Beranda / Uncategorized / Bisik (an) yang Busuk

Bisik (an) yang Busuk

KASURAU – Ketika mayoritas para sahabat Rasulullah saw sudah berhijrah ke Madinah, dan yang tersisa di Makkah hanyalah Rasulullah saw dan beberapa sahabat dan kaum dhuafa dari perempuan dan budak, maka Quraisy merasa situasi sudah sangat genting. Peradaban Islam sebagai agama baru akan tegak di Madinah. Dan itu sangat mengancam eksistensi kaum kuffar di Makkah. Mereka segera bermusyawarah untuk mengambil keputusan final dan langkah strategis tentang penyikapan terhadap Muhammad.

Berkumpullah petinggi-petinggi Quraisy di Darun Nadwah pada hari kamis 26 Shafar tahun ke 14 kenabian. Hadir disana Abu Jahal bin Hisyam, Jubair bin Muth’im, Thu’aimah bin ‘Ady, Syaibah bin Rabi’ah, Abu Sofyan, An Nadhr bin Al Harits, Abul Bukhtury, Umayyah bin Khalaf dan dedengkot-dedengkot Quraisy lainnya. Di saat mereka telah berkumpul, hadir pula iblis ke dalam pertemuan itu dalam bentuk seorang syekh terhormat yang mengaku datang dari Najed, ingin ikut serta menyumbangkan ide, nasehat dan pikirannya.

Mulailah diskusi dan ide-ide bermunculan dalam rapat tersebut.
Abul Aswad memberikan usul: “Kita usir saja Muhammad itu dari negeri kita ini. Tidak usah peduli kemana dia pergi. Dengan demikian kita terbebas dari dia…”.

Syekh dari Najed (iblis) mengomentari: “Demi Allah ini bukanlah ide yang bagus. Tidakkah kalian saksikan dia (Muhammad) bagus pembicaraannya, cemerlang logikanya, dan mampu menundukkan hati banyak orang? . Demi Allah, kalau kalian lakukan ini, niscaya dia akan masuk ke negeri lain. Lalu setelah dia mempunyai pengikut yang banyak di negeri tersebut, dia akan datang menyerang dan menjajah kalian disini. Carilah ide yang lain.”

Abul Bukhtury mengemukakan idenya: “Kita penjara saja dia dengan kerangkeng dari besi, lalu kita kurung, kemudian kita biarkan dia sampai mati, seperti para pujangga-pujangga terdahulu yang telah kita penjara.”

Syekh dari Najed mengomentari: “Tidak, demi Allah ini bukanlah pendapat yang bagus. Demi Allah, jika kalian penjara dia, maka ajarannya akan tetap tersebar oleh para pengikutnya. Lalu nanti ketika mereka telah banyak, mereka akan datang membebaskannya dari kalian… carilah pendapat yang lain!”.

Lalu datang ide terakhir dari dari orang nomor satu kafir Quraisy, yaitu Abu Jahal: “Demi Allah aku punya ide yang belum pernah kalian pikirkan. Menurutku, kita utus satu orang pemuda gagah dan pemberani dari setiap qabilah. Masing-masing mereka menghunus pedangnya, lalu serentak semuanya membunuh Muhammad. Sehingga amanlah kita semua darinya. Dan darahnya berserakan di seluruh qabilah, pastilah Bani Abdi Manaf (qabilahnya Rasulullah) takkan mampu menuntut balas kematian itu kepada semua qabilah…”

Syekh Najed langsung merespon usulan ini dan berkata: “Inilah ide yang cemerlang dan yang sebenarnya ide. Menurut saya tidak ada ide yang lebih baik dari ini…”

Baca :   Perjalanan Ustadz Irsyad Syafar Berdakwah Ke Jepang 4

Maka sepakatlah semua kafir Qureisy dengan ide cemerlang Abu Jahal tersebut yang sebenarnya merupakan hasil dari giringan iblis ke arah itu. Dan merekapun mengksekusi langsung ide tersebut satu hari setelah keputusan diambil.

Begitulah selalu kekuatan batil dalam menghadapi dan menghabiskan kekuatan Al Haq. Bila kebatilan dan pengusungnya berada dalam posisi kuat dan menentukan kebijakan, mereka akan melakukan segala tindakan yang busuk dan biadab dalam memadamkan kebenaran dan simbol-simbol serta tokoh-tokohnya. Tak tanggung-tanggung, menyiksa, meracuni, menfitnah dengan keji, bahkan sampai membunuh, menggantung, dan membantai pasti akan mereka lakukan. Tak peduli kalaupun harus satu, dua bahkan ribuan nyawa melayang untuk tujuan mereka. Dan mereka akan bungkus semua tindakan itu dengan aturan, rekayasa, tuduhan, fitnahan dan segala yang dapat dirasionalkan kepada publik untuk direalisasikan.

Iblis dan kaki tangannya akan membisikkan ide terpahit, terburuk dan terbusuk yang akan diberlakukan kepada pejuang kebenaran.

Rasulullah saw telah mengalaminya. Dituduh gila, tukang sihir, pembohong, dicaci, difitnah dan sampai kepada pemecah-belah kesatuan kota Mekkah. Lalu mendapat vonis hukuman mati. Begitulah juga para ulama dan pejuang Islam setelah Beliau. Bila dalam posisi lemah, mereka akan ditangkap dan dipenjara. Lalu dibunuh atau digantung dengan berbagai tuduhan dan vonis.

Begitu juga Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu Taimiyah, Umar Mukhtar, Sayyid Quthb, Abdul Qadir Audah dan para pengikut mereka yang setia. Semua telah menjadi sasaran kebusukan ahlu batil. Hal yang sama akan dan telah dialami oleh Dr Mursi, Ust Muhammad Badi’, Ust Khairat Syathir dan puluhan ribu muslimin di Mesir. Bahkan Istri Presiden Mursi telah ditangkap dan diseret kepengadilan dengan status tersangka teroris. Jangan dikira ini merupakan langkah terakhir mereka. Mereka baru akan puas bila telah mengeksekusi mati semua tokoh-tokoh tesebut, satu persatu.

Hampir mirip dengan yang diperbuat oleh Amerika terhadap Afghanistan dan Irak serta para ulama di Pakistan. Diperbuat Rusia terhadap Cechnya, diperbuat Basyar Asad terhadap kaum Sunni di Suriah, diperbuat India terhadap Kashmir serta negeri-negeri Islam lainnya. Dengan cara, gaya, nuansa dan cita rasa yang mungkin berbeda. Tapi pada intinya “mereka ingin memadamkan cahaya Allah di muka bumi ini….”.

Karena itu, semua pejuang kebenaran mesti meyiapkan diri dan mental. Selama masih lemah dan belum menjadi kekuatan yang menentukan, akan melewati (atau mungkin mengalami) hal yang sama. Iblis dan kaki-tangannya akan membisikkan yang terbusuk kepada para eksekutor lapangan untuk menghabisi ashaabul haq. Sebelum engkau bergelar syuhada… tetaplah bertahan… dan bersiap siagalah…

Oleh: Ust. Irsyad Syafar, MA. 


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Inilah 6 Jenis Haji Selain Haji Mambrur Yang Banyak Terjadi Dilapangan

Rasulullah saw bersabda: العمرة إلى العمرة كفارة ما بينهما، والحج المبرور ليس له جزاء إلا …

Tinggalkan Balasan