Beranda / Uncategorized / As-Syaja'ah (Keberanian)

As-Syaja'ah (Keberanian)

kasurau – Oleh : Ustadz Muhammad Hafez, Lc, MA

Asy syaja’ah (keberanian) merupakan satu dari ciri yang dimiliki orang yang istiqamah di jalan Allah SWT. Dengan demikian orang yang istiqamah akan senantiasa berani, tenang dan optimis karena yakin berada di jalan yang benar dan yakin pula akan dekatnya pertolongan Allah. Namun memang tak mudah untuk menjadi orang yang berani dan teguh pendirian dalam memegang nilai-nilai kebenaran.

Keberanian untuk tetap istiqamah walau nyawa taruhannya nampak pada diri orang-orang beriman di dalam surat Al-Buruuj: 4-8 yang dimasukkan ke dalam parit dan dibakar oleh as-habul ukhdud ( penguasa kafir yang zhalim ) hanya karena mereka menyatakan keimanannya kepada Allah swt. Begitu pula Asiah, istri Firaun dan Masyitah, pelayan Firaun, kedua-duanya harus menebus keimanan mereka kepada Allah dengan nyawa mereka. Asiah di tiang penyiksaannya dan Masyitah di kuali panas mendidih beserta seluruh keluarganya karena mereka berdua tak sudi mentuhankan Firaun. Demikian resikonya atas keberanian di jalan Allah, dan demikian sulit pula untuk mewujudkan istiqomah dalam kehidupan.

Kebalikan dari sifat as-syaja’ah ( pemberani ) adalah al-jabban (pengecut). Pengecut dipandang sebagai sifat tercela yang haram dimiliki orang-orang yang beriman. Karena pengecut artinya ia tidak mau menanggung dan menghadapi risiko yang memang sudah menjadi konsekuensi dalam kehidupannya. Perilaku ini merupakan perilaku orang-orang yang skeptis ( ragu-ragu ) dalam keimanan, hanya ingin enak tanpa harus bersusah payah menghadapi masalah rumit. Sifat pengecut akan menjadi penghalang untuk maju dan pemberat langkahmenuju kesuksesan.

Tidak mustahil pada satu saat dunia ini dipenuhi dengan orang-orang yang memiliki sifat pengecut. Sebuah hadits Nabi SAW, memprediksikan di suatu masa umat Islam akan menjadi bulan-bulanan dan santapan empuk musuh-musuh Islam karena sudah mengidap penyakit wahn, yakni cinta dunia dan takut mati. Memang, penyakit wahn-lah yang menyebabkan umat Islam banyak yang menjadi pengecut sehingga tidak lagi disegani oleh musuh-musuhnya. Islam memandang hina orang yang pengecut. Baik pengecut untuk mempertahankan hidup sehingga gampang putus asa dan berbuat untuk mempertahankan eksistensinya dengan menghalalkan segala cara. Pengecut lantaran takut dikucilkan dari komunitasnya sehingga melakukan langkah-langkah yang dimurkai Allah demi mempertahankan dan menjaga pencitraannya di tengah komunitasnya. Pengecut karena berlainan dengan sikap banyak orang meskipun dengan mengorbankan harga dirinya. Atau pengecut untuk membela sebuah nilai meskipun dengan jalan mengorbankan dan menzhalimi orang lain.

Baca :   Bolehkah Ikut Merayakan Hari Raya Agama Lain?

Allah SWT selalu menggelorakan orang-orang yang beriman agar jangan pernah takut, jangan pengecut dalam menjalani kehidupan dan menegakkan kebenaran. Karena rasa takut akan membawa kegagalan dan kekalahan. Akan tetapi keberanian menjadi seruan yang terus berulang-ulang dikumandangkan. Karena keberanian adalah tuntutan keimanan. Iman pada Allah SWT mengajarkan menjadi orang-orang yang berani menghadapi beragam risiko dalam hidup ini terlebih lagi, risiko dalam memperjuangkan agama Allah.

Keberanian merupakan jalan untuk mewujudkan sebuah kemenangan dan buah dari kemuliaan keimanan. Tak pernah boleh ada kata gentar bagi seorang mukmin saat mengemban tugas bila ingin meraih kegemilangan. Dari sisi inilah orang beriman mendapatkan izzah ( kemuliaannya ). Firman allah SWT : “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (Ali Imran: 139)

Dahulu yang membuat gentar musuh-musuh Islam adalah keberanian pejuang-pejuang Islam yang menghambur ke medan perang dengan suka cita karena pilihannya sama-sama baik yakni hidup mulia dengan meraih kemenangan atau mati syahid di jalan Allah. Bahkan mereka jauh mencintai kemuliaan sebagai syahid sebagaimana kecintaan kaum kafir terhadap dunia. Dengan sikap ini kaum muslimin banyak memperoleh anugerah kemenangan dakwah di berbagai penjuru dunia.(FB/kasurau)


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Awas ! Ini Tanda – Tanda Jin Menyukai Anda

SerambiMINANG.com -Jin merupakan mahluk Allah dan mereka juga hampir sama dengan kita walaupun berada di …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: