Beranda / Belajar Islam / 3 Fakta Tentang Puasa di Bulan Sya’ban Yang Wajib Diketahui

3 Fakta Tentang Puasa di Bulan Sya’ban Yang Wajib Diketahui

3 Fakta Tentang Puasa di Bulan Sya'ban Yang Wajib Diketahui

SerambiMINANG.com – Alhamdulillah, bulan Sya’ban telah menghampiri kita, dimana berarti sebentar lagi bulan Ramadhan akan tiba. Telah sering kita dengar sebuah doa, “Ya Allah, Berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan berkahilah pula kami di bulan Ramadhan” (HR. Imam Ahmad). Dengan berdoa seperti ini tentunya kita berarti mempersiapkan mental dan hati.

Persiapan menghadapi bulan Ramadhan ini tentunya dilakukan Ramadhan menjelang, agar dapat melaksanakan puasa dengan maksimal nantinya. Kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam mempersiapkan diri menjelang bulan Ramadhan adalah dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Tentunya apa yang dilakukan oleh Rasulllah SAW adlah contoh yang baik bagi kita dalam mempersiapkan diri menjelang Ramadhan datang.

Dr. Akram Ridha dalam bukunya yang berjudul Buyutuna fi Ramadhan mengungkapkan 3 fakta tentang puasa di bulan Sya’ban yang wajib harus diketahui agar tidak salah ketika mengaplikasikannya, sebagai berikut:

1. Puasa Nishfu Sya’ban (Pertengahan Sya’ban)

Mengkhususkan puasa pada Nishfu Sya’ban dengan menganggapnya lebih utama dari puasa-puasa sunnah lainnya ternyata tidak memiliki landasan dalil yang shahih. Namun, berpuasa pada hari-hari tersebut tetaplah diperbolehkan sebagaimana layaknya melaksanakan puasa ayyamul bidh atau puasa yang disunnah disetiap pertengahan bulan hijriyah.

2. Berpuasa setelah Pertengahan Sya’ban

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Apabila telah sampai pertengahan Sya’ban, tidak boleh melaksanakan puasa hingga Ramadhan.” Hadist ini mendapatkan komentar dari Ibnu Rajab: “Kebanyakan ulama melemahkan hadist tersebut dan ijma para ulama memerintahkan untuk tidak mengamalkan hadist tersebut karena bertentangan dengan hadist shahih yang tidak melarang untuk banyak berpuasa di bulan Sya’ban.

Dalam sebuah hadist yang disampaikan oleh Aisyah ra, ia berkata: “Tidaklah kami melihat Rasulullah menyempurnakan puasanya sebulan penuh selain bulan Ramadhan, dan tidaklah kami melihat beliau puasa lebih banyak selain bulan Sya’ban” (HR. Muslim).

Dalam hadist lainnya Aisyah ra juga mengatakan, “Nabi tidak berpuasa melebihi puasanya dibulan Sya’ban, karena beliau berpuasa penuh di bulan itu” (HR. Bukhari).

Baca :   Syarah Bulughul Maram, Bab Puasa (4); Mekanisme Penetapan Awal (Dan Akhir) Ramadan

Ibnu Rajab mengatakan bahwa sebagian ulama, termasuk diantaranya Ibnu Mubarak dan lainnya, lebih memilih pendapat yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah melaksanakan puasa selama satu bulan penuh selama bulan Sya’ban, namun diyakini beliau banyak melakukan puasa di bulan tersebut. Belau berdalil dengan hadist yang shahih yang diriwayatkan oleh Muslim dari Aisyah ra, ia berkata: “Sepengetahuanku, beliau (Rasulullah SAW) tidak pernah melaksanakan puasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan.”

3. Puasa Pada Hari Syak (Ragu apakah telah memasuki bulan Ramadhan atau masih di bulan Sya’ban)

Dalam sebuah hadist, Imam Tarmidzi menuturkan bahwa Amar bin Yasir ra mengatakan, “Barangsiapa yang berpuasa pada hari syak, sungguh ia telah durhaka pada Abul Qasim (Nabi Muhammad).”

Imam Tarmidzi mengatakan bahwa hadist tersebut adalah hasan shahih dan mayoritas ulama, sahabat dan tabi’in mengamalkannya. Hadist tersebut juga dijadikan sebagai dalil oleh Sufyan Ats-Tsauri, Imam Malik, Abdullah bin Mubarak, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan Ishaq, untuk memakruhkan puasa pada hari tersebut (syak).

Ulama bersepakat bahwa orang yang berpuasa pada hari tersebut harus mengqadha puasanya jika ternyata pada hari tersebut telah memasuki bulan Ramadhan. Namun jika hal tersebut dilakukan secara tidak sengaja (contohnya, puasa tersebut dilakukan karena terbiasa melakukan puasa bukan karena mengkhususkan berpuasa Sya’ban), tidak apa-apa melakukannya.

Abu Hurairah ra meriwayatkan dari Rasulullah saw, “Janganlah salah seorang diantara kalian mendahului puasa Ramadhan dengan puasa satu atau dua hari sebelumnya (kecuali) jika telah biasa berpuasa; tidak apa-apa berpuasa pada hari itu” (HR. Bukhari).

Demikianlah 3 fakta tentang puasa di Bulan Sya’ban yang wajib diketahui agar tidak salah dalam mengamalkannya.

Wallahualam
Abu Faguza Abdullah


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Bulan Ramadhan Menurunkan Kecintaan Pada Dunia dan Menaikkan Kecintaan Pada Akhirat

serambiMINANG.com – Apabila seorang mukmin telah bertekad untuk berjuang di jalan Allah, memenangkan agamaNya dan …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: