Beranda / Surau / Dakwah / Inilah 72 Golongan Yang Dijamin Allah SWT Masuk Neraka dari 73 Golongan

Inilah 72 Golongan Yang Dijamin Allah SWT Masuk Neraka dari 73 Golongan

73-golonganserambiMINANG.com – Dari Ibnu Umar, dia berkata,”Rasulullah SAW bersabda, “Benar-benar akan terjadi pada umatku seperti yag terjadi pada Bani Israel, layaknya sepasang terompah, sampai-sampai jika ada diantara mereka yang menyetubuhi ibunya secara terang-terangan, tentu ditengah umatku ada pula yang berbuat demikian. Sesungguhnya Bani Israel terbagi menjadi 72 golongan , sedangkan umatku terbagi menjadi 73 golongan. Semuanya ada di neraka kecuali satu golongan. Mereka bertanya,”Golongan apa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,”yang berada pada jalanku dan para sahabatku”(HR Tirmidzi)

Banyak umat muslim yang sudah tidak asing lagi dengan Hadits ini, tentang Islam yang terpecah menjadi 73 golongan dan hanya satu golongan saja yang masuk surga. Namun diantara yang mengetahui hadits ini hanya sedikit saja yang memahami dan bersikap dengan tepat. Bahkan kebanyakan umat muslim karena ketidak tahuannya menjadikan setiap jamaah adalah golongan yang harus ditakuti dan dijauhi karena dipandang akan masuk neraka.

Benarkah demikian? Barangkali tentang golongan yang akan masuk neraka memang harus dijauhi, akan tetapi tentu kita tidak bisa men-generalisir semua golongan yang akan masuk neraka. Karena ada satu golongan yang dijamin dalam hadits tersebut.  Lalu timbul pertanyaan, “golongan mana yang masuk neraka dan golongan mana yang akan masuk surga?”

Rasulullah SAW sebagaimana telah diriwayatkan oleh imam Malik, bersabda “Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan sesat selamanya selama berpegang teguh dengan keduanya, Kitabullah dan sunnah”

Dan telah termaktub pula dalam Al Quran surat Al An’am ayat 153 “Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalanKU yang lurus, maka ikutilah diadan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain).

Dengan kata lain golongan yang selamat dari 73 golongan itu adalah golongan yang berpegang teguh kepada Al Quran dan sunnah. Namun kebanyakan umat Muslim memilih bersikap sinis dengan orang-orang yang berjuang bersama-sama (Berjamaah) dalam menjalankan Al Quran dan Sunnah (Ahlu Sunnah). Bahkan tidak sedikit yang menganggap itu adalah golongan yang harus dijauhi, dtakuti, bahkan dicurigai sebagai aliran sesat tanpa menelaah terlebih dahulu. Inilah penyakit kebodohan yang menjangkiti umat Muslim hari ini, tidak lagi mengetahui ajaran pokok Islam itu sendiri sehingga tidak lagi memiliki standar dalam menilai kebenaran atau kesalahan. Padahal ‘Jamaah’ merupakan sunnah nabi SAW. Nabi SAW telah menegaskan perlunya berjamaah dalam mempertahankan Al Quran dan Sunnah, sebagaimana telah diriwayatkan dari Imam At Tirmidzi

“Barangsiapa diantara kalian suka mendapatkan taman surga, maka hendaklah ia mengikuti Al Jama’ah, karena setan itu beserta satu orang, adapun dari dua orang dia lebih jauh lagi”

Begitu pentingnya berjamaah. Setan yang menjadi musuh abadi manusia akan selalu mengincar kita sebagai mangsanya, mengintai, mengendap-endap, membuat perangkap, hingga kita lengah dan dalam keadaan lemah (sendiri/ tidak berjamaah) maka setan akan menangkap kita dengan ganasnya. Karena tanpa disadari setiap korban yang dijerumuskan setan akan mengikutinya ke dalam neraka, bahkan menganggap jalan itu benar. Begitu pentingnya berjamaah di atas Al Quran dan Sunnah, agar kita terhindar dari golongan-golongan yang telah keluar darinya (Al Quran dan Sunnah)

Jika ada yang bertanya, “Apakah golongan-golongan itu dapat diketahui?”

Dalam Talbis Iblis karangan Ibnul Jauzi (bukan Ibnu Qoyyim Al Jauzi) disebutkan “kami hanya tahu golongan-golongan yang menonjol. Apalagi setiap golongan bisa dibagi-bagi lagi menjadi beberapa kelompok. Kalaupun kami tidak bisa menyebutkan semua nama-nama itu, kita bisa mengetahui golongan-golongan yang menonjol, seperti haruriyah, qadaryah, jahmiyah, murji’ah, rafidhah dan jabariyah.

Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa memang enam golongan inilah yang menjadi akar berbagai golongan yang sesat. Masing-masing dari enam golongan ini terbagi menjadi dua belas golongan, sehingga jumlahnya menjadi tujuh puluh dua golongan. Inilah pembagian masing-masing golongan:

Pertama: Golongan Haruriyah, yang terbagi menjadi dua belas golongan, yaitu

1. Azraqiyah. Mereka berpendapat bahwa siapapun tidak diakui sebagai seorang mukmin dan mereka mengafirkan semua muslim yang mendirikan shalat ke arah kiblat, kecuali jika mereka sejalan dengan pendapatnya.
2. Abdhiyah. Mereka berkata “siapapun yang sejalan dengan kami, maka dialah orang mukmin dan siapa yang tidak sejalan dengan kami, maka dia adalah orang munafik”
3. Tsa’labah. Mereka berkata “Allah tidak menetapkan qadha dan qadar”
4. Hazmiyah. Mereka berkata “kami tidak tahu persis apa iman itu. Semua makhluk akan mendapat ampunan”
5. Khalfyah. Mereka berkata “siapapun yang tidak berjihad, laki-laki maupun wanita adalah kafir”
6. Makramiyah. Mereka berkata “seseorang tidak boleh bersentuhan dengan orang lain, karena tidak diketahui siapa yang suci dan siapa yang najis”.
7. Kanziyah. Mereka berkata “seseorang tidak boleh memberikan hartanya kepada orang lain, karena boleh jadi dia tidak berhak atas harta itu. Oleh sebab itu dia harus tetap meyimpannya, hingga muncul orang-orang yang benar.
8. Syamrahiyah. Mereka berkata “boleh menyentuh wanita lain mahram, karena mereka sama dengan perhiasan”
9. Akhnasiyah. Mereka berkata “setelah meninggal dunia, orang tidak akan mendpatkan balasan yang baik maupun yang buruk”
10. Mahkamiyah. Mereka berkata “siapa yang menetapkan suatu hukum terhadap orang lain, maka dia adalah orang kafir”
11. Mu’tazilah (dan golongan Haruriyah). Mereka berkata “bagi kami sama saja kedudukan ‘Ali dan Mu’awiyah. Karena itu kami menyatakan untuk berlepas diri dari golongan mereka berdua”
12. Maimuniyah. Mereka berkata “Imam tidak di anggap sah kecuali atas ridha orang-orang yang kami cintai”

Kedua: Golongan Qadariyah, yang terbagi menjadi 12 golongan yaitu:

1. Ahmariyah. Mereka berpendapat bahwa syarat adil yang berasal dari Allah ialah jika Dia menguasai seluruh urusan hamba-hambaNya dan menabiri antara diri mereka dan kedurhakaan mereka.
2. Tsanwiyah. Mereka beranggapan bahwa kebaikan itu datangnya dari Allah dan kejahatan itu datangya dari Allah dan Kejahatan itu datangnya dari Iblis
3. Mu’tazilah (dan golongan Qadariyah). Mereka berpendapat tentang Al Qur’an sebagai makhluk dan mereka mengingkari mimpi
4. Kaisaniyah. Mereka berkata,”Kami tidak tahu apakah perbuatan ini datangnya dari Allah ataukah dari manusia? Kami juga tidak tahu apakah manusia akan mendapat pahala ataukah mendapat siksa setelah mati?”
5. Syaithaniyah. Mereka berkata,”Allah tidak menciptakan setan”
6. Syarikiyah. Mereka berkata “semua keburukan ditakdirkan kepada kekufuran”
7. Wahmiyah. Mereka berkata,”perbuatan dan perkataan makhluk itu tidak mempunyai dzat, kebaikan dan keburukan juga tidak mempunyai dzat”
8. Rawandiyah. Mereka berkata,”Setiap kandungan kitab diturunkan Allah harus diamalkan, baik yang nasokh maupun yag mansukh”
9. Bitriyah. Mereka beranggapan bahwa siapapun yang melakukan kedurhakaan lalu bertaubat, maka taubatnya tidak akan diterima.
10. Nakitsiyah. Mereka berpendapat bahwa siapa yang melanggar baiat terhadap Rasulullah SAW maka tidak berdosa
11. Qasithiyah. Mereka lebih mengutamakan pencarian keduniaan daripada menghindarinya.
12. Nizhamiyah. Mereka mengikuti Ibrahim An Nizham, yang berkata,”barangsiapa yang beranggapan Allah adalah sesuatu maka ia telah kafir”

Baca :   Inilah Hukum Membuka Tali Pocong Mayat Saat Dikubur

Ketiga: Golongan Jahmiyah, yang juga terbagi menjadi 12 golongan, yaitu:

1. Mu’athalah. Mereka berpendapat bahwa apapun yang terjadi karena dugaan manusia, maka ia disebut makhluk, dan barangsiapa yang beranggapan Allah dapat melihat maka adalah kafir
2. Muraisiyah. Mereka berkata,”Mayoritas sifat Allah Adalah termasuk makhluk”
3. Multazikiyah. Mereka menjadikan  Allah SWT berada disegala tempat.
4. Waridiyah. Mereka berkata,” Tidak masuk neraka orang yang mengetahui Rabb nyadan siapa yang masuk neraka tidak akan keluar selama-lamanya”
5. Zindiqiyah. Mereka berkata”seseorang tidak dapat menetapkan Rabb bagi dirinya. Sebab penetapan tidak bisa diputuskan kecuali dengan dukungan panca indera. Bahan apa yang diketahui belum bisa disebut sesembahan dan apa yang tidak diketahui belum bisa ditetapkan”
6. Haraqiyah. Mereka beranggapan bahwa orang kafir hanya disentuh api neraka sekali saja, dan selanjutnya ia dibakar api dan tidak merasakan panas.
7. Makhluqiyah. Mereka berpendapat bahwa Al Qur’an adalah makhluk
8. Faniyah. Mereka berpendapat bahwa surga dan neraka adalah fana atau berakhir. Diantara mereka ada yang berpendapat bahwa keduanya tidak pernah diciptakan
9. Mughiriyah. Mereka mengingkari keberadaan para rasul dan menganggap para rasul sama dengan penguasa.
10. Waqifiyah. Mereka berkata”kami tidak mengatakan bahwa Al Qur’an itu makhluk dan juga bukan makhluk”
11. Qabriyah. Mereka mengingkari adzab kubur dan syafaat
12. Lafzhiyah. Mereka berkata,”kami melafazhkan Al Qur’an sebagai makhluk”

Keempat: Golongan Murji’ah juga dibagi menjadi 11 golongan, yaitu:

1. Tarikiyah. Mereka berkata,” Allah tidak memiliki kewajiban yang dibebankan kepada makhlukNya kecuali iman. Siapa yang beriman kepadaNya dan mengenaliNya, maka dia boleh berbuat semaunya sendiri’
2. Sa’ibiyah. Mereka berkata,” Allah memberikan kebebasan kepada makhluk agar mereka bisa mengetahui apapun yang mereka inginkan”.
3. Rajiyah. Mereka berkata”kami tidak menyebut orang yang taat sebagai orang yang taat dan orang yang durhaka sebagai orang yang durhaka. Sebab kami tidak tahu apa yang dia peroleh di sisi Allah”
4. Syakiyah. Mereka berkata,”ketaatan itu tidak termasuk bagian dari iman”
5. Baihasiyah. Mereka berkata,”iman itu adalah ilmu. Siapa yang tidak tahu yang haq danyang bathil, yang halal dan yangharam, maka dia adalah orang kafir”
6. Manqushiyah. Mereka berkata,”iman tidak bisa berkurang dan bertambah”
7. Mustastniyah. Mereka menafikan pengecualian dalam masalah iman
8. Musyabbihah. Mereka berkata,”Allah mempunyai penglihatan seperti penglihatanku dan Allah mempunyai tangan seperti tanganku”
9. Hasyawiyah. Mereka menjadikan semua hadits dalam satu hukum yang sama. Meurut mereka, orang yang meninggalkan ibadah nafilah(ibadah sunat) sama seperti orang yang meninggalkan yang fardhu(ibadah wajib)
10. Zhahiriyah. Mereka menafikan qiyas
11. Bida’iyah. Mereka yang pertama kali menciptakan bid’ah ditengah umat ini.

Kelima: Golongan Rafidhah yang juga dibagi menjadi 12 golongan, yaitu:

1. Alawiyah. Mereka berkata,”seharusnya kerasulan jatuh ketangan Ali bin abi thalib dan bukannya kepada Muhammad SAW. Berarti Jibril telah melakukan kesalahan”
2. Amiriyah. Mereka berkata,”Ali adalah sekutu Muhammad SAW dalam urusan agama”
3. Syiah. Mereka berkata,” Ali as mendapat wasiat dari Rasulullah SAWagar menjadi pemimpin sesudah beliau. Oleh kaena itu umat Islam telah kufur karena telah berbaiat kepada selain ali”
4. Ishaqiyah. Mereka berkata,”kenabian terus berkelanjutan hingga hari kiamat, dan setiap orang yang memilikii ilmu tentang ahli baiat, maka dia sama dengan nabi”
5. Nawusiyah. Mereka berkata,”Ali adalah orang yang paling mulia dalam umat ini. Siapa yang menganggap orang lain lebih mulia daripadanya, maka ia telah kufur”
6. Imamiyah. Mereka berkata,”Dunia tidak akan tegak kecuali dengan keberadaan imam yang berasal dari anak-anak Hussain. Seorang imam diketahui Jibril, dan jika dia meninggal dunia digantikan dengan imam yang lain berikutnya”
7. Yazidiyah. Mereka berkata,”Semua anak Hussain harus menjadi Imam dalam shalat. Selagi salah seorang mereka ada disuatu tempat, maka tidak boleh salat dibelakang selainnya, siapapun dia”
8. Abbasiyah. Mereka berpendapat bahwa Al Abbaslah yang lebih berhak menjadi khalifah setelah Rasulullah SAW”
9. Mutanasikhah. Mereka berkata,” Ruh itu bisa menitis. Jika orang yang meninggal dunia adalah orang baik, maka rohnya akan keluar lalu masuk (menitis) kedalam diri orang lain, sehingga hidupnya menjadi bahagia. Jika dia orang yang buruk, maka ruhnya juga bisa masuk dalam diri orang lain, lalu hidupnya menjadi sengsara”
10. Raj’iyah. Mereka berpendapat bahwa Ali dan rekan-rekannya kembali ke duniadan akan melancarkan balasan terhadap para musuhnya.
11. La’iniyah. Mereka adalah yang melaknat Utsan, Thalhah, Az Zubair, Mu’awiyah, Abu Musa, Aisyah dan lain-ainnya dari kalangan para sahabat.
12. Mutarabbishah. Mereka biasa mengenakan pakaian wanita, mengangkat seseorang sebagai pemimpin untuk setiap zaman, dan dia dianggap Al Mahdi umat ini. Jika dia meninggal maka mereka mengangkat orang lain sebagai penggantinya.

Keenam: Golongan Jabariyah juga dibai menjadi 12 golongan yaitu:

1. Mudhtharibah. Mereka berkata,”Anak keturunan Adam tidak berhak menentukan perbuatannya, tetapi Allah yang menentukan segala perbuatan mereka”
2. Af’aliyah. Mereka berkata,”Kita bisa berbuat, tetapi kita tak kuasa untuk mengaturnya. Kita tak ubahnya hewan ternak yang dituntun ke arah gunung”
3. Mafrughiyah. Mereka berkata,”segala sesuatu telah diciptakan, dan sekarang tidak ada hal baru yang diciptakan”
4. Najjariyah. Mereka berpendapat bahwa Allah menyiksa manusia karena perbuatanNya sendiri dan bukan karena perbuatan mereka
5. Mataniyah. Mereka berkata,”Berbuatlah sesuai dengan apa yang melintas dalam hatimu, sesuai dengan bisikan kebaikan didalamnya”
6. Kasbiyah. Mereka berkata,”Manusia tidak perlu mencari sesuatu yang mendatangkan pahala atau siksa”
7. Sabiqiyah. Mereka berkata,”Siapapun yang berkehendak dapat berbuat dan siapapun yang yang tidak berkehendak tidak bisa berbuat. Sesungguhnya orang yang dasarnya berbahagia itu tidak bisa dibuat celaka karena dosa-dosanya, dan orang yang dasarnya menderita itu tidak dapat diubah karena kebaikannya.
8. Hubbiyah. Mereka berkata,”Siapa yang mereguk gelas cinta Allah SWT tidak ada kewajiban baginya untuk mengerjakan rukun-rukun Islam”
9. Khaufyah. Mereka berkata,”Siapa yang mencintai Allah tidak akan takut terhadap siksaNya, karena setiap kekasih tidak akan takut terhadap orang yang dicntainya”
10. Fikriyah. Mereka berkata,”Siapa yang ilmunya banyak, maka kewajibannya menjadi gugur. Tergantung kepada kadar ilmu yang dimilikinya”
11. Khasiyah. Mereka berkata,”Tidak ada perbedaan tentang dunia ini diantara manusia, dan tidak ada kelebihan diantara mereka tentang apa yang mereka warisi dari Adam”
12. Ma’iyah. Mereka berkata,”Perbuatan berasal dari kita dan kesanggupan milik kita”.

Rujukan:
Ibnul Jauzi.2014. Talbis Iblis (Penerjemah: Kathur Suhardi). Jakarta: Pustaka Al Kautsar


Tentang Andri Oktavianas

Koordinator #IndonesiaTanpaJIL Padang

Lihat Juga

NERAKA Untuk Para Pemimpin yang Ghisy

serambiMINANG – DARI Ma’qil bin Yasir Radhiyallhu ‘anhu, dia berkata: Saya mendengar Raslullh shallallhu ‘alayhi …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: