Beranda / Belajar Islam / MasyaAllah, Hadist Ini Mencakup Tujuh Puluh Bab Fiqh

MasyaAllah, Hadist Ini Mencakup Tujuh Puluh Bab Fiqh

MasyaAllah, Hadist Ini Mencakup Tujuh Puluh Bab Fiqh

SerambiMINANG.com – Hadist ini adalah hadist yang sangat shahih, memiliki ketinggian keutamaan dan begitu banyak manfaat yang terdapat di dalamnya. Keshahihannya tidak diragukan ketika Imam Bukhari dan Imam Muslim ikut memasukkan hadist ini ke dalam kitab-kitab hadist mereka.

Hadist ini menjadi salah satu pokok penting dalam ajaran islam hingga Imam Syafi’i dan Imam Ahmad berkata bahwa hadist ini mencakup sepertiga ilmu, begitu pula dengan banyak imam mazhab dan ulama mengatakan demikian.

Hadist ini diriwayatkan oleh Amirul Mukminin Umar bin Khattab, ia berkata: “Aku  mendengar Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa  yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang
ditujunya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Hampir seluruh ulama ahli hadist ketika memulai menulis kitab mereka, selalui mendahului dengan hadit ini. Hal ini disebabkan perbuatan manusia terdiri dari niat di dalam hati, ucapan dan tindakan, sementara niat merupakan bagian daripada ketiganya yang tidak dapat dipisahkan.

Atas hadist ini, Imam Syafi’i mengatakan bahwa “Hadist ini mencakup tujuh puluh bab fiqih” dan sejumlah ulama juga mengatakan bahwa hadist ini mencakup sepertiga daripada ajaran islam. MasyaAllah.

Ada tiga kandungan yang terdapat di dalam hadist ini sebagaimana diungkapkan oleh Ibnu Qadidil “Ied dalam Syahrul Arba’iina Hadiitsan An-Nawawiyah.

Baca :   Syarah Bulughul Maram, Bab Puasa (1): Puasa Sehari Dua Hari Sebelum Ramadan Dan Pada Hari Meragukan

Pertama, Pada hadist ini ada perbedaan pendapat dikalangan ulama, pertama,niat sebagai syarat sehingga amal tidak sah tanpa niat dan kedua niat sebagai penyempurna sehingga sehingga amal itu akan sempurna apabila ada niat. Namun demikian para ulama bersepakat bahwa “Segala amal itu tergantung niatnya…” hanyalah pada-amal yang dibenarkan oleh syriat sehingga tidak dibenarkan apabila sebuah keburukan dilakukan dengan niat yang baik kemudian mendasarkannya pada hadist tersebut, maka ini adalah sebuah kesalahan.

Kedua, pada susunan kalimat “Dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya”, menegaskan bahwa diterima atau tidaknya amal akan bergantung pada apa yang diniatkan. Syaikh Muhyidin An-Nawawi menerangkan bahwa niat menjadi syarat dari diterimanya sebuah amal.

Ketiga, pada kalimat “Dan Barang siapa berhijrah kepada Allah dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rosul-Nya” menegaskan bahwa siapapun itu yang kemudian meniatkan diri berhijrah atau berubah karena Allah SWT dan Rasulullah SAW maka akan mendapatkan pahala dari apa yang di niatkan. Pada akhir hadist ini sedang menceritakan sebab dari turunnya hadist ini, adalah dimana seseorang lelaki yang ikut berhijrah dari Makkah menuju Madinah dengan niat untuk mengawini seorang perempuan bernama Ummu Qais sehingga kemudian lelaki tersebut dijuluki sebagai Muhajir Ummu Qais.

Semoga kita dapat mengamalkan hadist ini, dimana hadist ini mencakup penjabaran yang sangat luas dimana mencakup tujuh puluh bab fiqih sebagaimana diutarakan oleh Imam Syafi’i

Wallahualam


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Tercelanya Orang-Orang Yang Melakukan Plagiat Terhadap Ayat-Ayat Allah SWT

serambiMINANG.com – Seorang penulis akan sangat marah bila tulisannya diplagiat oleh orang lain. Apalagi bila …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: