Beranda / Uncategorized / HOMEOSTASIS VS HIJRAH

HOMEOSTASIS VS HIJRAH

kasurau – Homeostasis merupakan sebuah konsep yang sering muncul dalam istilah biologi. Homeostasis merupakan proses otolisis di dalam tubuh kita yang mengatur kesetimbangan tubuh. Tubuh kita cenderung menjaga titik keseimbangan tersebut. Ketika terjadi perubahan hormonal atau gangguan secara fisik, maka secara otomatis sistem kesetimbangan di dalam tubuh kita pun ikut bergerak dan berubah menuju titik kesetimbangan baru. Misalnya jika suhu di sekitar kita panas, maka tubuh akan mengeluarkan keringat agar suhu badan menyesuaikan agar tercapai titik keseimbangan suhu tubuh.

Konsep ini kemudian juga diadopsi oleh dunia psikologi. Ketika kita menjelaskan tentang comfort zone (zona nyaman), yakni sebuah keadaan yang nyaman bagi mental dan fikiran kita. Homeostasis merupakan kecenderungan agar kita tetap berada di posisi yang sama, dan membawa diri kita ke arah zona nyaman. Zona nyaman ini akan membuat diri kita merasa aman dan nyaman jika berada dalam keadaan tersebut. Misalnya, ketika menyikapi sebuah perubahan. Perubahan bukanlah sesuatu yang menyenangkan bagi fikiran kita, bahkan seringkali kita curiga dengan perubahan yang terjadi di dalam fikiran kita.

Homeostasis ini menyebabkan seseorang menjadi susah untuk berubah. Ada yang beranggapan bahwa perubahan akan membuat mereka menderita dan menyakitkan. Namun banyak juga orang yang sudah mengerti bahwa dia harus berubah, bila dia tidak berubah, maka dia akan menderita, namun dia tidak kunjung berubah juga karena perubahan berada dalam zona ketidaknyamanan seseorang. Perubahan merupakan zona tidak nyaman bagi kebanyakan. Zona nyaman adalah apa yang sekarang biasa kita lakukan. Bagi seorang guru, zona nyamannya adalah cara mengajar dan cara menghadapi siswa, bagi seorang pekerja, zona nyamannya adalah bekerja setiap hari dan menerima upah/gaji pada setiap awal bulan/akhir bulan, bagi orang tua, zona nyamannya adalah pola asuh yang selama ini dia lakukan.

Jika kita membicarakan zona nyaman dan zona tidak nyaman, bukanlah seperti zona baik dan zona buruk karena ada juga zona yang kalau kita masuk ke area tersebut malahan akan membuat kehidupan kita menjadi hancur. Contohnya zona memakai narkoba atau melakukan perbuatan yang tercela. Bagi kita, melakukan perbuatan yang tercela merupakan zona yang tidak nyaman. Misalnya, kita akan merasa ketakutan atautidak nyaman bila kita ingin melakukan pencurian. Keringat akan mengalir, jantung akan berdebar lebih kencang jika mengerjakan perbuatan ini. Kita akan menunggu kesempatan orang lain lengah. Kita takut ketahuan. Ini merupakan zona yang tidak nyaman bagi kita, sehingga kita tidak harus berpindah ke zona ini.

Baca :   Bantuan Arab Saudi Belum Ada Kejelasan, Turki Bantu Masjid Raya Sumbar 10 Miliar

Berbeda dengan konsep homeostasis tadi, konsep hijrah, berpindah, dari suatu tempat ke tempat yang lain merupakan sebuah konsep yang diajarkan dalam perubahan mental islami. Banyak kalangan yang telah membahas tentang makna berpindah ini. Konsep dari gelap menuju terang.

Kita juga melihat secara sosiologis, suatu kaum atau suku bangsa yang hijrah (baca: merantau), merupakan bangsa-bangsa yang survive dan lebih maju secara ekonomi dan teknologi. Kita bisa melihat contoh-contoh seperti bangsa amerika, yahudi, china, jepang, merupakan bangsa-bangsa yang melakukan perjalanan hijrah secara fisik ke negeri lain yang jauh dari kampung halaman mereka. Bangsa Amerika merupakan suku bangsa dari Eropa yang hijrah ke benua Amerika; etnis China menguasai hampir sebagian besar ekonomi negera-negara di asia tenggara demikian juga jepang yang telah lama berpindah ke negara-negara amerika latin.

Dalam dunia permotivasian, perubahan ini merubahan salah satu hal pokok yang diajarkan dan didorong agar orang-orang berani melakukannya. Sehingga konsep meninggalkan zona nyaman lama menuju zona nyaman yang baru merupakan inti dari dunia permotivasian. Sehingga orang-orang yang sering hijrah, meninggalkan homestasis di dalam dirinya merupakan orang-orang yang lebih fleksibel sehingga akan lebih survive dalam kehidupan.

Perubahan adalah sesuatu yang harus kita lakukan dalam hidup. Perubahan ke arah kebaikan. Perubahan melawan homeostasis di dalam diri kita. Bagi anak didik, belajar pada awalnya merupakan zona yang tidak nyaman, demikian juga dengan guru. Bagi guru mengajar pada pertama sekali merupakan zona yang tidak nyaman. Ketika hal ini dilakukan berulang-ulang akhirnya tercapailah kesetimbangan yang baru, dan akhirnya kita menjadi terbiasa dan malas untuk berubah. Pada keadaan inilah kita harus bersiap untuk melakukan perubahan, walaupun hal itu tidak menyenangkan.

….Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu…. (QS. Al Baqarah : 216)

Orang-orang yang mencerahkan memiliki zona nyaman dan zona tidak nyaman yang hampir berhimpitan. Mereka akan mudah sekali melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik. Mereka bisa belajar dengan cepat dan mampu beradaptasi terhadap perubahan dengan cepat pula. Tentunya perubahan ke arah yang lebih baik. Ayo berhijrah meninggalkan homeostasis yang tidak membangkitkan. Bangkitlah dan berpindah/hijrah lah menuju perubahan dan cahaya. Selamat Tahun Baru 1435 H.

Oleh : Zulfiandri


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Awas ! Ini Tanda – Tanda Jin Menyukai Anda

SerambiMINANG.com -Jin merupakan mahluk Allah dan mereka juga hampir sama dengan kita walaupun berada di …

Tinggalkan Balasan