Beranda / Uncategorized / Membangun Ruh Semangat

Membangun Ruh Semangat

kasurau – Melihat kondisi dakwah kita saat ini yang memang secara mihwar terus berkembang, maka sudah selayaknya para kader dakwah memantaskan diri untuk turut hadir dan berkontribusi sesuai mihwarnya yang ada saat ini.

Dan kemudian menyadari bahwa semakin tinggi mihwar dakwah, maka akan semakin banyak tugas dakwah yang perlu diemban, oleh karena itu kader dakwah harus membangun kegairahannya.

Kegairahan untuk terus berbuat dan berjuang demi kokohnya dakwah ini. Tidak pernah lemah, kendur, atau bahkan mundur sedikitpun menghadapi rintangan. Tidak akan pernah gentar karena rintangan. Tidak pernah layu dengan bergulirnya zaman. Ia bagaikan batu karang ditengah lautan yang kokoh menghadapi terjangan ombak.

Berbicara tentang bina ruhil ghirah (membangun ruh kegairahan) dalam dakwah, kita akan teringat sebuah pesan yg berbunyi “Bila kalian menyambut tugas dakwah ini tidak sebagaimana sikap kalian terhadap tugas yang menyangkut urusan pribadi kalian, maka dakwah ini akan mengalami kekalahan yang telak.

Oleh karena itu sambutlah tugas ini dengan gairah.”

Amatlah tepat taujih pesan tersebut bila melihat sederetan tugas dan harapan umat.

Bila saja kader dakwah memahami dengan benar, maka mereka akan berupaya untuk menjaga kegairahannya agar tidak pernah redup sedikitpun. Karena, akan berakibat fatal dalam menunaikan tugas dakwah.

Sebaliknya, jiwa yang bergairah dalam menyambut tugas–tugasnya, akan mudah untuk menyelesaikannya. Bahkan dapat menemukan celah – celah sempit untuk menjadikannya sebuah peluang besar yang pada akhirnya menjadi penyebab kemenangan dakwah. Ia tidak pernah mundur tatkala bahaya menghadang. Ia tidak pernah lelah ketika peluh bercucuran. Yang ada dalam benaknya adalah kami siap mengembannya bukan sekedar untuk sebuah kemenangan, tapi kemuliaan..

Baca :   Satpam Bank Danamon Dipecat Karena Melaksanakan Shalat Jumat

Hal ini diteguhkan dan dikuatkan kembali oleh Allah Azza Wa jalla dalam Al-Qur’an :

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu prang-orang beriman. jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungghunya kaum (kafir) itu pun (pada perang badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syudaha. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim”.. (QS. Ali Imron: 139-140).

Karena itu sepantasnya bagi para kader dakwah untuk selalu berusaha meningkatkan gairahnya melalui amalan-amalan yang disunnahkan Rasulullah SAW. Sehingga gairahnya tidak kendur.

Sehingga, ibadah sunnah, mengkaji sejarah kepahlawanan islam, membayangkan pahala dan balasan yang dijanjikan Allah SWT, bercermin dari kehidupan kader-kader dakwah daerah terpencil yang sangat bersemangat untuk menyebarluaskan dakwah, menjadi kebutuhan. Amalan – amalan tersebut menjadi bahan bakar semangat yang menggelora.

Wallahu a’lam


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Awas ! Ini Tanda – Tanda Jin Menyukai Anda

SerambiMINANG.com -Jin merupakan mahluk Allah dan mereka juga hampir sama dengan kita walaupun berada di …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: