Beranda / Wawasan Islam / Yang Masih Tersisa Dari Kepemimpinan Umat Islam Hari Ini

Yang Masih Tersisa Dari Kepemimpinan Umat Islam Hari Ini

Yang Masih Tersisa Dari Kepemimpinan Umat Islam Hari Ini

SerambiMINANG.com – Semenjak keruntuhan Lambang (terakhir) Supremasi Ummat Islam (Khilafah Ottoman 1924), praktis Ummat islam terus menerus menjadi langganan (dan dikerjai) oleh kebiadaban para kaum Kuffar. Pembantaian dan serangkaian okupasi yang dilakukan kepada negeri Muslim terus menerus terjadi.

Kalaupun ada negeri Muslim yang dipimpin oleh muslim, dibuat sistem negara itu sekuler liberal, Islam hanya untuk di mesjid sahaja tidak boleh masuk ke sudut sudut pemerintahan, atau setidaknya dibiarkan yang penting menjadi “pembantu setia barat”.

Jangan pernah lupakan tragedi Bosnia (Srebrenica) 8000 ummat islam dibantai kafir Serbia, jangan lupakan okupasi dan penjajahan kepada Bangsa Afghan dan Iraq. Ummat Islam Suriah yang hingga kini terus dihujani bom, bangsa Palestina yang tanahnya ada mesjid suci Al Aqsa, sebagai kiblat pertama terus dipenjara. Ribuan Muslim Uyghur tersiksa tidak dapat menjalankan hak nya untuk beribadah, dan kini ribuan Muslimin Rohingya kini terkatung katung tanpa ada satupun negara tetangganya yang mau menampung malah negara Miskin jauh dari afrika, Gambia, dan KSA yang mau menampung, dan Turki jauh jauh mendatangkan kapal perangnya untuk membantu Rohingya.

Kepemimpinan Mesir yang sah nan Demokratis pun dikudeta oleh para pemegang bedil. Mereka tidak mau dipimpin oleh seorang Muslim yang “islamnya islam secara luar dalam”, mereka hanya ingin dipimpina oleh seorang yang apapun agamanya yang penting kepentingan zionis dan salibis membahana di singgasana istana.

Kepemimpinan di negara – negara Asia Selatan, islam disana juga benar-benar praktis di bonsai. Pemimpin partai islam Jamaat e Islami di Bangladesh dihukum mati. Puluhan Juta Muslim di India juga tak begitu mengecap manis nya kebebasan beragama.

Sedangkan kita disini? masih disibukkan dengan bacaan Kitabullah dengan langgam nyanyian yang tidak pernah bersumber dari Rasulullah. Quran yang suci sedang dikotorkan dengan usaha-usaha menjadikannya hiburan semata atas nama budaya. Syiah perlahan tapi pasti terasa dan terlihat gerakannya, memasuki sendi sendi kehidupan dari kenegaraan hingga kemasyarakatan, imigran Syiah diterima tapi pengungsi Rohingya “ditendang”.

Baca :   Sebuah Nasehat: Bersikap Adilah Terhadap Umat Budha Indonesia

Ya kita masih disibukkan urusan bagaimana anak cucu dapat mengisi perut dengan halal dan thayyib dari bahan bahan palsu, beras palsu, telur palsu, dan bagaimana berjuang menyambung nyawa karena kenaikan bahan bakar yang makin mencekik leher rakyat.

Ya, kita disibukkan pemimpin zhalim yang ingin menghapus agama di KTP, pemimpin kuffar yang ingin memfasilitasi pelacur bahkan memberinya sertifikasi, pemimpin tamak yang ingin melegalkan miras, pemimpin bodoh yang terus meng-impor bus karatan yang mudah terbakar, pemimpin korup yang terus membonsai lembaga pemberantasan korupsi.

Ya, kita disibukkan oleh Pemimpin yang memusuhi Islam dengan memblokir media media islam penyuara Syiar dan dakwah.

Ya, kita masih disibukkan dengan kepemimpinan kenegaraan yang jauh dari independensi, capability dan integrity !!!.

Alhamdulillah..di tengah keterpurukan yang terus datang bertubi tubi, Allah masih memberikan harapan.. dari kepemimpinan Salman bin Abdul Aziz dan Erdogan.. Saya tidak ingin berharap lebih dan muluk, tapi banyak indikator indikator yang menunjukkan kepada kita ada secercah harapan untuk kebangkitan. Syiah Houthi pengkudeta di Yaman dihajar dan Mursi pun ingin diselamatkannya, hingga bantuan konkrit untuk Rohingya. Semoga Allah menguatkan dan mencurahkan keberkahan kepemimpinan Salman dan Erdogan.

Kalau lah Turki dan KSA masih menjadi harapan tersisa, kapankah kebangkitan yang menurut bisyarah, lahir dari Timur, setelah hampir 100 tahun lambang kekhilafahan itu runtuh? 

Mari kita yang lahir dari “Negeri Timur” harus sama – sama mampu menjawabnya.

Menunggu Magrib di Ummul Hamaam, Riyadh
22 Mei 2015
Aji Teguh Prihatno


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Erdogan Maafkan dan Cabut Semua Gugatan Hukum Penghina Dirinya

serambiMINANG.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia mencabut seluruh gugatan hukum terhadap mereka …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: