Beranda / Berita / Kehancuran Indonesia bagaikan ikan yang busuk, di mulai dari kepalanya

Kehancuran Indonesia bagaikan ikan yang busuk, di mulai dari kepalanya

jokowi-monang(7)Serambiminang.com -Publik media sosial saat ini gencar mengkritisi pemerintahan Joko Wododo – Jusuf Kalla. Hal tersebut dipicu oleh buruknya pemerintahan yang dipimpin oleh keduanya. Seperti, harga bahan pokok yang melambung tinggi, kurs rupiah semakin anjlok, hilangnya wibawa bangsa atas pernyataan Lee Hsien Loong PM Singapura dan yang terbaru tidak hormatnya JK saat bendera Merah Putih dikibarkan pada Upacara 17 Agustus 2015 di Istana Merdeka.

Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, jika masyarakat menilai Indonesia melemah di jaman Jokowi-JK dapat diibaratkan seperti pepatah Tiongkok ikan busuk dari kepalanya. Jika pemimpin tertinggi bersih, yang dibawahnya pasti mengikuti. Jadi masyarakat berpandangan jika masalah utama Indonesia ada di kepemimpinan Jokowi-JK hingga mengakar kebawah.

Baca :   75 Orang Tewas Akibat Serudukan Teroris di Prancis

“Lemahnya Indonesia saat ini di bawah kepemimpinan Jokowi-JK bukan hanya dari faktor ekonomi saja, namun hampir seluruh aspek seperti politik, hukum hingga hilangnya wibawa serta rasa hormat pejabat negara kepada bangsa dan hal tersebut harus segera di perbaiki dengan kerja nyata buka hanya slogan: Ayo kerja,” tegas Panji.

Panji lanjut menjelaskan, kritikan keras yang dilontarkan masyarakat adalah tolak ukur bagi pemerintahan Jokowi-JK. ‘”Masyarakat sudah berani mengkritik itu artinya rakyat sedang bernasib tidak baik dan hal tersebut menandakan jika Jokowi-JK sudah kehilangan kepercayaan publik,” tutup Panji seperti ditulis pribuminews.[eramuslim.com]


Tentang TM Reza Fahlevi

TM Reza Fahlevi S.Pd Alumni pendidikan bahsa jerman Unimed, semasa Kuliah dia aktif di berbagai Organisasi baik Intra maupun Ekstra kampus seperti UKMI Ar-Rahman UNIMED, BTM3 UNIMED, Senat Mahasiswa Fakultas BAHASA DAN SENI UNIMED, Ikatan Pemuda Tanah Rencong (IPTR) cabang UNIMED, setelah wisuda ia aktif di FLP(Forum Lingkar Pena) SUMUT sebagai anggota, di yayasan At-Thin E (At-Thibbun nabawi education) sebagai herbalis dan terapis, pernah mengajar di Ponpes Al-Khoir kab Padang Lawas, sekarang bekerja sebagai Tentor sekaligus konsultan di EHF (Europe Hadharah Foundation) sebuah lembaga belajar Bahasa dan konsultasi belajar ke Eropa yang memiliki cita-cita untuk membumingkan Islam di Eropa pada Umumnya dan Jerman serta negara-negara yang berbahasa Jerman pada Khususnya

Lihat Juga

Serangkaian Skenario Melemahkan Umat Islam Era Presiden Jokowi

Tahun 2017 baru berjalan satu bulan, namun kezhaliman dan serangan kepada islam dan umat islam …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: