Beranda / Surau / Sejarah Islam / Inilah Mengapa Peci Sultan Dinasti Ottoman Sangat Besar

Inilah Mengapa Peci Sultan Dinasti Ottoman Sangat Besar

Peci-Sultan-Dinasti-OttomanserambMINANG.com – Menjadi tanda tanya adalah mengapa Peci Sultan Dinasti Ottoman sangat besar? Dinasti yang biasa disebut juga dengan dinasti Turki Utsmani ini, berkuasa pada abad ke 13 sampai dengan abad ke 19 masehi yang kemudian menguasai dunia arab dan Eropa.

Dinasti ini mengalami masa keemasan di bawah kepemimpinan Sulaiman Agung. Pada masa Sulaiman Agung penaklukan sampai dengan seluruh wilayah Afrika Utara kecuali Maroko.

Namun ada hal yang unik dari kepemimpinan setiap Sultan pada Dinasti Ottoman ini, dimana semua peci Sultan Dinasti Ottoman sangat besar.

Ternyata peci Sultan Dinasti Ottoman sangat besar bukan tanpa sebab. Itu bukanlah sekedar peci ataupun mahkota. Peci Sultan Dinasti Ottoman sangat besar tersebut ternyata adalah sebuah kain kafan. Kain kafan, yang kemudian dibalut dan diikat membentuk sebuah peci atau mahkota. Dan kemudian hal ini menjadi salah satu syarat untuk siap menjadi seorang Sultan di Dinasti Ottoman.

Peci Sultan Dinasti Ottoman sangat besar dengan balutan kain kafan ini ternyata memiliki arti bahwa seorang pemimpin Turki harus memiliki jiwa seorang pejuang dan harus berani untuk memimpin setiap peperangan dengan berada pada barisan terdepan.

Baca :   Ummati... Ummati... Ummati...

Selain itu, peci Sultan Dinasti Ottoman sangat besar kenapa dibalut dengan kain kafan, bertujuan sebagai pengingat bagi setiap Sultan pada Dinasti Ottoman bahwa kematian selalu mengintai mereka, sehingga ketika kematian datang, kain kafan telah disiapkan di atas kepala mereka.

Hal ini yang kemudian menjadi pengingat bagi para Sultan agar memimpin pemerintahan dan rakyat, harus menyadari bahwa hal tersebut adalah amanah dan bukanlah sesuatu yang kemudian patut untuk dibangga-banggakan. Dan ketika seorang sultan akan berbuat dzalim maka Dia akan ingat dengan kain kafan yang berada di atas kepalanya.

Sultan Bayazid, adalah salah seorang sultan Dinasti Ottoman yang kemudian dikafani dengan menggunakan peci berbalut kain kafan yang berada di atas kepaanya. Namun dia dikafani dalam keadaan syahid ketika berjihad melawan terntara Romawi yang berkoalisi besar dengan Rusia dan Jerman pada saat tersebut.

Wallahualam
(berbagaisumber)


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: