Beranda / Uncategorized / Pengungsi Muslim Rohingya di Aceh Dalam Kondisi Sangat Menyedihkan

Pengungsi Muslim Rohingya di Aceh Dalam Kondisi Sangat Menyedihkan

Pengungsi Rohingya di Aceh Dalam Kondisi Sangat Menyedihkan

SerambiMINANG.com – Sekitar 1.600 pengungsi Rohingya dan Bangladesh mendarat di Indonesia dan Malaysia dalam dua hari terakhir. Mereka diduga ditelantarkan oleh penyelundupnya selepas berlayar dengan perahu tahanan.

Minggu, 10 Mei 2015, sebanyak 600 orang tiba di pesisir Aceh dengan empat perahu. Di saat yang sama, sebanyak 1.018 orang mendarat dengan tiga perahu di utara Pulau Langkawi, Malaysia. Kepala Kepolisian Langkawi Jamil Ahmed mengatakan kelompok itu terdiri dari 865 laki-laki dan 101 perempuan.

Polisi menemukan perahu kayu besar bermuatan 350 orang terjebak dalam pasir di perairan dangkal di Pantai Langkawi. Kata Jamil, ada dua perahu lagi yang belum diketahui lokasinya. Menurutnya, berdasar cerita seorang pria Bangladesh, pengarah kapal menyuruh rombongan itu ke pesisir Malaysia. Si pemberi arahan itu sendiri kabur dengan kapal lain.

Para imigran tersebut mengatakan mereka tidak makan selama tiga hari. Kebanyakan mereka tampak kurus dan lemah. “Kami yakin akan ada lebih banyak kapal datang,” ujar Jamil, seperti dilaporkan Al Jazeera America, Senin, 11 Mei 2015.

Di Indonesia, menurut Steve Hamilton dari International Organization for Migration Jakarta, ketika empat perahu tiba di pesisir, beberapa penumpang melompat ke air dan berenang. Perahu mereka kehabisan bahan bakar dan diderek oleh nelayan yang menemukannya. Rombongan pengungsi ditampung di stadion Lhoksukon, ibu kota Aceh Utara.

Baca :   Alaa Laa

Letnan Kolonel Achmadi, kepala kepolisian setempat, mengatakan para pengungsi dirawat sekaligus ditanyai. Achmadi mencatat ada 573 etnis Rohingya dan Bangladesh, termasuk 98 wanita dan 51 anak-anak. Sebanyak 50 wanita dirawat di rumah sakit. Mereka sakit karena dua bulan terombang-ambing di laut. “Mereka kelaparan dan sangat kurus,” kata Achmadi.

Belakangan diketahui, perahu mereka berlayar dari Rakhine, Myanmar, terus berniat ke Thailand dan Malaysia. Beberapa tewas dalam perjalanan.

Etnis Rohingya terusir dari tanah mereka di Myanmar. Selama berpuluh tahun mereka hidup menderita karena diskriminasi oleh pemerintah dan kelompok Buddha di sana. Padahal pada Desember lalu Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak pemberian hak kewarganegaraan penuh pada Rohingya.

Chris Lewa, Direktur Arakan Project, mengatakan sudah 100 ribu orang Rohingya kabur dari Myanmar dalam tiga tahun terakhir. Lewa memperkirakan ada 7.000 hingga 8.000 etnis Rohingya dan Bangladesh dalam perahu yang parkir di Selat Malaka. Mereka tidak bisa ke darat karena razia perdagangan manusia di negara tujuannya, Malaysia dan Thailand.

sumber: tempo


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Aksi Rakyat Palestina Selama Ramadhan

serambiMINANG.com – Infopalestina: Bulan Ramadhan adalah Bulan Barokah, begitulah orang umat Islam  menyebutnya. Mereka bergembira …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: