Beranda / Uncategorized / Berhajilah Selagi Muda dan Sehat

Berhajilah Selagi Muda dan Sehat

KASURAU – Setelah perjalanan panjang dari hari jumat pukul 8 pagi waktu Tasikmalaya dan baru sampai di mekkah hari sabtu lepas maghrib atau tengah malam waktu indonesia alias 38 jam perjalanan, kami diberi waktu 2 jam untuk membereskan bagasi, pembagian kamar dan bersih-bersih badan. Selanjutnya kami akan melakukan thowaf qudum alias umroh wajib. Pukul 10 malam waktu saudi, mulailah kami melaksanakan umroh wajib, dan selesai pukul 01.30 ahad dini hari alias pukul 05.30 WIB. Nyaris dua hari dua malam tanpa istirahat cukup, kecuali saat di atas pesawat. Asli saat selesai sai, selonjoran di marwah itu betis rasanya udah kayak mau copot. Mata juga sepeeeet. Tapi gemuruh di dada rasanya enggan padam. Pengennya ngga pulang ke hotel, tapi langsung i’tikaf ke masjid menunggu shubuh. Apadaya fisik sudah memberi signal agar segera istirahat.

Paginya langsung gas poll lagi dengan thowaf sunnah. Walau pas bangun tidur rasanya badan remuk redam dan greges-greges. Kulawan semua rasa ngga enak itu. Sejak itu, hampir setiap hari saya bangun jam 02.00 dini hari, siap-siap mencelat ke harom bersama suami. Memulai hari dengan thowaf, pulang ke hotel selepas dhuha, makan, mandi, istirahat. Jam 10 udah mabur lagi ke harom. Pulang selepas dhuhur, makan, istirahat sebentar, pergi lagi. Demikian seterusnya. Hingga ada suatu masa, saya nyaris ngga pernah ketemu dengan teman sekamar, karena saya berangkat saat mereka masih lelap dan pulang saat mereka sudah pulas. Hehehe.

Capek ngga? Capek laaaah. Tapi lawan saja rasa capek itu. Tujuan ke sana kan bukan pengen istirahat atau bersenang-senang. Sayang banget kalau ke sana Cuma mau leyeh-leyeh di hotel aja. Mumpung di sana maksimalkan ibadah. Biarlah kemaruk pahala, peperiheun di tanah air mah suka males-malesan. Di sana mah jangaaan. Saatnya mendulang pahala di sana.

Baca :   Lebih Cepat Meraih Kemenangan Belum Tentu Lebih Baik

Alhamdulillah, ditakdirkan ke sana saat masih muda. Tenaga masih maksimal, kesehatan juga masih prima. Tak terbayangkan bila kesana saat sudah sepuh dan sakit-sakitan. Karena yang saya rasakan, haji itu betul-betul berrraat bila tidak ditunjang dengan fisik yang kuat.

Jangankan untuk thowaf dan sa’i. Untuk mencari tempat shof itu butuh tenaga. Apalagi saat keluar dari masjidil harom selepas waktu sholat. Subhanallah. Dua kali saya terjebak, terhimpit di antara lautan manusia di pelataran masjid saat mencari jalan pulang. Dari belakang kedorong, dari depan ke dorong, dari samping kanan dan kiri terdorong. Hingga sekedar mengambil nafas pun harus sambil mendongakkan kepala ke langit.

Karena alasan ini, dua teman sekamar saya lebih memilih sholat di pelataran masjid daripada masuk ke dalam masjid. Karena memang fisik beliau tidak mendukung untuk setiap saat masuk masjid, berjuang mendapatkan shof kemudian saat pulang harus uyel-uyelan lagi. Sayang bangeeeet, kan? Udah mahal-mahal, jauh-jauh dari Indonesia mengorbankan waktu, tenaga, ninggalin anak-anak. Tapi di sana ngga bisa maksimal. Sayang sayang sayang.

Dan tahukah berapa tarif untuk menyewa kursi roda berikut pendorongnya saat thowaf? Cukup dengan 1.5 juta rupiah sahajaaa… hanya untuk sekali thowaf. Dan untuk menyewa dari awal sampai akhir haji (dari awal kedatangan hingga selesai ibadah haji) adalah SR. 5200 alias 17 juta rupiah. Belum lagi obat-obatan yang harus mereka persiapkan dari tanah air. Saat sakitnya kambuh di saudi, mereka harus menebus sendiri obat yang diresepkan oleh dokter, karena para dokter hanya membawa bekal obat-obatan standart saja. Tapi insya Allah yakin saya, apa yang sudah mereka keluarkan untuk menyempurnakan haji mereka tak akan sia-sia. Pasti semua akan dibalas oleh Allah dengan sebaik-baik pembalasan.

Fayi


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Mahyeldi Berterimakasih Kepada Pemerintah Arab Saudi Atas Undangan Menunaikan Haji

serambiMINANG.com – Diundang sebagai haji khusus, Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo mengucapkan rasa …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: