Beranda / Uncategorized / Pilar-Pilar Kemenangan

Pilar-Pilar Kemenangan

KASURAU – Kita mesti mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang akan mengantarkan kita kepada kebahagian abadi nan hakiki. Kebahagian yang tiada tara yang telah Allah janjikan bagi hamba-hambaNya yang bertaqwa. Kebahagiaan yang mengalahkan segala bentuk-bentuk kesenangan yang menjadi impian semua manusia di dunia. Yaitu kebahagian meraih taman-taman sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Bersama pasangan-pasangan hidup pilihan dan dengan keredhaan dari Allah SWT. Abadi di dalamnya.

“Katakanlah, maukah kalia Aku beritahu dengan (balasan) yang lebih baik dari semua itu, (yaitu) bagi orang-orang bertaqwa dari sisi Tuhan mereka ad ataman-taman sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka abadi di dalamnya, juga pasangan-pasangan yang suci dan keredhaan dari Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hambaNya”. (QS Ali Imran: 15)

Nikmat yang tiada tara di akhirat tersebut pastilah diperoleh dengan kemenangan di dunia. Yaitu kemenangan dalam bentuk kebaikan dan keshalehan yang maksimal selama hidup di dunia. Menang dalam beribadah, berdakwah dan berjamaah. Semuanya itu menjadikan kita sulit untuk disesatkan oleh syetan dari jalan kebenaran.

Kemenangan di dunia dalam bentuk kemenangan dakwah adalah sesuatu yang sangat mungkin dan pasti bisa diraih dan direalisasikan. Ia tidak terikat dengan jumlah dan peralatan. Sebab Nabi Musa yang memiliki pengikut sedikit dan minim dalam peralatan, tetapi tetap kokoh dihadapan pasukan firaun yang banyak dan kuat. Begitu juga pasukan Thalut yang minoritas dalam berbagai hal dapat mengalahkan dan menumbangkan pasukan Jalut yang mayoritas.

Namun kemenangan-kemanangan di dunia hanya bisa diraih bila kita secara individu dan jamaah memiliki pilar-pilar yang kuat dan kokoh:

1. Kekuatan Iman

Iman merupakan kekuatan maksimal seorang mujahid fiisabiilillah. Imanlah yang memenangkan semua Nabi dan Rasul beserta para pengikutnya dalam menghadapi penentang-penentang dakwah. Keimanan yang mengokohkan Ibrahim di hadapan Namruth, Musa di hadapan firaun, dan Muhammad dihadapan kafir Quraisy.

Keimanan akan terbangun, kuat dan kokoh dari ibadah yang maksimal dan berkualitas. Mulai dari ibadah-ibadah wajib sampai kepada ibadah-ibadah sunnah. Sebab Allah akan memberikan segala bentuk pertolongan dan dukungan, baik yang tampak ataupun tidak, besar atau kecil, bagi hamba-hambaNya yang maksimal dalam mendekatkan diri kepadaNya dengan merapikan segala kewajiban dan memperbanyak amalan-amalan sunnah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّه

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw telah bersabda: Sesungguhnya Allah telah berfirman: “Barang siapa yang memusuhi waliku, niscaya aku nyatakan perang kepadanya. Tidaklah mendekatkan diri hambaKu kepadaKu dengan sesuatu yang Aku sukai melebihi apa yang aAku wajibkan. Dan senantiasa hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunat sehingga Aku akan mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, dan menjadi penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, dan menjadi tangannya yang dia gunakan untuk memukul, dan menjadi kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Dan jika dia meminta kepadaKu niscaya Aku beri dia, dan jika dia meminta perlindungan kepadaKu pasti Aku melindunginya. (HR Bukhari)

Baca :   Musik Sunnah dan Haram Menurut Alwi Shihab

Maka ibadah wajib yang rapi dan ibadah sunnah yang maksimal merupakan pilar-pilar pembangun iman yang akan menyebabkan datangnya cinta dan pertolongan dari Allah.

2. Kesinambungan jihad dengan segala yang dimiliki dan segala yang mungkin

Kemenangan pasti akan diraih bila kita terus dan terus berjihad dengan segala yang kita punya dan segala yang kita mampu. Kemenangan pejuang-pejuang palestina dalam menghadapi zionis Israel yang memiliki berbagai alat tempur modern dan canggih merupakan bukti nyata bagi kita semua. Setiap kali bertambah pengorbanan dan perjuangan seorang hamba, semakin dekat pula dia kepada kemenangan.
Allah SWT memberikan janji yang jelas dan tegas bahwa orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam berjihad di jalanNya, pasti akan mendapat berbagai jalan untuk menuju kemenangan:

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ (العنكبوت: 69)

Artinya: “Dan orang-orang yang besungguh-sungguh (berjihad0 di jalan Kami, sungguh Kami akan tunjuki mereka menuju jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik”. (QS Al ankabut: 69)

3. Kesabaran, mushabarah dan muraabathah

Kemenangan juga akan pasti diraih bila dakwah dan perjuangan dihadapi dengan penuh kesabaran dan ikatan yang kuat denganAllah SWT. Kesabaran yang terus bertambah dan tiada bertepi. Senantiasa setiap saat berjaga-jaga di jalan Allah (muraabathah). Sebagai mana perintah Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (أل عمران: 200)
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah kalian, dan kuatkanlah kesabaran kalian, dan tetaplah bersiap-siaga, dan bertaqwalah kepada Allah agar kalian memperoleh kemenangan”. (QS Ali Imran: 200)

4. Keyakinan penuh terhadap janji-janji Allah

Setiap kita dalam berjuang di jalan Allah menegakkan agama Allah harus yakin seyakin-yakinnya bahwa kemenangan itu pasti datang. Keyakinan yang bulat dan utuh akan janji Allah yang tidak pernah mungkir janji. Karena Allah sudah bersumpah akan memenangkan hamba-hambaNya yang memperjuangkan agamaNya:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ (الحج: 40)

Artinya: “… dan sungguh Allah akan memenangkan orang yang memenangkan agamaNya, sesungguhnya Allah Maha Kuat, Maha Perkasa”. (QS Al Hajj: 40)

5. Keikhlasan dan keistiqamahan dalam dakwah

Allah hanya akan memberikan balasan bagi setiap amal yang ikhlas. Yang hanya dilakukan karenaNya, demi meraih redhaNya. Tidak terpedaya jabatan, posisi, popularitas, harta dan dunia. Yang selalu menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar.

6. Doa-doa yang tulus terutama di saat berjihad dan berjuang

Doa adalah salah satu senjata orang-orang beriman untuk meraih kemenangan. Doa Rasulullah dalam perang badar, doa para Nabi dan Rasul, doa para sahabat dan tabiin. Semuanya telah menjadi saksi dan bukti dalam memenangkan dakwah dan jihad. Doa akan menjadi maksimal bila dilakukan disaat-saat kita bekerja, berdakwah dan berjihad. Doa untuk para pemimpin dakwah, para mujahidin di berbagai negeri dan Negara dan doa untuk diri dan keluarga kita. Niscaya pertolongan dan kemenagan menjadi sangat dekat dan nyata.

Allahummanshurnaa…

Oleh : Irsyad Syafar, Lc, M.Ed


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Inilah 6 Jenis Haji Selain Haji Mambrur Yang Banyak Terjadi Dilapangan

Rasulullah saw bersabda: العمرة إلى العمرة كفارة ما بينهما، والحج المبرور ليس له جزاء إلا …

Tinggalkan Balasan