Beranda / Uncategorized / Keluarganya Manusia

Keluarganya Manusia

KASURAU – Di sarikan dari Ust. Irsyad Syafar, lc. M.Ed

Sebuah penghormatan dikunjungi oleh Almukarrom Ust. Irsyad Safar, Lc. M.Ed rumah kontrakan baru kami yang berukuran 7 x 5 m persegi itu memang berdampingan lansung dengan pondok pesantren yang beliau Pimpin, Perguruan Islam Ar Risalah di Aia Dingin Balai Gadang Kota Padang.

Rumah ini sebetulnya berukuran 10 x 7 m persegi cuma saja di bagi menjadi dua dan pembatasnya kayu triplek. Sebelahnya lagi di tinggali salah seorang pengajar juga di pesantren Ar rilalah.

Dalam mengomentari dinding triplek ini sambil berkelakar ustadz mengatakan “disini tidak boleh marah, kalau marah bisa kedengaran satu sama lain” di ikuti senyum tawa saya dan istri.

“Dinding ini menjadi pengawas bagi kami untuk tidak bekata keras ataupun marah, termasuk dalam memanggil anak” kata saya menimpali.

Ditemani sajian apa adanya teh dan roti Ustadz Irsyad pun melanjutkan ceritanya, sebetulnya manusiawi sekali, malah kalau kita baca sirah keluarga Rasulullah saw dan Sahabat sebetulnya keluarga mereka manusiawi sekali.

Suatu kali seorang sahabat pernah mau mendatangi Umar mengadukan Istrinya yang bersikap keras kepadanya, se-sampai di pintu rumah Umar malah sahabat ini mendengar Umar lagi di kerasi juga oleh Istrinya. Sahabat ini berbalik pulang tidak jadi mengadukan tindakan istrinya yang marah ataupun keras tadi.

“Umar yang dikenal dengan singa perang, gagah dan berani itu di hadapan Istrinya justru bersikap lunak, Jadi Manusiawi sekali” kata Ustadz Irsyad menasehati kami.

Suatu kali ketika sahabat dan Nabi sedang duduk berkumpul di Mihrab Masjid Nabi di Madinah tiba-tiba melayang piring dari Rumah Istri Nabi yang memang tidak terlalu Jauh dari Mihrab Masjid. Rumah Nabi dan Istrinya lansung bersebelahan dengan di sisi kiri Mihrab Masjid Madinah.

Baca :   Gubenur Ini Telah Menulis 34 Buku, 116 Artikel Publikasi dan 25 Riset di Dalam dan Luar Negeri

Sahabat tentu terkejut, tapi lihat apa yang di katakan Nabi “ibu kalian lagi cemburu”. Manusiawi sekali bukan.

Tentu saja Ustadz Irsyad bukan sedang membenarkan boleh marah ataupun cemburu dalam rumah tangga, tapi begitulah kira-kira onak-duri rumah tangga yang pasti akan tempuh, di jalani dan sebagai manusia biasa hal itu tak dapat dielakkan.

Hanya saja mungkin onak-duri dan kerikil-kerikil kecil ataupun besar akan sangat tergantung dengan kedewasaan dan kebijaksanaan suatu rumah tangga. Hingga onak-duri ini bisa di hadapi, dimaklumi, di arifi sebagai kekurangan masing-masing dan tidak memicu kebencian, perpecahan apa lagi perpisahan. Ini mungkin yang di sebut banyak orang “bumbu-bumbu rumah tangga”

Setelah bercerita banyak hal, Ustadz Irsyad yang malam itu tampak rapi dengan koko balutan jaket kulit warna hitam berlogo angka 3 pun pamit. Malam itu Ustadz tampak masih akan melanjutkan kegiatannya di luar pesantren

Dalam hati saya berguman “kami seperti kelewatan juga, pindah ke sebuah komplek baru bukannya melapor/berkunjung ke tokoh di sana malah menunggu dikunjungi tokohnya”. Mudah-mudahan di lain waktu kami bisa membalas kunjungan Ustadz sekaligus menimba Ilmu dari beliau.

Adel Wahidi Malin Parmato


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Awas ! Ini Tanda – Tanda Jin Menyukai Anda

SerambiMINANG.com -Jin merupakan mahluk Allah dan mereka juga hampir sama dengan kita walaupun berada di …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: