Beranda / Uncategorized / Fauzi Bahar Ajak Masyarakat Tidak Memilih Cawako Yang Menolak Berdirinya Rumah Sakit Siloam

Fauzi Bahar Ajak Masyarakat Tidak Memilih Cawako Yang Menolak Berdirinya Rumah Sakit Siloam

kasurau – Setelah dianggap menge­
luarkan kebijakan yang salah oleh tujuh pasangan calon Walikota Padang atas izin pendirian Rumah Sakit (RS) Siloam dan Super Block Lippo Group di Jl. Khtaib Sulaiman, Walikota Padang Fauzi menyerang balik. Ketua DPD PAN Kota Padang itu meminta masyarakat tidak memilih tujuh pasangan Cawako -Cawawko yang menolak RS Siloam.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 7 dari 10 pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Padang menghadiri pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar dan pengurus sejumlah Ormas Islam di Aula Kantor MUI di Kompleks Masjid Nurul Iman Padang, Kamis (24/10). Tujuh pasangan itu menolak pembangunan RS Siloam yang satu kesatuan dengan Superblock LiIppo Group yang terdiri dari sekolah, hotel dan mal. Izin yang dikeluarkan Walikota Padang Fauzi Bahar dianggap bertentangan atau menyalahi Perda No 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Di mana di Perda itu disebutkan bahwa kasawan Jl Khatib Sulaiman dan Jl Sudirman, Padang dikembangkan untuk
perkantoran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar. Bukan untuk kawasan bisnis seperti mal, hotel dan rumah sakit. Tapi nyatanya Fauzi nekad mengeluarkan izin tersebut.Fauzi Bahar mengatakan, orang yang menolak pembangunan Superblock Lippo Group yang terdiri dari RS Siloam, sekolah, mall dan hotel, sama dengan menolak terbukanya lapangan pekerjaan di Kota Padang. Padahal, masyarakat membutuhkan lapangan pekerjaan. Kalau Lippo Group berdiri, 3.000 karyawan akan diserap dan akan mengurangi angka pengangguran. Bila angka pengangguran kecil, maka angka kriminalitas juga kecil, karena sebagian besar orang yang berbuat kriminal, adalah yang
bermasalah dengan mata pencaharian.Hal tersebut dikatakannya di Masjid Taqrib, Kecamatan Padang Selatan, Jumat (25/10), ketika penyerahan bantuan operasional triwulan untuk RT/RW. Lebih lanjut ia mengatakan kepada seratusan masyarakat yang hadir di sana, jika Lippo Group batal berdiri di Padang karena disebabkan penolakan ormas islam dan
sebagian masyarakat, maka 10 tahun lagi belum tentu ada investor sebesar Lippo Group yang mau menanamkan investasinya di Kota Padang.“Para calon walikota yang menolak pembangunan Lippo Group, berarti mereka menutup lapangan pekerjaan di Kota Padang. Dengan apa dibangun Kota Padang ini kalau tidak disertai bantuan
investor. Padahal Lippo Group itu sudah barang jadi. Saya menyarankan kepada masyarakat,
jangan memilih calon walikota yang tidak mendukung terbukanya lapangan pekerjaan di Kota Padang,” tegas Fauzi Bahar.Selain mempertanyakan pernyataan para cawako yang menolak pembangunan Lippo Group, Fauzi Bahar juga mempertanyakan para pemangku
agama, dalam hal ini ulama dan ormas islam.“Saya tidak mengerti, kenapa ormas islam dan ulama menolak Lippo Group, setipis itukah iman
orang Padang bagi mereka? Orang Padang ini, jangankan untuk masuk kristen, dikatakan
kristen saja, mereka akan marah besar. Lagi pula, pembangunan Lippo Group tidak ada hubungannya dengan misi agama. Ini adalah murni untuk memajukan Kota Padang dan
membuka lapangan pekerjaan,” katanya.Dikatakan, orang tidak punya pekerjaan dan jatuh kepada kemiskinan, dikhawatirkan akan
jatuh kepada kekufuran dan kemaksiatan. Pembangunan Lippo Group dianggap Fauzi, salah
satu upayanya selaku Walikota Padang, untuk menjauhkan masyarakat dari kekufuran dan
kemaksiatan. Bagi Fauzi tak mungkin dia mengorbankan masyarakat Kota Padang ke
dalam jurang kemaksiatan atau kristenisasi seperti yang dituduhkan ormas islam dan ulama
tersebut.“Buktinya, selama ini saya membangun program berbasis agama, seperti Asmaul Husna, Subuh Baroqah, Didikan Subuh, memakai jilbab dan memberantas judi togel. Bahkan saya juga membuat peraturan untuk memakai rok panjang bagi siswa perempuan dan celana panjang pagi siswa laki-laki agar mereka mudah salat sepulang atau dalam jam sekolah,” jelas Fauzi Bahar.Tujuh cawako yang menolak pembangunan Lippo Group tersebut adalah Emma Yohanna-Wahyu
Iramana Putra, Ibrahim-Nardi Gusman, Kandris Asrin-Indra Dwipa, Maigus-Armalis, Indra Jaya- Yefri Hendri Darmi, Syamsuar Syam-Mawardi, Mahyeldi-Emzalmi. (haluan)

Baca :   Perpisahan Wakil Walikota Padang berlangsung Sederhana

Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Aksi Rakyat Palestina Selama Ramadhan

serambiMINANG.com – Infopalestina: Bulan Ramadhan adalah Bulan Barokah, begitulah orang umat Islam  menyebutnya. Mereka bergembira …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: