Beranda / Uncategorized / Ketua PPM Padang : Penolakan Siloam Tidak Logis

Ketua PPM Padang : Penolakan Siloam Tidak Logis

kasurau – Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Padang, Yudha Putra menyayangkan sikap sejumlah pihak yang menolak pembangunan Rumah Sakit Siloam.

“Alasan penolakan itu tidak logis, masa hanya karena dugaan kristenisasi yang tidak jelas, investasi yang bernilai positif di daerah kita harus ditolak,” ujar Yudha kepada Singgalang, Senin (19/8).

Dikatakannya, sebelum masuknya Grup Lippo ke Sumbar telah ada komunitas non muslim lain yang membangun fasilitas umum. Sebut saja Rumah Sakit Yos Sudarso. Namun apa yang dikhawatirkan sejumlah pihak tersebut tidak terjadi.

Begitu pun dengan sekolah seperti Don Bosco. Di sekolah swasta itu malah banyak anak-anak muslim yang menuntut ilmu. Di dua fasilitas tersebut pun tidak ada apa yang dituduhkan bagi investor non muslim tersebut.
“Ketika investor masuk. Dari mana pun mereka pasti akan kita awasi. Begitu juga dengan Grup Lippo. Jika terjadi hal yang dituduhkan itu, pasti kita semua bisa menuntut pihak Grup Lippo,” ujarnya.

Kehadiran grup raksasa tersebut dalam pandangannya akan membawa dampak positif bagi Kota Padang. Sebab dibukanya berbagai lapangan kerja. Apalagi saat ini jumlah pengangguran sangat tinggi, kondisi itu bisa memicu tindak kriminal. Kehadiran Grup Lippo setidaknya meminimalisir pengangguran dan kriminalitas.

Baca :   DPRD Padang, Mengingat Dikau Hati Ku Menangis, PKS, Perjuanganmu Bagai Setitik Embun Di Padang Pasir

“Kenapa harus pembangunan berbagai fasilitas dari Grup Lippo yang dihebohkan oleh sebagian ulama kita? Termasuk MUI, ormas-ormas Islam. Harusnya mereka mem bahas permasalahan yang jelas di depan mata. Sebut saja tenda ceper di sepanjang Pantai Padang dan warung-warung liar di Bungus,” tegas Yudha.

Permasalahan di atas telah berlangsung sejak lama, namun hingga detik ini tidak ada aksi yang tegas dari MUI dan ormas Islam.

“Tenda ceper dan warung liar di Bungus sangat meresahkan masyarakat. Pemko sudah berulang kali memberantasnya. Tapi ke mana MUI dan ormas Islam kita?” tanya Yudha lebih jauh.

Ulama, para ninik mamak, bundo kanduang, ormas Islam sangat bertanggung jawab atas hal tersebut. Tanpa arahan dan bimbingan, pengawasan semua pihak terkait, moral generasi muda daerah ini akan rusak. Sebab terjadinya pembiaran hal-hal yang merusak jiwa mereka sejak lama.(hariansinggalang)


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Aksi Rakyat Palestina Selama Ramadhan

serambiMINANG.com – Infopalestina: Bulan Ramadhan adalah Bulan Barokah, begitulah orang umat Islam  menyebutnya. Mereka bergembira …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: