Beranda / Uncategorized / Mencari Sesosok Lelaki

Mencari Sesosok Lelaki

kasurau – Dimanalah kan kita dapati sesosok lelaki itu. Sosok yang bersahaja, berwibawa, dan mau bekerja. Sungguh langka sosok itu kini. Seakan kita mencari mutiara di luasnya samudera. Mengapa sebegitu sulit? Kurasa karena kebanyakan mereka sudah jauh dari Tuhan-Nya.

Teringat belum lama ini Presiden mengunjungi kota kami. Semua masyarakat bersiap untuk menyambut dengan sebaik-baik sambutan. Ya, dengan cara menutup “lubang-lubang” yang ada di kota ini. Salah satu contohnya adalah ketidakbiasaan polisi lalu-lintas yang biasanya tidak seramai itu di jalan untuk mengatur ketertiban lalu-lintas. Seketika lalu-lintas kota ini menjadi sedikit tertib walau kemacetan yang biasanya semrawutan dapat diatasi oleh bapak-bapak polisi itu.

Saat itu aku jadi ingat lagu peterpan yang dulu pernah kudengar saat SMP, “tapi buka dulu topengmu..”.
Yang menjadi titik fokus disini bukanlah polisi yang bertopeng, namun ketibaan Presiden tercinta. Tentu, salah-satu tujuan beliau datang ke kota ini adalah memantau perkembangan kota. Namun dengan keadaan semuanya bertopeng maka percayalah Bapak Presiden yang kucintai, Bapak tidak akan tahu keadaan sebenar.

Bapak tahu Umar bin Khattab? Tidakkah Bapak belajar dari kepemimpinannya? Ia yang selalu berjaga dikala malam untuk memantau keadaan masyarakat dengan berkeliling kota tanpa seorangpun yang tahu. Kenapa dia berbuat seperti itu? Tentunya untuk melihat kondisi real masyarakat. Sudahkah Bapak tahu itu? Lantas? Sudahlah, mungkin salahku berekspektasi terlalu tinggi terhadap pemimpin negeri ini.
Okay, back to the main topic.

Sesuai judul tulisan ini, aku ingin pembaca tahu bahwa di zaman yang kita hidup di dalamnya kini, tidak mudah menemukan sesosok lelaki yang dapat memimpin dengan baik. Ntah itu memimpin rumah tangga, organisasi, maupun negara. Mengapa sulit?

Beberapa hari ini aku dan bakal teman-teman sejawat tidak henti-hentinya membahas keadaan negeri tercinta ini. Mungkin karena efek dari aksi mogok dokter kemarin yang membuat kami menjadi sedikit lebih peduli dengan negeri. Namun satu hal yang disimpulkan dari diskusi panjang kami tentang keadaan negeri ini, apa itu?

Baca :   Dunia Menggoda, Dunia Yang Fana

Yap! Itulah yang kita sebut dengan “Akhlak”.
Bobroknya negeri ini karena akhlak sebagian besar masyarakat kita yang sudah jauh dari nilai-nilai islam. Islam KTP istilah yang disemat untuk mereka yang belum ber-islam dengan baik. Mereka tahu mencuri itu dosa, namun korupsi tetap merajalela. Mereka tahu zina itu haram, namun mereka tetap melakukan. Mulai dari penguasa hingga rakyat biasa, mereka seperti tidak pernah diajarkan mana perbuatan terpuji dan mana yang tercela.

Tenang, tadi kukatakan bahwa tidak semua masyarakat kita yang akhlaknya jauh dari nilai-nilai islam. Tidak sedikit kok yang sungguh-sungguh ber-islam dengan baik. Kalian tahu walikota depok, nur mahmudi? Tak lama ini kubaca tentang kepemimpinannya dari akun kompasiana. Ia dikenal sebagai pribadi yang sederhana, suka terjun ke masyarakat, berkelililing dari masjid ke masjid lain, menyampaikan visi dan program-program Kota Depok, dan tentunya taushiah agama dengan predikat Ustad yang beliau sandang, semata-mata untuk membangun mentalitas warga Kota Depok yang agamis. Cukup banyak prestasi pembangunan Kota Depok yang dibanggakan, tidak hanya dalam lingkup Propinsi Jawa Barat, akan tetapi dalam scope nasional, Kota Depok telah menjadi percontohan untuk kota dan kabupaten seluruh Indonesia.

Mungkin masih banyak lagi sosok pemimpin seperti beliau di negeri ini. Di kota yang kucintai pun sedang berlangsung PILKADA yang akan dilangsungkan dua putaran. Ada dua calon yang akan menggantikan walikota sebelumnya. Buya Mahyeldi dan Pak Desri. Kalau ditanya pendapatku tentang mereka berdua tentu dengan lantang kukatakan bahwa aku ingin Buya Mahyeldi menjadi walikota Padang. Mengapa begitu?

Karena sosok lelaki yang kucari adalah seperti beliau. Sosok yang bersahaja, berwibawa, dan mau bekerja. Sosok yang sangat mengerti agama dan mau mengamalkannya.

Dialah Buya. Buya Mahyeldi.

Oleh: Afifah Muthmainnah


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Betonisasi Jalan Kota Padang Tinggal 26 Persen Lagi

serambiMINANG.com – Proses betonisasi jalan di beberapa wilayah Kota Padang, Sumatera Barat hingga Oktober tahun ini …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: