Beranda / Uncategorized / Perjalanan Ustadz Irsyad Syafar Berdakwah Ke Jepang 2

Perjalanan Ustadz Irsyad Syafar Berdakwah Ke Jepang 2

KASURAU – Alhamdulillah, Daurah Tsukuba dua hari telah selesai. Semoga semua peserta dapat mengambil manfaat maksimal utk kebaikan pribadi dan kemajuan dakwah Islam.

Semua kenangan singkat bersama para ikhwah insya Allah akan menjadi rabithah qalbiah dalam doa dan kerja.

Dari Tsukuba menuju Tokyo dan terbang ke Hokkaido, satu hari penuh akan berjumpa kader-kader dakwah dan ukhuwwah lain dijalan Allah.

Bismillah… Allahumma Yassir.

***
Orang jepang sangat disiplin dan teratur. Sifat ini mengalir dalam tubuh mereka layaknya darah mengalir di pembuluhnya.

Jadwal kereta sangat tepat waktu, datang, pergi dan sampai. Bila hendak naik kereta, semua antri dan merapat kepinggir agar yg hendak turun lancar dan mudah.

Bila naik pesawat, mereka disiplin mematikan hape. Bila mendarat, gak ada yg membuka sabuk apalagi berdiri kecuali bila lampu tanda sabuk dipadamkan. Dan satupun hape belum ada yg aktif apalagi berdering.

Baca :   Walikota Padang, Mahyeldi Ditunjuk Menjadi Ketua Dewan Eksekutif Pengembangan Wisata 5 Daerah

Dalam lalu lintas, lampu merah sangat dipatuhi. Baik bagi pengendara mobil ataupun pejalan kaki yg hendak menyebrang. Jam berapapun, walau hujan salju, walau jalan kosong, lampu merah takkan diterobos. Bila hijau baru bisa lewat.

Tong sampah di tempat-tempat umum dipisah 4-5 bagian. Sampah botol kaca, botol plastik, botol seng, kertas dan sampah campuran. Rata-rata sampahnya kering tak berair.

Dalam makanpun mereka disiplin. Tak ada makanan bersisa atau terbuang. Piring mudah dibersihkan.

*Pagi yang berkah di Narita. Naik kereta sendirian menuju oeno, untuk agenda dakwah berikutnya. Bismillah.


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Inilah 6 Jenis Haji Selain Haji Mambrur Yang Banyak Terjadi Dilapangan

Rasulullah saw bersabda: العمرة إلى العمرة كفارة ما بينهما، والحج المبرور ليس له جزاء إلا …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: