Beranda / Uncategorized / Ironisme Kekerasan Dan Kezaliman

Ironisme Kekerasan Dan Kezaliman

KASURAU – ”Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat. Dan Allah melarang dari perbuatan keji, Kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada kamu agar kamu dapal mengambil pelajaran, “(QS an-Nahl: 90)

Secara tersirat al-Qur’an dan Hadis banyak memuat perintah untuk menegakkan keadilan dan mem-berantas kezaliman. Islam menghendaki agar setiap orang mendapatkan hak-haknya sebagai manusia, juga terpenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya. Dalam konteks kehi-dupan, ia harus terjamin keselamatan aga-manya, jiwa raga, kehormatannya, keselamatan akalnya, harta benda dan nasab keturunannya. Sarana pokok yang menjamin terlaksananya hal-hal tersebut adalah tegaknya keadilan dan hilangnya kezaliman dalam tatanan kehidupan masyarakat.

Ayat diatas mengemukakan tentang tiga perintah utama yang harus ditegakkan jika kita ingin membangun kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara secara baik. Hal tersebut diwujudkan dalam sikap berlaku adil, ihsan dan memperkuat hubungan persaudaraan. Di samping itu, ada tiga perbuatan buruk yang harus dijauhi karena akan menghancurkan tatanan kehidupan sosial, yaitu fahsya (perbuatan keji), munkar dan kezaliman.

Abdullah bin Mas’ud ketika menafsirkan ayat tersebut menyatakan, di dalamnya tercakup semua perintah dan larangan dalam Islam. Semua perbuatan baik yang diperintahkan pada dasarnya kembali pada tiga hal tersebut. Demikian pula semua yang dilarang kembali kepada tiga perbuatan merusak tersebut (Shafwah at-Tafasir 11/139).

Betapa pentingnya usaha menegakkan keadilan dan memberantas kezaliman dalam kehidupan, sehingga dike-mukakan dalam oleh Allah SWT (QS al-Hadid: 25) bahwa tidaklah diutus para Rasul dan tidak pula diturunkan kitab-kitab kepada mereka melainkan untuk menegakkan keadilan dalam kehidupan umat manusia. Diungkapkan pula bahwa kehancuran dan kebinasaan yang menimpa suatu umat dan bangsa adalah akibat dari ketidak-adilan (kezaliman) yang mereka lakukan (QS. Yunus : 13 dan (QS. an-NamI: 52), apalagi kezaliman yang dilakukan oleh para pengua-sa terhadap rakyatnya (QS al-lsra: 16).

Di negara Republik Indonesia yang sama-sama kita cintai ini, hampir tiap hari ditemukan berbagai kasus kekerasan dan kezaliman, baikyang dilakukan oleh sebagian penguasa kepada rakyatnya (kezaliman yang bersifatvertikal) maupun yang dilakukan antar sesama anggota masyarakat (kezaliman yang bersifat horizontal). Para aktivis masjid yang diduga terkait dengan kegiatan teroris-me, langsung diciduk petugas tanpa prose-dur yang menggambarkan keadilan. Apalagi ternyata banyak di antara mereka yang dilepaskan kembali karena dianggap tidak bersalah (tanpa ada pernyataan resmi petu gas yang merehabilitasi nama baik mereka).

Baca :   Gubernur Sumatera Barat Buka Musabaqah Qaira'atil Kutub

Rakyat kecil banyak yang menangis meneteskan air matanya saat mereka me-nyaksikan tempat tinggal mereka digusur oleh para petugas, dengan dalih penertiban dan keindahan kota, tanpa ada ganti rugi yang wajar dan memadai. Para pegawai dari berbagai departemen hampir setiap hari berdemonstrasi dengan jumlah besar, karena merasa dizalimi oleh pimpinan mereka maupun oleh pemerintah. Pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa uang pesangon yang adil dan wajar sering terjadi di mana-mana. Yangjadi korban lagi-lagi para pegawai kecil.

Ironisnya, proyek-proyek mercusuar seperti pembangunan monumen, dengan menghabiskan dana miliaran rupiah mulai mencuat kembali dan didukung sepenuh-nya oleh para penguasa, dengan alasan melestarikan nilai-nilai sejarah dan buda-ya. Pemilihan kepala daerah di berbagai tempat ditengarai pula menjalankan praktik kotor money politics yang meng-hambur-hamburkan uang dalam jumlah yang sangat besar.

Kini terdapat pula rencana dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang memberi pembebasan dari jerat hukum (release and discharge) terhadap sejumlah pengutang kelas kakap, padahal negara dirugikan ratusan triliyun rupiah. Sementara itu, kalangan usaha kecil dan menengah (UKM) yang bernasib sama, yang memiliki pinjaman dalam jumlah kecil, jauh dari perlakuan istimewa tersebut.

Sementara itu kekerasan yang bersifat horizontal semakin tumbuh dan berkem-bang. Dengan dalih pembinaan disiplin, para mahasiswa senior di sebuah pergu-ruan tinggi menganiaya adik kelasnya sampai meninggal dunia. Dengan alasan yang tidak jelas, para pelajar suatu sekolah menyerang dan menghabisi nyawa rekan-rekannya yang berasal dari sekolah lain.

Jika hal ini tidak segera ditangani dengan sungguh-sungguh oleh semua pihak secara bersama-sama, maka kehancuran total masyarakat dan bangsa kita tinggal menunggu waktu. Allah SWT berfirman, “Dan jika Kami hendak membi-nasakan suatu negeri, maka Kami perintah-kan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu dengan sehancur-hancumya. Dan betapa banyak kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya,” (QS al-lsraa : 16-17). Wallahu-a’lam.

KH. Didin Hafidhuddin


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Awas ! Ini Tanda – Tanda Jin Menyukai Anda

SerambiMINANG.com -Jin merupakan mahluk Allah dan mereka juga hampir sama dengan kita walaupun berada di …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: