Beranda / Surau / Pemikiran Islam / Homoseksual, Ancaman Umat Manusia Zaman Ini

Homoseksual, Ancaman Umat Manusia Zaman Ini

homoseksual-ancaman-umat-manusiaserambiMINANG.com – “Kakek-nenek, ayah-ibu, dan anak-anak” Inilah gambaran keluarga yang setiap manusia yang berakal pasti menyadari bahwa ini adalah unsur keluarga sempurna. Pasangan kakek-nenek akan menghasilkan keturunan-keturunan yang akan menjadi ayah-ibu kita. Dan perkembang biakan hidup manusia akan selalu dimulai dengan pertemuan sepasang manusia seperti ini (laki-laki dan perempuan). Semenjak pertama adam diciptakan maka diciptakan pulalah hawa, lawan jenis yang membuat adam tenteram hidup disurga dan dapat melansungkan hidupnya dengan tenang setelah diturunkan ke bumi. Ternyata Allah tidak menciptakan dua orang adam agar keduanya dapat hidup tenteram dan tenang, tapi justru Allah menciptakan hawa sebagai teman hidup bagi adam. Karena seperti itulah fitrah dari makhluk hidup, berpasang-pasangan (laki-laki dan perempuan), tidak hanya manusia tapi seluruh makhluk hidup. Dan khusus manusia, Allah telah tetapkan ketertarikan diri pada manusia lain yang berbeda jenisnya.

“Wahai manusia, bertaqwalah kamu kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) dan (Allah) menciptakan pasangannya (hawa) dari nya, dari keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak, bertaqwalah kepada Allah yang dengan namaNya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan kekeluargaan, sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu”(An Nisa’ 4 : 1 )

Adam dan Hawa adalah nenek moyang seluruh umat manusia. Ternyata nenek moyang manusia ini bukan adam saja dan bukam hawa saja melainkan adam dan hawa (laki-laki dan perempuan). Maka peradaban umat manusia ini tidak akan ada kalau hanya dimulai dari dua orang adam, ataupun dua orang hawa.

Nah, bagaimana dengan homo seksual??

Homoseksual bukanlah barang baru, bahkan ini sudah ada sejak ribuan tahun silam, lebih tepatnya kaum nabi luth. Kisah ini telah diabadikan dalam Al Qur’an. Lihatlah bagaimana luth memperingati mereka yang penyuka sesama jenis.

“Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, Dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”.(Asy-Syu’ara (26): 165-166

Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri”. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. (Al A’raf 7: 80-84)

Betapa Allah telah mengazab para homoseks karena perbuatan yang di dalam Al Qur’an dilabeli dengan perbuatan ‘keji’. Bahkan hukuman yang pantas untuk para homoseks ini tidak lain dan tidak bukan adalah dibunuh pelakunya. Sebagaimana Rasulullah menegaskan akan perilaku kebablasan ini, “Bunuhlah fa’il dan maf’ul (pelaku)-nya (kedua-duanya)”(HR. Abu daud dan Tirmidzi).

Baca :   Kisah Mantan Pemimpin Negara Besar Memilih Hidup Sederhana

Belum lama berselang, kiblat ‘HAM’ yang selama ini dijadikan patokan dunia, ‘Amerika’ telah melegalkan pernikahan dan memberi ruang bebas untuk penyuka sesama jenis. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah jika sikap ini juga dipedomani oleh negara-negara di dunia, maka bersiaplah untuk kepunahan umat manusia. Karena tidak akan bisa dan tidak akan mungkin dua orang laki-laki ataupun dua orang perempuan yang bersekongkol dalam perkawinan akan mempunyai keturunan, lalu apakah yang mereka perturutkan selain nafsu? Bahkan anjing yang haram dan tidak berakal sekalipun tidak akan melampiaskan nafsu birahinya kepada sesama jenis. Namun hal yang lebih parah memperturutkan hawa nafsunya justru muncul dari manusia yang hilang akalnya, hingga mereka merwndahkan diri mereka sendiri pada level yang sangat rendah bahkan lebih rendah dari binatang sekalipun.

“……….Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.”(QS. Al-A’raaf: 179).

Ternyata mereka punya alternatif lain untuk punya anak, yaitu dengan mengadopsi anak. Betapa malang dan menyesalnya anak yang di adopsi oleh pasangan homoseksual ini. Ketika anak-anak pada umumnya memiliki ayah dan ibu, sementara dia di dibingungkan dengan dua ayah atau dua ibu. Maka psikologis anak akan terganggu dengan kondisi seperti ini.

Kondisi terburuk dari pengesahan perkawinan sesama jenis ini tentu tidak lain dan tidak bukan adalah kepunahan peradaban umat manusia. Ibarat menyirami ladang yang salah, tentu ladang ini tak akan menuai hasil. Sementara untuk mendapatkan hasil mestilah yang di sirami itu adalah ladang yang benar. Siapa ladang yang benar yang dimaksud dalam perumpamaan ini?? Itulah pasangan-pasangan berupa istri-istri yang dikaruniakan Allah. Pasangan laki-laki dan perempuan. Karena ketika yang berkomplot (red: kawin) sesama laki-laki atau sesama perempuan maka tidak akan menghasilkan apa-apa, melainkan kerusakan. Maka ancaman terbesar peradaban umat manusia hari ini tidak lagi keberadaan teroris, tapi adalah keberadaan para ‘Homoseksual’. Karena tidak tanggung-tanggung, penyakit homoseksual ini akan menggerus keberlansungan peradaban umat manusia menuju kepunahan.

“Isteri-isterimu adalah (seperti) ladang tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah ladang bercocok-tanammu itu dengan bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. (Al Baqarah 2: 223)


Tentang Andri Oktavianas

Koordinator #IndonesiaTanpaJIL Padang

Lihat Juga

Barat dan Kebenaran

Kebenaran bagi kebanyakan orang timur, atau khususnya bagi masyarakat muslim bukanlah hal yang terlalu sulit …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: