Beranda / Uncategorized / Lewati Persawahan, Mahyeldi Sahur di Rumah Sederhana Milik Bu Ratna

Lewati Persawahan, Mahyeldi Sahur di Rumah Sederhana Milik Bu Ratna

KASURAU – Ratna Juwita, nama yang indah untuk didengar dan diucapkan. Bahkan nama itu melambungkan imajinasi tentang wanita sempurna yang banyak disanjung publik. Tempat tinggalnya mungkin sebuah istana dan dipersunting seorang raja. Namun, berbeda dengan Ratna Juwita yang akrab disapa Ita yang di tinggal jauh di pelosok timur Balai Gadang, Koto Tangah, Kota Padang, ia hanyalah seorang janda tua yang lama didera penderitaan.

Gurat penderitaan itu jelas terukir di kulit wajahnya yang telah berkerut dan agak menghitam karena dicecar terik setiap hari. Betapa tidak, 18 tahun sejak sang suami dipanggil yang kuasa, Ibu Ita berjuang seorang diri membesarkan 8 orang anaknya. Selama itu pula ia menafkahi keluarganya dari hasil menjual serai sambil beternak ayam dan itik di tempat tinggalnya yang berada di tengah sawah dan ladang. Dan selama itu pula, Ibu Ita dan anak – anak hanya menempati sebuah gubuk beratap rumbia yang sebagian dindingnya dari papan, itu pun telah banyak yang tanggal karena lapuk.

Ibu Ita memang tak mampu memperbaiki rumah tersebut apalagi membangun sebuah rumah yang layak dan memenuhi syarat kesehatan. Wanita lugu itu hanya mampu mencari untuk makan dan masih untung bisa menyekolahkan anak – anaknya yang besar hingga tamat SD. Sampai dua anaknya yang paling bungsu, barulah bisa mengenyam hingga SMP dan SMK karena sudah ada kakak – kakaknya yang dapat membantu.

Cerita tentang Ibu Ratna Juwita ini, akhirnya sampai ke Walikota Padang H. Mahyeldi yang telah menggagas program “Singgah Sahur” Pemko Padang pada bulan Ramadhan 1435 H ini. Singgah sahur ini dilakukan, selain untuk menjalin silaturahim lebih dekat dengan masyarakat juga sembari menyasar rumah – rumah yang tak layak huni untuk dimasukkan dalam program bedah rumah.

Maka menjelang sahur sekira pukul 03.20 WIB, Kamis (10/7) dini hari, Walikota Mahyeldi didampingi beberapa Kepala SKPD mengunjungi rumah Ibu Ratna Juwita.

Meski jalan ke lokasi tempat tinggal wanita dhuafa ini harus menempuh pematang sawah dan sedikit semak, namun niat tulus dan kepedulian terhadap warga tak menjadikan rintangan itu sebagai sebuah kesulitan.

Seperti kunjungan sahur ke beberapa rumah warga senasib Ratna Juwita sebelumnya, tuan rumah diminta tidak mempersiapkan apa – apa karena Walikota dan tim kecilnya telah mempersiapkan semua keperluan sahur.

Ibu Ita telah terbangun ketika mengetahui kedatangan tim dari Pemko Padang. Sejenak ia menyingkap tabir jendela dari kain usang, lalu membuka palang pintu. Bergegas ibu ini menyalami tamunya satu persatu seraya menyilakan masuk.

Baca :   Amal Bukan Sebab Masuk Surga? (Kritik Atas Klarifikasi Prof. Quraish Shihab)

Di dalam rumah memang tak ada perabot apa – apa kecuali meja sederhana dan sebuah televisi lama. Maka tim membentangkan tikar yang telah dipersiapkan, lalu menaruh makanan dan minuman yang telah dibawa. Kemudian semua tim yang berjumlah sekira 10 orang duduk di hamparan tikar tersebut setelah dipersilahkan Ibu Ita.

Walikota mengajak berbincang, sementara ibu ini belum tahu kalau yang berkunjung dan tengah mengajaknya berbincang tersebut adalah pemimpin Kota Padang saat ini. Ketika diajukan pertanyaan, ia terkadang seperti tidak mengingat tentang dirinya sendiri. Untung ia dipandu oleh seorang anak laki – lakinya.

“Saya kadang susah mengingat, Pak. Saya pernah sakit bagian kepala. Menurut dokter di Puskesmas ada bagian syaraf yang rusak. Jadi maaf saja, saya memang pelupa,” ucap Ibu Ita sambil menunjukkan bagian belakang kepalanya.

Walikota Mahyeldi memahami, keluarga yang telah ditinggalkan belasan tahun oleh sosok ayah, tentunya menjalani kehidupan yang sangat berat. Lalu, Walikota yang juga ulama ini memberikan arahan – arahan spritual sambil menunjukkan jalan – jalan ril yang dapat dilakukan oleh anak – anak Ratna Juwita yang semua sudah terbilang dewasa.

“Berikan perhatian kepada ibu kita. Bantu dia untuk meringankan bebannya dengan bekerja atau membuat usaha – usaha yang dapat dilakukan. Kami dari pemerintah, juga berusaha mencarikan jalan agar warga bisa keluar dari tekanan ekonomi,” ujar Mahyeldi.

Ia menambahkan, bagi anak – anak yang masih bersekolah harus bisa menyelesaikan sekolahnya. “Karena mereka menjadi harapan keluarga ini,”imbuh Mahyeldi.

Kemudian diungkapkan, melalui program Singgah Sahur pada bulan Ramadhan ini dtargetkan dapat terkunjungi beberapa keluarga yang bernasib seperti Ratna Juwita. “Kegiatan ini menjadi bagian dari program bedah seribu rumah tidak layak huni pertahun,” kata Walikota.

Ia berharap, melalui program bedah rumah ini, ke depan tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah yang tidak layak. Sebab tinggal dengan kondisi rumah demikian sangat rentan terhadap penyakit dan berbagai dampak lainnya.

“Nantinya diharapkan semua warga dapat menempati rumah yang memenuhi syarat – syarat kesehatan,” pungkas Mahyeldi.

Ikut dalam tim ini diantaranya, Kepala Dinas Pendidikan Indang Dewata, Kepala Dinsosnaker Frisdawati Boer, Kepala Dinas Kesehatan Eka Lusti serta Kabag Humas Mursalim dan beberapa staf.

(*)


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Betonisasi Jalan Kota Padang Tinggal 26 Persen Lagi

serambiMINANG.com –¬†Proses betonisasi jalan di beberapa wilayah Kota Padang, Sumatera Barat hingga Oktober tahun ini …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: