Beranda / Berita / Dianggap Aliran Kepercayaan Yang Perlu Diwaspadai, Ini Jawaban Hizbut Tahrir Pesisir Selatan

Dianggap Aliran Kepercayaan Yang Perlu Diwaspadai, Ini Jawaban Hizbut Tahrir Pesisir Selatan

KASURAU – Baru saja pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengimbau masyarakat agar mewaspadai tiga aliran kepercayaan yang sedang berkembang di Kabuaten tersebut. Aliran-aliran kepercayaan tersebut adalah Jamiatul Islamiah (JI), Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik Pesisir Selatan Dailipal, di Painan, Kamis malam (16/10/14) (Baca : Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Ingatkan Warga Agar Waspadai Tiga Aliran Kepercayaan, Salah Satunya HTI )

Menanggapi hal ini, ketua DPD HTI Pesisir Selatan, ustadz Bustanuddin mengatakan bahwa belum melihat dan mendengar secara langsung mengenai informasi yang beredar di masyarakat tersebut. Namun menurut beliau, hal ini dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan dakwah Hizbut Tahrir.hrir

“Yang pertama, kami belum melihat informasi ini secara langsung. Kemudian yang kedua, sehubungan dengan aktivitas dakwah Hizbut Tahrir yang berhubungan dengan politik tentu saja tidak akan disenangi oleh pemilik jabatan tertantu di pemerintahan. Namun akan berbeda sikapnya dengan sikap-sikap beberapa kepala daerah atau pemik-pemilik jabatan yang sudah tau dan dekat dengan aktivitas Hizbut Tahrir.” sebagaimana disampaikan ustadz Bustanuddin saat dikonfirmasi oleh KASURAU.com (17/10/14).

Selain itu ustadz Bustanuddin juga menjelaskan bahwa sikap dari kepala kesbangpol itu diambil karena baru-baru ini aktivitas Hizbut Tahrir di Pesisir Selatan diisukan berkaitan dengan Islamic State of Irak and Syria (ISIS) hingga kader-kader Hizbut Tahrir harus berhubungan dengan polsek setempat.

“Baru-baru ini Hizbut Tahrir Pesisir Selatan dikait-kaitkan dengan ISIS. Informasi ini berasal dari individu-individu yang tidak senang dengan aktivitas Hizbut Tahrir disuatu tempat. Namun, bagi orang-orang yang memahami dakwah akan memahami ini sebagai sebuah kontra pemikiran.  Dari kejadian ini kami sampai berhubungan dengan sebuah kapolsek dan alhamdulillah justru sampai hari ini kami masih bisa berkomunikasi dengan pihak-pihak kapolsek setempat. Bahkan kami waktu itu menawarkan diri membuat kajian bedah pemikiran Hizbut Tahrir di mushalla polsek tersebut. Alhamdulillah setela itu pihak-pihak terkait termasuk pihak kapolsek dapat menerima positif penjelasn kami. Dan insyaAllah kami akan menjalin audiensi dengan pihak-pihak mereka agar tidak terjadi kesalahpahaman.” tambah ustadz Bustanuddin.

Baca :   Tangan Seorang Anak Terjepit Pagar Jembatan Suroboyo Ketika Orang Tuanya Asyik Bermain Facebook

Terakhir ustadz Bustanuddin mengimbau kepada kader-kader Hizbut Tahrir Pesisir Selatan untuk dapat meningkatkan amalan, meningkatkan aktivitas dakwah, dan meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan dakwah kepada ummat agar tidak terjadi kembali kesalahan komunikasi ditengah-tengah masyarakat.

“Himbauan kami untuk syabab atau kader-kader HTI, yang pertama untuk dapat meningkatkan amalan dan meningkatkan kedekatan kepada Allah swt karena hanya dengan kekuatan Allah-lah sebuah perkara akan mudah diselesaikan, yang kedua, agar syabab Hizbut Tahrir harus betul-betul meningkatkan aktivitas dakwah, agar masyarakat yang selama ini bisa jadi tidak paham dengan aktivitas dakwah Hizbut Tahrir, sehingga dengan sering dan gencarnya dakwah mereka semakin memahami aktivtas Hizbut Tahrir, yang ketiga kami akan meningkatkan kemampuan penyampaian atau komunikasi kepada ummat. Boleh jadi, kesalahpahaman ini terjadi karena penyampaian yang mungkin masih sulit dimengerti oleh masyarakat.” penutup dari ustadz Bustanuddin kepada KASURAU.com.

(fgz/kasurau) 


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Hizbut Tahrir Ajak Jokowi Bersikap Proporsional Jika Tidak Mau Membela Islam

serambiMINANG.com –¬†Untuk melihat secara jelas fakta keberagamaan di Indonesia, Presiden Joko Widodo harus melihat persoalan …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: