Beranda / Uncategorized / Belajar Dari Seorang Irsyad Syafar

Belajar Dari Seorang Irsyad Syafar

KASURAU – Tadabbur sore ini mengingatkan kita kepada sidang tesis ustadz Irsyad Syafar 12 tahun yang lalu di Darul Ulum Universitas Cairo.

Di akhir sidang, setelah pembacaan nilai, beliau sujud syukur karena lulus dengan predikat “mumtaz”. Bangkit dari sujud ternyata beliau menangis. Masih terbayang bagaimana beliau agak kerepotan menghapus air matanya dengan tisyu. Hadirin juga tenggelam dalam rasa haru dan khitmat. Semua diam.

Setelah munaqasyah langsung di adakan acara syukuran di sekretariat kekeluargaan Minang. Di sana beliau menceritakan apa yang menyebabkan beliau menangis.

Beliau berkata:

“Saya jadi teringat bagaimana dahsyatnya hisab nanti di akhirat. Sedangkan munaqasyah tesis yang sudah diyakini akan lulus dan di akhirnya akan ada penghargaan, bahkan di belakang nama kita ditambah embel-embel gelar, terasa begitu menggetarkan. Yang memunaqasyahnya juga manusia lemah yang tidak luput dari kesalahan seperti kita. Itu saja membuat kita merasa dipermalukan dan ditelanjangi di depan orang banyak.

Bagaimana kalau yang memunaqasyahnya itu adalah Yang Maha Berkuasa berbuat apa saja kepada kita. Yang Maha Tahu atas segala amal kita. Bahkan tidak ada secuilpun perbuatan kita yang luput dari pantauannya. Semuanya akan dibeberkan dan dimintai pertanggungjawaban”.

Allah berfirman:

وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ

“Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya”.

Pengalaman ini sejalan dengan khutbah jum’at khatib tadi di mesjid as Salam. Khatib mengatakan bahwa metode al Qur’an dalam mendidik manusia adalah dengan selalu menghubungkan permasalahan dunia dengan perkara akhirat yang maha dahsyad. Tidak ada satupun masalah duniawi yang dibiarkan berlalu begitu saja tanpa disangkutkan dengan perkara akhirat.

Baca :   HOMEOSTASIS VS HIJRAH

Seperti cerita al Qur’an bagaimana cara Allah menghidupkan tanah yang tandus hingga menjadi subur dijadikan gambaran bagaimana cara Allah membangkitkan manusia nanti di akhirat.

Hendaknya kita juga pintar mengaitkan apa saja kegiatan hidup ini dengan hisab kita di akhirat kelak.

Seorang pelajar yang harap cemas menghadapi ujian harusnya juga menghadirkan bagaimana harap dan cemasnya dia menghadapi persidangan yang maha detail di hadapan Allah Yang Maha segala-galanya.

Dialah Allah yang berfirman di dalam kitab-Nya:

وَكُلُّ شَيْءٍ فَعَلُوهُ فِي الزُّبُرِ وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ مُسْتَطَرٌ

“Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala urusan yang kecil maupun yang besar adalah tertulis”. ( Al Qamar: 53-54)

يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلا كَبِيرَةً إِلا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

“”Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada tertulis. Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun”. (Al Kahfi: 49)

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasan nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasan nya pula”. (Al Zalzalah: 7-8)

Zulfi Akmal, Lc, MA


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Awas ! Ini Tanda – Tanda Jin Menyukai Anda

SerambiMINANG.com -Jin merupakan mahluk Allah dan mereka juga hampir sama dengan kita walaupun berada di …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: