Beranda / Uncategorized / Langkah Mewujudkan Kematangan Pemuda

Langkah Mewujudkan Kematangan Pemuda

KASURAUOleh: Adrian Fetriska

Dalam setiap pergerakan pemuda adalah motornya, dalam setiap ideologi pemudalah pemegang panji-panjinya dan merekalah penerus perjalanan bangsa ini. Namun sayang sebagian pemuda yang diharapkan itu justru tidak menyadari peran besar yang telah diembankan sejarah dipundak mereka. Mereka belum matang pada waktunya, padahal kematangan menjadi sebuah syarat.

Kalau diibaratkan buah, matang itu adalah saat dimana ia siap untuk dipanen lalu memberi manfaat bagi banyak orang. Namun dalam bab jiwa banyak yang tua tapi tidak matang, karena memang kematangan jiwa memang tidak lahir seiring waktu, oleh sebab itu maka kematangan harus dibentuk.

Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan kematangan adalah sebagai berikut;

Banyaklah Membaca.

Diantara banyak faktor penumbuh kematangan adalah membaca, agar fikiran tidak sempit, wawasan terbuka, ilmu bertambah dan mengalami peningkatan pada cara berfikirnya. Banyak membaca saja belum tentu ada gunanya, karena bahan bacaan menentukan kualitas pribadi. Bacalah buku yang mempunyai cara berfikir yang lebih mendalam, membahaskan sesuatu yang lebih besar, dan menyentuh akan konsep-konsep serta teori-teori tertentu. Bukan hanya sebatas komik, cerpen dan novel. Dalam buku Spritual Reading-nya Dr. Raghib As-Sirjani meletakkan barisan komik, cerpen, dan novel pada urutan terakhir buku-buku yang harus dibaca sedangkan pada urutan teratas adalah Alqur’an.

Kita membaca tidak untuk langsung percaya. Kita membaca untuk mengumpulkan ilmu dan membuat perbandingan. Kita membaca untuk melihat cara berfikir dan bagaimana manusia memandang sebuah perkara. Kita membaca untuk meningkatkan kualitas diri. Kita membaca untuk lebih memahami karena membaca adalah sebuah jendela yang membuat seseorang bisa menelaah dan mengetahui segala sesuatu yang dimiliki orang lain dengan cara yang sangat mudah.

Namun, aktivitas membaca menjadi sesuatu yang sudah ditinggalkan oleh sebagian kita, tergantikan oleh kesukaan akan hiburan menonton drama, film dan larut mendengar musik-musik.

Baca :   Kampanye PKS Padang : Anis Matta Akan Mengindonesiakan Kultur Budaya Minang "Manggaleh"

Duduklah bersama orang yang lebih tua

Biasakanlah berkumpul dengan orang-orang yang lebih tua. Meluangkan waktu untuk duduk bersama mereka sangat membantu dalam proses kematangan. Mereka tidak harus orang yang lebih berilmu, tetapi karena mereka orang yang lebih tua tentu telah hidup lebih lama dibanding kita dan akan sangat banyak hikmah yang bisa kita kutip pada mereka.

Apalagi jika orang yang lebih tua itu tersebut memiliki ilmu yang banyak, akan semakin perlu untuk kita meluangkan banyak masa dengan mereka. Dengan demikian, kesalahan yang pernah mereka lakukan ketika muda tidak lagi kita ulangi. Jikapun kita berbuat kesalahan, itu adalah yang baru. Sehingga grafik ummat ini akan meningkat naik.

Pergilah mengembara

Akan sangat baik jika kita para pemuda bisa mengunjungi tempat-tempat lain di muka bumi. Mengunjungi daerah yang jauh dari tempat dimana mereka dilahirkan. Jika tidak bisa pergi ke tempat yang jauh maka kunjungilah tempat-tempat terdekat yang belum pernah didatangi. Yakinlah ada banyak hikmah yang bisa dipetik dan dijadikan pelajaran hidup disepanjang perjalanan yang ditempuh.

Maka keluar dari tempat kita hari ini untuk beberapa waktu, mendatangi tempat-tempat yang baru, dengan orang-orang yang baru, mengenal banyak kebiasaan dan adat, mempelajari pola tingkah laku dan etika, merasakan hidup dalam belahan bumi yang lain.

Lalu kaitkan dengan kefahaman yang ada dalam diri kita, pada ilmu-ilmu yang telah kita pelajari, pada pemikiran-pemikiran yang telah kita fahami dari buku-buku yang telah dibaca dan pada konsep serta teori yang pernah kita perhatikan. Disitulah kematangan kita akan meningkat. Kita akan berfikir dengan fikiran yang lebih luas, lebih universal dan kita akan melihat dengan pandangan yang lebih sederhana.

Semoga dengan beberapa langkah ini akan tetap ada pemuda-pemuda matang yang siap untuk meneruskan perjalanan bangsa ini.


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

[Alkisah] Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya

[Alkisah] Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya

Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: