Beranda / Uncategorized / Kehidupan Adalah Cermin

Kehidupan Adalah Cermin

KASURAU – Dikisahkan seorang ahli hikmah pergi jalan-jalan keluar kota bersama anaknya untuk mengajarinya tentang tantangan dan permasalahan hidup di udara perkampungan yang bersih, jauh dari kesibukan dan kebisingan kota.

Mereka berdua berjalan di sela-sela sebuah lembah yang dalam dan dikelilingi oleh gunung batu yang terjal.

Lagi asyik-asyik berjalan, tiba-tiba anaknya terjatuh. Lututnya membentur bebatuan yang membuat ia kesakitan. Secara otomatis ia berteriak dengan suara keras; ahhh……..

Ketika itu ia mendengar dari ujung lembah orang yang menirukan teriakannya dengan ungkapan yang sama: Ahhh……….

Langsung saja rasa sakit yang ia rasakan bagaikan hilang, dan ia segera saja bertanya dari mana asal suara yang ia dengar.

Siapa kamu?

Tiba-tiba ia mendengar jawaban terhadap pertanyaannya itu: “Siapa kamu?”

Anak kecil itu menjadi emosi oleh pertanyaan yang menantangnya. Dia balik bertanya untuk menguatkan: “Justru aku yang menanyaimu, siapa kau?”

Untuk kesekian kalinya balasan yang ada sama persis dan kasarnya: “Justru aku yang menanyaimu, siapa kau?”

Akhirnya anak kecil itu kehilangan kesabaran. Sekuat tenaga ia berteriak dengan penuh kemarahan: “Kamu pengecut”.

Balasan memang sesuai dengan ungkapan yang dilontarkan.

Sekuat apa ia berteriak, sekuat itu pula suara itu kembali kepadanya. “Kamu pengecut”, begitu bunyi balasannya.

Saat itu baru sang anak merasa butuh kepada pelajaran baru dalam kehidupan dari ayahnya yang bijak, yang berdiri di sampingnya tanpa ikut campur dengan apa yang ia saksikan dari anaknya.

Untung sekali, anaknya mampu menguasai diri sebelum tindakannya berlanjut kepada saling mencela dan melemparkan hinaan.

Sekarang ia memberikan kesempatan sepenuhnya kepada ayahnya untuk mengendalikan situasi hingga ia bisa memahami pelajaran kali ini.

Ayahnya menghadapi permasalahan – seperti biasanya – dengan penuh kebijaksanaan. Dia meminta kali ini supaya anaknya memperhatikan jawaban yang akan ia dengar. Ayahnya berteriak di lembah itu: “Aku menghargaimu”.

Jawaban yang ia dengar persis dengan yang diucapkan ayahnya. Dengan penuh wibawa suara itu berkata: “Aku menghargaimu”.

Baca :   Gubernur Sumbar Serahkan Bantuan Kepada Gapoktan 150 Juta

Anak itu tercengang mendengar perubahan gaya bahasa orang yang menjawab. Akan tetapi ayahnya tidak berhenti sampai di situ, ia melanjutkan ucapannya: “Kamu betul-betul hebat”.

Jawaban yang didengar juga tidak kalah indahnya dari ucapan yang dilontarkan ayahnya. “Kamu betul-betul hebat”.

Anak kecil itu sangat tercengang dengan balasan suara yang ia dengar. Namun ia belum juga paham apa rahasia perubahan jawaban itu. Untuk itu ia tenggelam dalam diam sambil menunggu tafsiran dari ayahnya.

Dari percobaan fisika ini, ayahnya yang bijak memberikan komentar yang cocok terhadap hikmah dari hal yang ia alami itu.

Ananda, kita menamakan suara jawaban itu dengan “gema” dalam ilmu fisika.

Akan tetapi dalam kenyataan dia lah kehidupan itu sendiri.Sebenarnya hidup tidak akan memberikan sesuatu yang lain dari yang kita berikan. Dia juga tidak akan menghalangi kecuali dalam ukuran sejauh mana kamu membatasi dirimu sendiri.

Kehidupan adalah cermin perbuatanmu dan gema dari perkataanmu.

Apabila kamu ingin dicintai orang lain maka cintai dulu orang lain itu!

Bila kamu ingin dihormati maka hormatilah orang lain!

Bila kamu ingin aibmu ditutup orang maka tutup juga aib orang lain!

Bila kamu ingin dibantu orang maka jangan berat tangan untuk membantu orang!

Bila kamu ingin orang lain mendengarkan pembicaraanmu supaya ia bisa memahamimu, maka dengarkan juga perkataan mereka supaya kamu bisa memahami mereka.

Jangan mengira-ngira bahwa orang akan bisa bersabar terhadap dirimu kecuali bila kamu mampu bersabar terhadap mereka terlebih dahulu.

Beginilah sunnatullah atau aturan alam yang sesuai dengan segala macam ruang kehidupan. Inilah hukum alam yang yang akan kamu temui di seluruh ranah kehidupan. Itulah dia “gema kehidupan”.

Kamu akan mendapatkan apa yang telah kamu persembahkan dan kamu akan menuai apa yang telah kamu tanam.

(Zulfi Akmal, Lc, MA / Kasurau)


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Awas ! Ini Tanda – Tanda Jin Menyukai Anda

SerambiMINANG.com -Jin merupakan mahluk Allah dan mereka juga hampir sama dengan kita walaupun berada di …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: