Beranda / Uncategorized / Inilah Yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menuju Pernikahan Barokah

Inilah Yang Perlu Dipersiapkan Untuk Menuju Pernikahan Barokah

KASURAU – Seorang ibu rumah tangga suatu ketika bertanya kepada saya, “Pak ustadz, bagaimanakah doa ketika akan melakukan hubungan suami isteri?” Saya kaget mendengar pertanyaan itu, mengingat ibu tersebut bukanlah pengantin baru atau calon pengantin. “Ibu sudah punya putra?” tanya saya. “Punya ustadz, satu putra berumur delapan tahun”, jawabnya. “Kapan ibu menikah?” tanya saya lagi. “Sembilan tahun yang lalu”, jawabnya.

“Masyaallah! Pertanyaan ibu terlambat sembilan tahun. Seharusnya ibu bertanya hal ini sembilan tahun yang lalu sebelum melangsungkan pernikahan. Lalu bagaimana ibu melakukan hubungan suami isteri selama ini?” tanya saya penuh keheranan. “Ya langsung saja ustadz, tidak pakai doa”, jawabnya santai.

Dialog di atas memberikan gambaran betapa banyak orang yang melaksanakan pernikahan tanpa memiliki persiapan yang memadai. Menikah seakan-akan hanyalah karena dorongan instinktif semata, bahwa jika seorang laki-laki dan seorang wanita ingin menikah, maka menikahlah. Tidak terpikirkan bahwa mestinya mereka melakukan sejumlah persiapan agar pernikahannya membawa barakah.

Makna Nikah

Kata nikah berasal dari bahasa Arab, yaitu an nikah. Secara bahasa, kata nikah bermakna himpunan atau kesatuan, yaitu berhimpunnya sesuatu dengan yang lainnya. Ada pendapat dari Al Azhari yang menyebutkan bahwa kata nikah dalam bahasa Arab berarti jimak (hubungan suami isteri). Orang yang bersuami atau beristeri dinamakan menikah karena apa yang dilakukannya menjadi jalan menujun praktek jimak.

Al Farisi berpendapat bahwa orang Arab membedakan secara tipis antara nikah dengan jimak. Jika dikatakan bahwa si Fulan menikah dengan Fulanah, yang dimaksud adalah akad nikah, namun jika dikatakan seseorang menikahi isterinya, maka yang dimaksud adalah jimak.

Al Qadhi Husain, misalnya, ia berpendapat bahwa makna asal dari kata nikah adalah jimak, sedangkan akad merupakan makna kiasan. Akan tetapi Al Qadhi Abu Thalib dan Mutawalli berpendapat sebaliknya. Mereka meyakini bahwa makna asal dari kata nikah adalah akad, sedangkan jimak adalah makna kiasan.

Baca :   Infrastruktur Sumatera Barat Terbaik di Indonesia

Islam meletakkan pernikahan sebagai bagian yang utuh dari keberagamaan seseorang, artinya dengan seseorang beragama Islam padanya dikenakan aturan pernikahan. Rasulullah saw telah bersabda :

“Apabila seseorang melaksanakan pernikahan, berarti telah menyempurnakan separuh agamanya, maka hendaklah ia menjaga separuh yang lain dengan bertaqwa kepada Allah” (riwayat Baihaqi dari anas bin Malik).

Demikian juga pengarahan Nabi saw :

“Menikah adalah sunnahku, maka barangsiapa tidak suka dengan sunnahku, ia bukan termasuk golonganku. Menikahlah, karena aku akan membanggakan jumlahmu yang banyak di hari akhir nanti” (riwayat Ibnu Majah dari Aisyah ra).

Akan tetapi untuk menunaikan tuntunan Islam dalam hal pernikahan in i tidak bisa dilakukan sembarangan. Diperlukan sejumlah persiapan yang memadai agar pelaksanaan pernikahan benar-benar menjadi jalan terlaksanakannya tuntunan agama. Persiapan melakukan apapun adalah awal dari keberhasilan. Apalagi untuk sebuah pernikahan, momen besar dalam kehidupan seorang laki-laki dan seorang perempuan.
 
Persiapan Diri Menjelang Pernikahan

Momen besar bagi mempelai laki-laki karena ia akan bertambah amanah dari tanggung jawab atas dirinya sendiri menjadi tanggung jawab terhadap sebuah keluarga. Bermula dari istri dan nantinya anak-anak. Ia akan menerima limpahan perwalian seorang perempuan dari ayah atau wali yang lain. Bagi seorang perempuan momen besar itu lebih luar biasa lagi. Ia akan mempersilahkan seorang laki-laki yang tadinya bukan apa-apanya, untuk memimpin dirinya. Kerelaan luar biasa.

Untuk sebuah peristiwa bersejarah itulah laki-laki dan perempuan muslim hendaknya memiliki kesiapan diri secara moral- spiritual, konsepsional, fisik, sosial dan material. 

a. Persiapan Moral dan Spiritual (KLIK)


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Awas ! Ini Tanda – Tanda Jin Menyukai Anda

SerambiMINANG.com -Jin merupakan mahluk Allah dan mereka juga hampir sama dengan kita walaupun berada di …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: