangsung Kampanye Akbar calon Walikota (Mahyeldi) dan Wakil Walikota (Emzalmi) yang maju dengan NOMOR 10 dalam pemilihan kepala daerah Kota Padang periode 2014-2019.

Hujan menyelimuti perjalanan dari rumah menuju ke lokasi kampanye, namun hal itu tak jadi masalah karena hujan yang turun tidak begitu deras seakan hanya ingin membersihkan debu beterbangan di jalanan.

Mendekati lokasi kampanye, langit yang tadinya ditutupi awan pekat berubah menjadi sangat cerah. Hati ini sangat bahagia melihat panggung yang sudah berdiri dengan begitu gagah pertanda telah tiba di lokasi acara.

Kehadiran ku disana bukan ingin menjadi juru kampanye ataupun pendukung dengan atribut serba Mahyeldi-Emzalmi, melainkan untuk mengetahui apa yang pasangan ini tawarkan untuk Kota Padang. Sekalian ingin melihat Fahri Hamzah yang katanya akan hadir meramaikan kampanye, jujur diri ini penasaran dengan orang yang satu itu yang suaranya begitu keras mengkritik Pemerintah dan KPK dengan berbagai pernyataannya yang nyeleneh namun jika cermati tak ada yang aneh karena dia di Komisi tiga dan memang itulah kerjanya sebagai wakil rakyat yang mengawasi keadilan Hukum dan HAM.

Acara dibuka dengan penampilan tim Nasyid Turfah Voice di panggung sambil menunggu massa yang sedikit-demi sedikit memadati lapangan acara. Beberapa kali salah mengatur nada, buat acapela mereka malah seperti parodi yang memberikan tawa ditengah teriknya suasana.

Mereka kemudian melanjutkan dengan Nasyid “Prahara Jadi Anugerah” yang cukup dikenal dikalangan para Kader dan Simpatisan PKS hingga buat para pendengar yang berlindung di teriknya matahari bersemangat untuk merangsek mendekati panggung utama.

Detik demi detik berlalu hingga lapangan Imam Bonjol penuh dengan para pendukung Mahyeldi-Emzalmi dari berbagai sudut Kota Padang. Cukup terkejut melihat banyaknya massa yang hadir, karena jumlahnya yang tak lagi mampu di hitung mata. Hanya sekedar mengira-ngira namun tetap dirasa jumlahnya berada di angka ribuan hingga puluhan ribu.

Untuk menghibur masyarakat dari berbagai kalangan ini, maka pasangan penyanyi minang Edi Cotok dan Watimono pun turun tangan dengan bernyanyi di atas panggung utama dengan gaya mereka yang memunculkan gelak tawa. Ada hal yang menarik ketika mereka bernyanyi. Watimono yang merupakan penyanyi Minang wanita yang tidak berjilbab cukup kaget ketika datang seorang wanita yang kemudian menyelimuti tubuhnya dengan selendang pada bagian kepala hingga bahunya. Dan yang mengagetkan wanita itu adalah Harneli Bahar, yang merupakan istri dari Mahyeldi, Calon Walikota Padang Nomor 10.

Baca :   Mentri Kehakiman Australia Di Ajari Memukul Bedug Di Masjid Istiqlal

Ribuan pasang mata yang menyaksikan apa yang terjadi dan tidak melihat itu sebagai rekayasa pencitraan yang coba dilakukan oleh isteri calon Walikota Padang, karena tidak ada kamera yang bersiap untuk mengikuti isteri Mahyeldi ini dan hampir semua terkejut dengan spontanitas yang beliau lakukan.

Walalupun pakaian Watimono tidak seperti pakaian penyanyi minang lainnya yang buka-bukaan saat mengisi kampanye lain, tidak nampak wajah kemarahan ataupun wajah kesal dari penyanyi wanita atas apa yang dilakukan kepadanya.

Apa yang dilakukan oleh Harneli Bahar cukup mendidik, tidak hanya bagi penyanyi di atas panggung tapi juga masyarakat yang menyaksikan. Bahwa dalam Kampanye tidak memerlukan perbuatan yang mengarah pada pemanfaatan lekuk-lekuk tubuh wanita dan sebagai masyarakat minang dia seakan ingin menunjukan bagaimana cara menghormati wanita.

Orasi dari berbagai tokoh tua dan muda kemudian berkumandang, isinya tentang alasan mereka mendukung Mahyeldi-Emzalmi. Meski hujan datang tak buat masyarakat berlarian mencari tempat berteduh, tapi tetap dengan semangat mengikuti acara hingga sampai di penghujungnya. Cukup heran melihatnya, entah apa yang buat mereka begitu setia.

Acara pun usai, ternyata Fahri Hamzah tak jadi datang dan digantikan oleh Nasir Jamil yang sama-sama anggota DPR-RI melek Hukum namun punya karakter yang berbeda. Jika di ibaratkan, Fahri Hamzah itu batu bara yang panas dan Nasir Jamil itu air yang sejuk dan mereka berdua adalah tokoh dari PKS yang buat legislatif menjadi hangat.

Tak ada kekecewaan dengan ketidak hadiran Fahri Hamzah, karena pendidikan yang ku dapat cukup indah. Ya, pendidikan yang diperlihatkan oleh Harneli Bahar (Isteri Mahyeldi/ Calon Walikota Padang NOMOR urut Sepuluh) bukan dengan perkataannya namun dengan tindakannya.

Oleh : Burhanizain Fitra


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Ketua TP PKK Padang, Harneli Bahar Bagikan Voucher Belanja Kepada 600 Petugas Kebersihan

KASURAU – Ratusan petugas kebersihan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Padang setidaknya merasa …

Tinggalkan Balasan