Beranda / Uncategorized / Wasiat Hasan Al Banna

Wasiat Hasan Al Banna

Hasan Al Banna (Kiri) dan Agus Salim

kasurau – Wahai segenap akrivis Ikhwanul Muslimin, dengarlah!
Dengan kata-kata ini saya ingin meletakkan fikrah di depan penglihatan kalian. Barangkali akan terjadi saat-saat sulit yang memisahkan saya dengan kalian semua, sehingga saya tidak dapat lagi berbincang-bincang atau menulis untuk kalian. Saya pesankan kepada kalian hendaknya merenungkan kata-kata saya. Jika memungkinkan hendaknya dihafal, dan agar kalian mau berkumpul (bersatu) dengan kalimat ini. Sesungguhnya dibalik setiap kata itu terdapat berbagai macam makna.

Wahai Ikhwan! Kalian bukanlah perkumpulan sosisal, bukan partai politik, dan bukan pula sebuah organisasi temporer yang berorientasi untuk mencapai tujuan-tujuan sempit (terbatas). Namun, kalian adalah RUH BARU yang mengalir di hati umat ini, maka ia pun akan menghidupkannya dengan Al Quran. Kalian adalah CAHAYA BARU yang tengah merekah. Cahaya itulah yang menyingkap tabir kegelapan materialisme dan menggantikannya dengan ma’rifatullah. Kalian adalah suara yang melengking tinggi dan senantiasa menyenandungkan dakwah Rasulullah saw. Tidaklah berlebihan jika kalian merasa bahwa kalian telah memikul amanah dakwah ini setelah semua orang tidak sudi melakukannya.

Jika kalian ditanya, “Kemana kalian mengajak (berdakwah)?” Katakanlah: “kami mengajak kepada Islam yang dibawa oleh Muhammad saw. Dan pemerintahan adalah bagian dari Islam itu, dan kemerdekaan adalah salah satu kewajiban dari sekian banyak kewajibannya.” Jika dikatakan kepada kalian bahwa pernyataan ini berbau politik, maka katakanlah: “Inilah dia Islam, kami tidak mengenal pemilahan-pemilahan yang parsial itu.”

Baca :   Anis Matta : PKS Tetap Partai Islam

Jika dikatakan kepada kalian, “Kalian adalah para penyeru revolusi,” maka katakanlah, “Kami penyeru kebenaran dan perdamaian. Kami yakin dengan kebenaran dan perdamaian tersebut dan kami bangga dengannya. Jika kalian menyatakan perlawanan kepada kami dan menghalangi jalan kami, maka Allah telah mengizinkan kami untuk membela diri. Dan kalianlah yang sebenarnya pemberontak yang zhalim.”

Dan jika dikatakan kepada kalian,”Kalian menggunakan para tokoh dan lembaga untuk dakwah kalian,” maka katakanlah: “Kami beriman kepada Allah saja dan kami berlepas diri dari segala apa yang telah dipersekutukan.”Jika mereka terus saja dengan permusuhannya kepada kalian, maka katakanlah: “Assalaamu’alaikum, kami tidak mengharapkan orang-orang yang jahil.” (QS. Al Qashash: 55)

*) Disalin ulang oleh Ustadz Irsyad Syafar, Lc, M.Ed


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Jangan Sampai Hilang, Pewarisan Tarbiyah

serambiminang.com – Usia perjalanan dakwah tarbiyah di Indonesia boleh dikatakan tidak lagi muda. Dimulai pada …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: