Beranda / Uncategorized / Anak Kecil dan Rel Kereta

Anak Kecil dan Rel Kereta

KASURAU – Andaikan ada dua kelompok anak-anak bermain dekat pembelokan rel kereta api. Salah satu jalurnya masih berfungsi, dan yang satunya lagi sudah tidak digunakan. Pada bagian yang sudah tidak digunakan hanya ada satu orang anak yang bermain di sana. Dan ada sejumlah anak-anak bermain pada jalur yang masih aktif. Sementara Anda berdiri tepat pada posisi rel kereta api yang bisa memindahkan jalur perjalanan kereta api.

Pada saat itu Anda tiba-tiba melihat ada kereta api yang datang, sedangkan anak-anak lagi asyik bermain di atas rel. Sepertinya mereka tidak menyadari kedatangan kereta yang cukup kencang. Anda tidak punya kesempatan kecuali hanya beberapa detik.

Apakah tindakan yang akan Anda ambil saat itu? Ke arah mana kira-kira Anda akan mengarahkan jalannya kereta api?

Kalau Anda biarkan kereta api berjalan apa adanya, besar kemungkinan akan menabrak sekelompok anak-anak. Bila Anda rubah arahnya ke arah rel yang sudah tidak difungsikan maka kereta api akan melabrak satu orang anak saja. Yang manakah di antara dua pilihan itu yang akan Anda ambil?

Apa kira-kira hasil yang akan muncul dengan pilihan tersebut?

Mari kita coba bahas pilihan-pilihan ini………..!!!

Sebagian besar di antara kita barangkali akan memandang; mengorbankan satu orang anak demi menyelamatkan sekelompok anak-anak. Inilah perkiraan minimal yang akan diambil dari sudut perasaan.

Apakah Anda setuju dengan pilihan itu? Apakah itu merupakan pilihan yang benar?

Apakah kita ada yang berpikiran, kalau anak yang bermain di rel kereta api yang sudah tidak digunakan, sengaja bermain di sana dengan tujuan menghindarkan diri dari bahaya kereta api?

Oleh karena itu, apakah dia pantas dikorbankan demi menghindarkan kematian bagi sekelompok anak-anak yang lain, yang mereka tidak peduli dengan keselamatan dan tetap bermain di rel kereta api yang aktif berfungsi?

Beginilah barangkali cara pikir yang menguasai kebanyakan masyarakat kita setiap hari dalam bekerja, bahkan sampai kepada level pengambilan-pengambilan keputusan besar dalam masalah politik.

Mengorbankan kepentingan minoritas demi kepentingan mayoritas tanpa mempedulikan hakikat keputusan bagi kelompok mayoritas. Sekalipun sebenarnya mayoritas ini pada posisi kebodohan dan bukan pada pihak yang benar. Sementara yang minoritas dalam pihak yang benar dan berhak.

Baca :   Agar Tetap Bercahaya di Tengah Gelap

Dari hal ini kita bisa memutuskan bahwa tindakan yang tepat adalah membiarkan kereta api berjalan pada posisi apa adanya, tanpa membelokkan ke rel yang sudah tidak berfungsi sekalipun akan menimbulkan banyak korban.

Pilihan itu ada beberapa sebab:

1. Anak-anak yang lagi bermain di rel kereta api yang masih berfungsi akan tahu kedatangan kereta api, dan mereka akan segera kabur ketika mendengar suara kereta api.

2. Andaikan arah perjalanan kereta api betul-betul dibelokkan, maka satu orang anak yang lagi bermain di rel yang tidak digunakan bisa dipastikan akan tewas. Karena dia tidak akan bergerak dari tempatnya ketika mendengar suara kereta api. Sebab dia yakin kalau kereta api tidak akan berjalan di jalur yang dia pakai untuk bermain sebagaimana biasanya.

3. Lebih dari itu, boleh jadi rel kereta api yang tidak berfungsi ditinggalkan karena sudah tidak layak lagi digunakan dan tidak aman untuk perjalanan. Dan perubahan jalan kereta api ke arah ini bukan saja akan membinasakan satu orang anak, bahkan mungkin akan mengakibatkan celakanya penumpang kereta api. Niat semula ingin menyelamatkan nyawa sekelompok anak-anak, malah berubah persoalannya menjadi kematian ratusan dari penumpang, di samping pasti tewasnya satu orang anak.

Bersamaan dengan itu kita tahu bahwa kehidupan kita ini penuh dengan pilihan-pilihan yang susah. Yang mewajibkan kita untuk mengambilnya. Akan tetapi kadang-kadang kita tidak menyadari bahwa keputusan yang tergesa-gesa biasanya tidak benar.

Perlu diingat……

“Setiap yang benar belum tentu tersebar luas, dan setiap yang tersebar luas itu belum tentu benar”.

Allah berfirman:

(وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللهِ)

“Dan jika kamu mematuhi kebanyak orang yang ada di bumi, mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah”. (Al An’am: 116)

“Katakanlah: Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu…” (Al Maidah: 100)

Semoga ada manfaatnya.

By. Ust. Zulfi Akmal, MA.


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Awas ! Ini Tanda – Tanda Jin Menyukai Anda

SerambiMINANG.com -Jin merupakan mahluk Allah dan mereka juga hampir sama dengan kita walaupun berada di …

Tinggalkan Balasan