Beranda / Berita / Kemenag Alokasikan Dana100 Miliar Untuk Sukseskan Program 5000 Doktor

Kemenag Alokasikan Dana100 Miliar Untuk Sukseskan Program 5000 Doktor

..serambiMINANG.com –Jumlah doktor yang mengajar di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia belum memadai. Padahal, untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam, dibutuhkan dosen yang berkualitas dan kompeten secara keilmuan.

“Jumlah dosen yang bergelar doktor masih sedikit,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, pada “Pelepasan Calon Doktor” di kantor Kementerian Agama di Jakarta, Senin (24/8).

Data Kementerian Agama menunjukkan, jumlah dosen yang tersebar di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) negeri dan swasta mencapai 29.824 pengajar. Dari jumlah tersebut, dosen yang berpendidikan doktor baru berjumlah 2.920 orang (9,7 persen).

Menurut Kamaruddin, kualitas dan kompetensi dosen masih menjadi masalah krusial dalam peningkatan mutu PTKI. Karena itu, jumlah doktor perlu ditambah lagi. “Seharusnya, dosen yang mengajar bergelar doktor agar mampu melakukan transformasi di dunia pendidikan,” paparnya.

Kebutuhan tersebut kian mendesak mengingat jumlah mahasiswa yang melanjutkan pendidikan ke PTKI meningkat tajam, yakni mencapai 783.000 pada 2015. Untuk itu, Kementerian Agama memberikan beasiswa kepada 1.074 dosen untuk melanjutkan pendidikan doktor ke sejumlah universitas di dalam dan luar negeri. Mereka telah terseleksi dari 3.065 pelamar beasiswa.

Program ini merupakan bagian dari program mencetak 5.000 doktor hingga 2019 yang mendapat dukungan dari Presiden Joko Widodo. Untuk program ini, Kementerian Agama mengalokasikan dana Rp 100 miliar pada 2015.

Baca :   Inilah Penyebap Lamanya Pengurusan KTP

“Dengan alokasi sebesar itu, kami berharap program 5.000 doktor akan memiliki dampak yang berarti bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia,” katanya.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap, penerima beasiswa doktor menjaga niat dan konsentrasi selama masa pendidikan. Mereka juga diharapkan membangun jaringan untuk pengembangan pendidikan keislaman di Indonesia.

“Jaringan secara personal dan institusi yang dibangun selama masa pendidikan sangat dibutuhkan bagi pengembangan pendidikan di Indonesia. Semoga, mereka cepat kembali ke Indonesia karena pemikiran dan tenaganya sangan dibutuhkan,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Ali Munhanif mengatakan, pemerintah perlu memikirkan desain yang komprehensif dan simultan agar distribusi 5.000 doktor itu bisa meningkatkan mutu pendidikan Islam.

Kini, makin banyak sekolah tinggi Islam yang bertransformasi menjadi universitas. “Pemerintah perlu melakukan diversifikasi (penganekaragaman) pengajar. Jangan hanya fokus ilmu agama, tetapi juga sains dan ilmu sosial. Bangun juga fasilitas laboratorium yang memadai untuk penelitian,” kata Ali(Kompas.Com)


Tentang hayati

Mahasiswa Tahun Akhir Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang

Lihat Juga

Kemerdekaan, Girlband, dan Musuh Pendidikan

Disekolah, seperti biasa saya dan beberapa orang guru biasanya agak nyinyir betapa pentingnya akhlak atau …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: