Beranda / Uncategorized / Bercandalah Sewajarnya

Bercandalah Sewajarnya

kasurau – Sebagai manusia biasa, kita pasti suka bercanda. Kadang dengan bercanda, kita dapat mengurangi stress akibat tugas ataupun pekerjaan. Tapi, tahukah kita kalau ternyata bercanda itu ada batasnya?

Ya! Jika kita ingin bercanda, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi ketika kita mengeluarkan candaan kita kepada orang lain. Diantaranya syarat-syaratnya adalah; tidak sampai melukai hati dan perasaan orang lain, tidak meng-ghibah, tidak berlebihan sehingga melalaikan, dan tidak ada indikasi kebohongan dalam setiap kata yang terlontar.
Rasulullah sebagai teladan kita dalam segala hal, telah mencontohkan seperti apa candaan yang baik itu. Ada dua kisah terkenal tentang candaan Rasulullah.
Kisah yang pertama, ketika seorang nenek-nenek bertanya kepada Rasulullah, “wahai Rasulullah, apakah saya akan masuk surge?”.Lalu dengan santai Rasulullah menjawab”tidak”. Nenek itu menangis mendengar jawaban dari Rasulullah. Melihat hal itu, sambil tersenyum beliau berkata, “di surga, tidak ada seorang pun nenek-nenek, tetapi mereka akan menjadi perempuan-perempuan muda yang cantik jelita”. Si nenek pun akhirnya tersenyum bahagia.
Kisah yang kedua, ketika datang seorang sahabiyah kepada Rasulullah dan meminta beliau untuk memberikannya seekor unta yang besar dan kuat untuk dibawa safar. Kemudia Rasulullah meresponnya dengan berkata”nanti saya akan berikan anak unta”. Mendengar itu, sahabiyah tersebut langsung protes “wahai Rasulullah, bagaimana mungkin anak unta yang masih kecil akan membawa barang-barang yang sangat banyak itu?”. Rasulullah tersenyum dan menjawab “bukankah semua unta itu adalah anak dari induknya?”
Begitulah Rasulullah bercanda. Sewajarnya, seadanya, tanpa dusta.
Namun, realita sekarang sungguh jauh berbeda. Kebanyakan orang telah terlalu berlebih-lebihan dalam bercanda. Ada orang-orang yang menjadikan candaan sebagai salah satu program tontonan dilayar televisi yang didalamnya penuh dengan kebohongan, gunjingan, bahkan kata-kata yang tak pantas untuk diucapkan. Ada lagi orang-orang yang kelewatan batas dalam bercanda sehingga menyebabkan kematian. Seperti kisah yang diceritakan oleh Ustadz. Zulfi Akmal dalam akun FB nya:
Seorang pemuda yang baru duduk di tingkat 1 kuliah diberi tugas untuk mengotopsi kelinci. Ia memberi tahu keluarganya kalau ia berniat akan melakukan itu, dan ia berjanji akan melihatkan hasil pekerjaannya setelah selesai nanti.

Baca :   Bunda Paud Provinsi Sumatera Barat Nobatkan Bunda Paud Kota Padang

Sayangnya ia menangkap mimik ketidak sukaan dari saudarinya yang dalam masa menyusui karena baru saja melahirkan. Justru itu, jika ia jadi melakukan otopsi ia berjanji didalam hati akan mencandai kakaknya itu dengan memberikan kejutan berupa kelinci yang sudah dibedah.
 
Dia pulang ke rumah dan langsung menuju ke kamar kakaknya yang masih dalam masa nifas untuk duduk-duduk bersamanya. Dia masuk ke dalam kamar, sementara kelinci yang sudah dibedah ada di tangannya, untuk ia kagetkan kepada kakaknya.
 
Namun ia tidak menemukan kakaknya di kamar. Tapi ia mendengar ada orang di kamar mandi. Dan anak kakaknya yang masih sangat kecil berada di atas ranjang. Langsung saja ia mengambil keponakannya untuk ditimang-timang. Tiba-tiba pikiran nakalnya muncul…..!!!
 
Ia mengambil kelinci yang sudah dibedah dan meletakkannya di atas ranjang ganti dari baby. Tujuannya untuk mengagetkan kakaknya. Ia ambil keponakannya dan ia langsung keluar dari kamar. Hanya berselang beberapa menit, kakaknya keluar dari kamar mandi. Pandangnya langsung tertuju kepada tempat babynya diletakkan.
 
Ia mengira yang berada di atas ranjang itu adalah anaknya dengan anggota tubuh sudah tercabik-cabik. Karena saking kagetnya ia langsung jatuh terkulai. Setelah itu jantungnya tiba-tiba berhenti berdenyut…..dan iapun meninggal seketika.
 
Tragis memang, ia meninggal di sebabkan “canda” dan “iseng” yang kelewat batas.
Kisah diatas haruslah menjadi pengingat untuk kita agar selalu berhati-hati dalam bercanda, tidak berlebihan dan tidak keluar batas wajar, agar tidak ada penyesalan yang terjadi dalam diri kita akibat kelalaian yang berdampak buruk.

Dalam tulisannya Ustadz Zulfi juga mengutip dua hadits Nabi:
Bahwa Rasulullah telah mengingatkan kita: “Tidak halal bagi seorang muslim mengejutkan/membuat cemas seorang muslim lainnya“. Membuat cemas saja hukumnya haram, apalagi kalau kita membunuh saudara kita dengan keisengan. Dan perlu diingat terus, “Sebelum kamu melakukan sesuatu pikirkan dulu akibatnya!!!

So, bercandalah sewajarnya!

(Shabrina/ Kasurau)


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Awas ! Ini Tanda – Tanda Jin Menyukai Anda

SerambiMINANG.com -Jin merupakan mahluk Allah dan mereka juga hampir sama dengan kita walaupun berada di …

Tinggalkan Balasan