Beranda / Wawasan Islam / Waktu Adalah Pertanggungjawaban dan Apa Jawaban Mu di Akhirat Nanti?

Waktu Adalah Pertanggungjawaban dan Apa Jawaban Mu di Akhirat Nanti?

waktu-adalah-pertanggungjawabanserambiMINANG.com – Untuk kesekian kalinya mendengar ungkapan “Time is Money”. Disela-sela rutinitas sebagai mahasiswa. Disaat dikejar oleh deadline tugas kuliah, maka seorang teman berkata, “Waktu itu adalah uang kawan”. Jika subtansi yang ingin disampaikan adalah waktu itu begitu berharga maka kita akan setuju. Tapi ketika pentingnya waktu itu dikaitkan atau disetarakan  dengan uang, disitu terkadang kita merasa tidak nyaman.

Ya, selama ini, ungkapan ini mungkin sering kita dengar dan itu kemudian dikutip sebagai motto/motivasi hidup oleh sebagian masyarakat kita, apalagi di kalangan intelektual dan para pebisnis, “Time Is Money, Waktu adalah uang”.

Terlepas siapakah pencetus dari ungkapan ini, yang jelas ungkapan ini sesungguhnya berasal dari masyarakat barat yang mayoritas penganut paham materialisme, sekulerisme dan liberalisme. Dan hingga saat ini masyarakat barat yang menganut paham materialisme ini masih begitu teguh menggunakan motto ini.

Jika melihat latar belakang pemahaman mereka, visi dan misi hidup mereka, maka adalah hal yang wjar bagi mereka begitu “mengangungkan” motto ini. Syaikh ‘Aidh Al Qorni berkata dalam bukunya “Laa Tahzan”, kehidupan mereka tidak lebih dari seputar urusan perut, tahta dan wanita. Itu saja.

Jadi motto “Time Is Money” itu sangat pas untuk mereka. Tapi menjadi aneh bin lucu jika kemudian seseorang yang mengaku Muslim ikut-ikutan “mengamini” motto ini bahkan terkagum-kagum dengannya. Padahal, ungkapan ini jelas tidak layak untuk “dikonsumsi” oleh setiap muslim. Kenapa? Karena sesungguhnya konsep ini bertentangan dengan ajaran agama kita yang luhur.

Allah SWT Berfirman,

“DEMI MASA. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh. Dan saling menasehati dalam kebenaran. Saling menasehati dalam kebaikan” (QS.Al Ashr: 1-3)

Perhatikan. Allah tidak mengatakan, “Demi Massa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang memiliki harta yang banyak. Uang yang berlimpah”. Tidak. Allah tidak menjadikan kepemilikan terhadap harta sebagai pengecualian atas ruginya seseorang dengan waktunya. Tidak.

Mengaitkan antara waktu dan uang itu tidak tepat.  Jika kita merujuk kepada ajaran agama kita yang luhur (Islam), maka ungkapan yang tepat itu adalah, “Waktu adalah pertanggungjawaban”.

Ya, waktu adalah pertanggungjawaban. Karena setiap detik kehidupan kita pastilah akan dimintai pertanggungjawaban kelak disisi Allah SWT.  Setiap detak jantung, desahan nafas, ayunan tangan,   langkah kaki dan lintasan pikiran semuanya akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT di akhirat kelak.

Allah SWT Berfirman,

“Dan takutlah kamu akan suatu hari ketika kamu semua dikembalikan kepada Allah, lalu setiap diri diberikan balasan terhadap apa yang telah dikerjakannya (ketika di dunia)…” (QS.2:281)

“Apakah manusia mengira mereka akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban?” (Qs.Al Qiyamah: 36)

Baca :   Bulan Ramadhan Menurunkan Kecintaan Pada Dunia dan Menaikkan Kecintaan Pada Akhirat

Rasulullah SAW bersabda,

“Setiap kalian adalah pemimpin. Dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT”.

Maka jelaslah bagi kita bahwa kehidupan seorang muslim itu tidak main-main dan tidak asal- asalan.
Waktu yang diberikan Allah kepada kita bukanlah untuk uang, bukan untuk harta, karena itu semua terlalu remeh.

Setiap detik kehidupan muslim itu sangatlah berharga. Setiap detik kehidupan mereka ibarat mutiara yang sangat mahal harganya, yang akan menjadi modal bagi mereka untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Kehidupan setiap muslim adalah sebuah amanah yang akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah kelak.

Jika ini diyakini oleh setiap muslim dengan keyakinan yang mantap dan kuat,  maka pastilah kehidupan setiap muslim itu, perbuatan mereka, visi hidup mereka, impian mereka, harapan mereka akan jauh lebih unggul dan berkualitas dari pada orang orang yang memiliki motto waktu adalah uang tadi. Kenapa?

Karena setiap muslim, cita- cita hidupnya, visi hidupnya, impian dan harapannya itu tinggi dan sangat bergengsi sekali, yakni akhirat.

Ingatan akan pertanggungjawaban di akhiratlah inilah yang kemudian akan menjadi kekuatan dahsyat untuk mendorong mereka agar senantiasa melakukan perbaikan dalam hidup ini. Senantiasa berhati -hati dalam berkata dan berbuat. Senantiasa berusaha menebarkan kebaikan dan manfaat bagi sesama. Mereka diterangi oleh cahaya Ilahi. Dituntun oleh teladan sang Nabi.

Ketika seorang politikus meyakini waktu adalah pertanggungjawaban, maka pastilah ia akan memanfaatkan masa jabatannya dengan sebaik-baik nya. Ia tidak akan mungkin mau korupsi. Ia tidak akan mau melalaikan tugasnya. Seorang pelajar pasti tidak akan mau berbuat curang ketika ujian. Ia pasti akan menghabiskan waktu di sekolah/dikampus dengan  rajin dan giat belajar karena merasa punya tanggung jawab. Seorang pedagang tentu tidak akan mau berbuat curang dalam transaksi jual beli. Seorang guru pasti akan sungguh- sungguh mendidik siswanya karena merasa punya tanggungjawab terhadap negara yang telah menggajinya apalagi dihadapan Allah kelak. Seorang karyawan pasti akan rajin bekerja dengan penuh dedikasi dan kejujuran, karena merasa punya tanggung jawab terhadap perusahaan apalagi dihadapan Allah kelak atas amanahnya sebagai karyawan.

Bukankah dengan meyakini waktu adalah pertanggungjawaban, setiap muslim akan menjadi jauh lebih produktif dari  mereka yang hidupnya begitu remeh seputar: perut, tahta, wanita.

Namun, pada kenyataannya kenapa justru orang Islam tertinggal dari mereka (non muslim) dari sisi ekonomi, pendidikan dan lain lain?

Bisa jadi jawabannya adalah karena mereka belum sepenuhnya meyakini dan meresapi konsep “waktu adalah pertanggungjawaban” menurut agama Islam.
Wallahu’alam.
Subhanaka laa ‘ilma lana, illa ma ‘allamtana, innaka antal ‘alimul hakim.


Tentang Rizki Fadillah

Mahasiswa Fak. Ekonomi Univ. Rau, Staf PPSDM UKMI Ar Royyan Universitas Riau, Hobi Membaca, Menulis, dan Berdiskusi. Motto hidup: Berpacu dalam kebaikan (QS.2:148)

Lihat Juga

Jangan Ragu, Utamakan Akhirat, Dunia Pun Akan Kita Dapat

serambiMINANG.com – Keindahan dunia akan nampak mempesona bila mata ini masih terbuka. Lakukan karya terbaik …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: