Beranda / Berita / Turki dan Qatar Akan Buka Universitas Internasional Untuk Pengungsi Suriah

Turki dan Qatar Akan Buka Universitas Internasional Untuk Pengungsi Suriah

Universitas-Internasional-Untuk-Pengungsi-Suriah-oleh-turki-dan-qatarserambiMINANG.com – Turki dan Qatar telah bersepakat akan membuka universitas internasional untuk pengungsi Suriah, yang akan berlokasi di sebuah kota di Provinsi Gaziantep, Turki tenggara, tulis Al Arabiya, Rabu (10/6/2015).

Fatma Sahin, walikota Gaziantep yang pernah menjabat menteri urusan keluarga, mengatakan kepada kantor berita Anadolu bahwa kedua belah pihak sedang melakukan studi kelayakan, dan lokasi yang tepat universitas internasional untuk pengungsi Suriah ini akan ditetapkan segera.

Universitas internasional untuk pengungsi Suriah ini akan mengajar berbagai mata kuliah untuk pengungsi Suriah dalam bahasa Inggris dan Arab.

Pada Oktober 2014, Sheikha Mozah, ibunda dari Emir Qatar, mengunjungi sebuah kamp pengungsi Suriah di Gaziantep bersama ibu negara Turki Emine Erdogan. Kunjungan ini dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman untuk proyek-proyek pendidikan bersama bagi para pengungsi Suriah.

Sebanyak 2 juta warga Suriah telah menyeberang ke Turki sejak 2011, di antaranya sekitar 50.000 pemuda pemudi pada level usia berkuliah di universitas.

Sejauh ini, 1.526 pengungsi telah meraih beasiswa universitas, dan rencananya jumlah penerimaan bea siswa akan mencapai lebih dari 5.000 mahasiswa selama lima tahun. Beasiswa meliputi dana hibah bulanan, serta dukungan akomodasi, jaminan sosial, transportasi dan biaya pendidikan universitas.

“Kami berharap para mahasiswa Suriah akan berpartisipasi dalam pembangunan jika kelak mereka kembali ke Suriah. Mestinya mereka memilih jurusan teknik sipil, sosiologi atau psikologi,” tutur Serdar Gundongan, kepala mahasiswa internasional di Ditjen Pendidikan Tinggi Turki kepada al Arabiya News.

Baca :   Rizki Rahmad Ramadhon Kapok Gemuk dan Ingin Kurus, Kita Do'akan

Mahir Hamis, 21, menyeberang ke Turki bersama keluarganya pada 2012. Keluarganya saat ini tinggal di tenda pengungsi di sebuah kota di provinsi selatan Hatay, di berbatasan Suriah-Turki. Hamis mendapat beasiswa tahun lalu dan pindah ke Ankara untuk belajar di Universitas Gazi.

“Setelah saya mendengar tentang kemungkinan beasiswa di Turki, sebuah halaman baru telah terbuka dalam hidup saya,” katanya. Hamis kuliah di jurusan pengajaran tunanetra, dan ingin menggunakan apa yang telah ia pelajari ketika ia kembali ke Suriah.

“Mendukung pengungsi Suriah belajar di universitas, bagi Turki ini adalah investasi di masa depan dan menggagalkan mereka dari menjadi generasi yang hilang, serta mendorong mereka untuk berkontribusi pada pembangunan tanah air mereka setelah mereka kembali,” tutur Metin Corabatir, bekas juru bicara badan pengungsi PBB UNHCR di Turki,.

“Suriah bakal butuh insinyur, dokter serta guru ketika negara ini mulai membangun dari awal setelah perang saudaraber panjangan. Jadi, mendidik mereka dalam bahasa Inggris dan Arab, sesuai dengan standar ilmiah yang diterima secara internasional, akan menjadi aset,” tambah Corabatir, yang mengepalai Pusat Suaka dan Migrasi di Ankara.

Pengungsi Suriah yang mampu melanjutkan pendidikan di universitas Turki dengan status “mahasiswa khusus”, tetapi tidak jelas sampai sejauh mana sertifikat kelulusan mereka akan diakreditasi secara global.

(inilah/SM)


Tentang Abu Faguza Abdullah

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.S. Muhammad: 7)

Lihat Juga

Keren .. Supermarket Indonesia Kini Hadir di Qatar

serambiMINANG.com –¬†Duta Besar (Dubes) RI untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi bersama Guru Besar Universitas Pertahanan …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: