Beranda / Uncategorized / Gubernur Sumbar: Kegiatan Megathrust DiRex Bukan Karena Mau Ada Tsunami

Gubernur Sumbar: Kegiatan Megathrust DiRex Bukan Karena Mau Ada Tsunami

KASURAU – Pelaksanaan Mentawai Megathrust Disaster Relief Exercise (DiRex) 2014 akan meninggalkan infrastruktur senilai Rp100 miliar lebih di Sumatera Barat. Infrastruktur tersebut berupa jaringan komunikasi dan kendaraan.

“Peralatan ini semua akan ditinggal di Sumbar, tolong dirawat oleh provinsi kabupaten/kota,” ungkap Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wisnu Widjaja di Padang pada pembukaan simulasi Mentawai Megathrust DiRex 2014 di Hotel Pangeran Beach, Padang, Senin (17/3).

Dikatakannya, manfaat latihan adalah untuk memperkuat sistem informasi komunikasi. Karena dalam penanggulangan bencana, komunikasi selalu menjadi masalah utama.

Untuk itu BPNB sudah membangun jaringan komunikasi sepanjang 1.500, terpanjang di Asia Tenggara. Jaringan ini telah memudahkan komunikasi antara Mentawai dengan Padang termasuk Jakarta. Mulai dari seluler sampai internet. Selain itu membangun posko mobile, digunakan untuk latihan.

Sementara Sekretaris Utama BNPB, Facthul Hadi mengatakan, BNPB prioritaskan Sumatera Barat dalam penanggulangan bencana tsunami. Meski begitu, pelaksanaan Mentawai Megathrust DiREx 2014 mempersiapkan sistem penanggulangan bencana tsunami diadakan di Sumbar. “Kita memang prioritaskan Sumbar dalam masterplan tsunami. Kita akan bangun shelter dan alat komunikasi yang lancar,” sebutnya.

Dikatakannya, simulasi tersebut sekaligus membangun sistem jaringan komunikasi di Sumbar. Termasuk memastikan apakah berfungsi atau tidaknya semua sistem penanggulangan yang sudah disusun selama ini. Salah satunya, bagaimana keterlibatan dunia internaional dalam membantu Indonesia jika benar-benar ada bencana. Untuk itu, tidak serta-merta asing datang membantu. Tapi harus memiliki prosedur, terutama izin. Mulai dari NGO sampai militer asing.

Baca :   Harneli Bahar Mulai Memperbaiki Rumah Bu Iwat

Diakuinya, pelaksanaan simulasi Mentawai Megathrust DiRex ini sempat memunculkan rumor di masyarakat Kota Padang. Dimana adanya isu akan ada gempa besar dan tsunami di Sumbar. Untuk itu katanya, masyarakat tidak perlu kawatir dan cemas berlebihan. Sebab apa yang dilakukan BNPB kali hanya dalam bentuk persiapan. “Harapan kita, masyarakat tahu inilah persiapan kita. Tidak hanya di Padang, tapi seluruh kabupaten/kota,” tegasnya.

Simulasi itu nantinya juga diharapkan mampu memperkuat saluran komunikasi di Mentawai. Memperkuat kapasitas provinsi dan kabupaten. “Jika ada yang kurang akan disempurnakan,” ujarnya.

Gubernur Irwan Prayitno menegaskan, kegiatan Megathrust DiRex tersebut bukan mempertegas, akan ada tsunami dalam waktu dekat. Bukan benar-benar akan ada. Tapi mempersiapkan diri terhadap ancaman. “Tidak ada yang tahu kapan tsunami datang, tapi kegiatan ini sudah lama disiapkan, dilaksanakannya sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai manusia, semuanya perlu perencanaan. Bagaimana nantinya cara kerja stakeholders, seperti BPBD, TNI, relawan, rakyat pergi ke shelter. Persiapan perencanaan, menihilkan korban bencana. “Jika tidak ada perencanaan, siapa yang bertindak. Ini fungsi pemerintah, semuanya sudah standby,” tegasnya lagi.

Dikatakannya, selain simulasi penanggulangan bencana tsunami, BPNB juga sudah mengalokasikan anggaran Rp70 miliar untuk pembangunan shelter, dari Pemprov Sumbar senilai Rp20 miliar. Shelter itu nantinya dibangun dalam bentuk gabungan dengan masjid, lapangan bola, jembatan penyeberangan, sehingga shelter tersebut tidak mubazir.

(singgalang)


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Irwan Prayitno Tegas Tolak Bakar Lilin Untuk Ahok di SUMBAR

serambiMINANG.com – Irwan Prayitno tegas tolak aksi bakar lilin untuk ahok di SUMBAR. Dalam cuitannya …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: