Beranda / Surau / Inilah Pemuda Minang Yang Berbisnis di Mesir Dengan Omset Ratusan Juta Rupiah

Inilah Pemuda Minang Yang Berbisnis di Mesir Dengan Omset Ratusan Juta Rupiah

Inilah Pemuda Minang Yang Berbisnis di Mesir Dengan Omset Ratusan Juta Rupiah

SerambiMINANG.com – Ahmad Basri, salah seorang mahasiswa pasca sarjana di American Open University, Cairo  asal Sumatra Barat,  sukses dengan bisnis warung bernama “Pasar Asia” di District 10th, Nasr City. Bisnis tersebut dirintis sejak 3 tahun yang lalu. Sesuai dengan namanya, warung miliknya menjual produk-produk Asia seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan Cina yang didatangkan langsung dari negara yang bersangkutan. Produk yang dijual berupa minuman, snack, bahan masak khas Indonesia seperti kecap, sambal, ikan asin, ikan teri, bumbu masak dan lain-lain. Juga ada obat-obatan dan produk mahasiswa seperti tahu, tempe dan cemilan khas nusantara.

Mayoritas konsumen adalah warga negara rumpun Melayu yang jumlahnya puluhan ribu orang. Selain  Pasar Asia, Ahmad Basri punya unit usaha lain, diantaranya Warung Bakso Flourida, transfer dan penukaran mata uang asing, jual pulsa Indonesia dan travel.

Warung Bakso Flourida memiliki banyak pilihan menu diantaranya bakso dinamit, bakso tahu dan yang paling khas adalah bakso atom Flourida. Warung ini juga menyediakan mie ayam dengan menu special mie ayam telor puyuh.

Baca :   [Alkisah] Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya

Dengan warung Pasar Asia dan warung baksonya, Ahmad Basri bisa meraup keuntungan sebesar 2.200 pound Mesir ( sekitarRp. 3.700.000) perhari atau Rp. 111.000.000 perbulan. Ahmad Basri punya 6 orang karyawan yang juga mahasiswa Indonesia.

Keberadaan Pasar Asia sangat berarti bagi WNI di Mesir, walaupun jauh dari tanah air, namun mereka masih bisa menikmati sebagian kecil cita rasa Indonesia. Pasar Asia juga telah membuka lapangan pekerjaan bagi mahasiswa dan menjadi donatur tetap dalam event-event mahasiswa Indonesia di Mesir.

Selain Ahmad Bashri, masih banyak mahasiswa Indonesia yang  terjun ke dunia bisnis. Setidaknya di Kairo ada sekitar 20 warung makan Indonesia, belasan travel wisata, umrah dan haji, toko pakaian dan masih banyak yang lain. Para pebisnis memanfaatkan media sosial sebagai alat marketing. Di Facebook, ada grup untuk pemasaran produk barang maupun jasa khusus warga rumpun Melayu seperti Pasar Mesir, Forum Jual Beli Masisir dan lain-lain.

Salman Arif/serambiminang


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Ghirah Sang Buya

serambiMinang.com – Mungkin banyak yang sudah melupakan buku Ghirah dan Tantangan Terhadap Islam karya Buya …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: