Beranda / Uncategorized / Deklarasi Muharram Di MinangKabau Dan Ketegasan Menolak Siloam

Deklarasi Muharram Di MinangKabau Dan Ketegasan Menolak Siloam

kasurau – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat dan puluhan Ormas Islam, perkokoh persatuan ukhwah Islamiyah melalui Deklerasi Muharram yang dideklarasikan, Selasa (5/10) di Masjid Nurul Iman Kota Padang.

Sebelum Deklarasi Muharram, MUI Sumbar melalui Ketua Bidang Fatwa, Gusrizal memberikan keterangan pers dan menjelaskan sikap MUI dan LKAAM Sumbar yang terang-terangan menolak misi kristenisasi atau pemurtatan di Minangkabau ini.

Kemudian, muncul opini yang mengatakan MUI menolak Investasi Super Blok Lippo Grup atau Siloam karena persaingan bisnis. “Perlu kami perjelas dan pertegas kepada umat Islam, bahwa penolakan investasi Super Blok Lippo atau Siloam, murni untuk menegakan Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah. “Khusus penolakan Super Blok Lippo, karena investasi itu tidak murni bisnis, tetapi ada misi kristenisasi atau pemurtattan,” tegas Gusrial.

Berdasarkan data dan fakta, MUI telah mempunyai data tentang James T Riadi yang seorang Avenjelis atau penginjil yang radikal yang punya program membuat sekolah-sekolah terutama di daerah miskin dan kemudian programnya dilanjutkan dengan pembaktisan. “Kini di Sumatera Barat, sudah ada data sebanyak 675 orang Mnang dimurtadkan,” katanya lagi.

MUI Sumbar, kata Gusrial telah berkoordinasi dengan MUI di daerah dan menyimpulkan bahwa Super Blok Lippo atau Siloam, tidak murni bisnis, tetapi ada misi kristenisasi atau pemurtatan di Minangkabau. “MUI dan umat Islam di Minangkabau, tidak mau lagi ada pembangunan Super Blok Lippo dan peletakan batu pertama, sekaligus pelataan batu terakhir,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Masfar Rasyid sebagai Ketua Forum Masyarakat Minang Penolakan Siloam menambahkan, pihaknya telah mengumpulkan data tentang investasi Super Blok Lippo atau Siloam yang merupakan pergerakan kristenisasi dengan berkedok bisnis. “Kami telah meminta kepada Walikota Padang, Dr Fauzi Bahar untuk mengundang Jamaes T Riadi untuk berdialog dengan MUI dan Ormas Islam di Minangkabau, tetapi permintaan kita itu sampai hari ini tak direspon walikota,” kata mantan anggota DPRD Sumbar ini.

Sedangkan adanya Ormas yang berada di belakang investasi Super Blok Lippo itu, kata Masfar, tak ada masalah dan mereka itu dapat rezeki dari persoalan ini. “Kami memang sengaja menahan gejolak ormas Islam untuk tidak melakukan demo besar-besaran atau turun ke jalan. Tujuannya, untuk menghindari bentrok di lapangan. Soalnya, kalau sudah bentrok, sulit untuk menyelesaiakannya dan kami minta actor yang bermain dibelakang ormas itu, untuk berpikiran jernis dan tidak memperalat masyarakat untuk bentrok,” kata Masfar sembari menambahkan, tak akan mampu ormas pendukung Super Blok Lippo itu untuk menghadang Ormas Islam.

Baca :   Penyakit Munafik

Deklerasi Muharram dihadiri oleh, Ormas Panji Alam Minangkabau (PAM), Fron Pembela Islam, Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI), Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau (MTKAAM), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Forum Libas, Paga Nagari Sumbar, Persatuan Walinagari Sumatera Barat (Perwana). Hadir juga dari OKP, KAMI.

Isi Deklerasi Muharram

Dengan semnagat Hijrah Rasulullah SAW, yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan untuk tegaknya syariat Islam di muka bumi ini, maka kami masyarakat Minangkabau bersumpah “Demi Allah” akan menghadang segala usaha pemurtadan di Ranah Minang, serta apa pun bentuk penodaan terhadap syaraiat Islam yang menjadi landasan adat kami, walaupun harus menghabiskan seluruh harta, raga bahkan nyawa sekalipun” Tabujulalu, tabalintangf patah.”

Semua itu kami lakukan, Lillahitaala untuk mengujudkan Minangkabau yang berada dalam pertunjuk Al-Quran dan Sunnah Rasululllah SAW, maka untuk tujuan itu pula kami akan mempertahankan, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Syarak mangato, Adat Memakai dan Kami tidak akan bakhil mengorbankan darah sekalipun “Patah Sayok Batungkek Paruh”

Dengan bertawaqal kepada Allah Subhanawataala dan yakin dengan janjinya: (terjemahan ayat); Dan katakanlah telah datang kebenaran dan niscaya lenyaplah kebathilan, sesungguhnya kebathilan itu pasti lenyap. (Al-Quran-Al-Israj ayat 81).

Kami akan setia mempertahankan panji-panji Tauhid di Ranah Minang dengan berbekalkan kalimat “Lailahailalalah, Muhammad Rasulullah” dan Kumandang takbir Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar. (padangpos)


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Aksi Rakyat Palestina Selama Ramadhan

serambiMINANG.com – Infopalestina: Bulan Ramadhan adalah Bulan Barokah, begitulah orang umat Islam  menyebutnya. Mereka bergembira …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: