Beranda / Berita / Menristekdikt Berharap Perguruan Tinggi di Indonesia Dapat Masuk Dalam Peringkat 10 Besar Dunia

Menristekdikt Berharap Perguruan Tinggi di Indonesia Dapat Masuk Dalam Peringkat 10 Besar Dunia

Menristekdikt-Berharap-Perguruan-Tinggi-di-Indonesia-Dapat-Masuk-Dalam-Peringkat-10-Besar-DuniaserambiMINANG-Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir berharap perguruan tinggi di Indonesia dapat masuk dalam peringkat 10 besar dunia.

Menurut Nasir langkah untuk merealisasikan keinginan itu adalah dengan mengubah mindset (pola pikir) dari pemerataan menjadi national competitivenes (memiliki kompetensi nasional).

“National competitiveness ini menjadi penting, karena bangsa-bangsa di dunia kini sudah mulai memasukki era keterbukaan dan boderless,” kata Nasir dalam acara Seminar Nasional: Peran Pendidikan dan Karakter Melalui Optimalisasi Iptek menuju Pencerdasan Generasi Unggul, di Universitas Negeri Makassar, dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (20/8/2015).

Dijelaskan Nasir, cara untuk mengukur kompetensi nasional dapat dilihat dari, pertama, skill worker (keterampilan tenaga kerja). “Lihat dosen yang dimiliki, kualifikasi doktor berapa banyak, sudahkah mencapai 50 persen? Kalau masih kurang harus ditingkatkan lagi,” ucapnya.

Kedua, lanjut Nasir, adalah  inovasi (penemuan hasil riset). Menurut dia, apabila banyak terjadi inovasi dalam suatu negara, maka akan berdampak langsung pada kompetensi nasional.

“Inovasi itu harus lebih banyak lahir dari perguruan tinggi, dibandingkan dengan pihak lainnya,” ucap Nasir. Setelah itu, hasil riset dan inovasi itu bisa diserap oleh kalangan industri dan diproduksi secara massal.

Baca :   Menkeu Bambang Paham Jokowi tak Punya Kapasitas Atasi Problem Ekonomi

Menurut Nasir, untuk menggiatkan riset di perguruan tinggi harus memenuhi beberapa kriteria. Salah satunya seperti banyaknya dosen yang berkualitas.

Dosen yang berkualitas itu ditunjang pula oleh kompetensi, riset dan publikasi yang dilakukan. “Jangan pernah melakukan plagiarisme, karena itu adalah barang haram bagi dunia pendidikan,” tegas Menristekdikti.

Hal itu pun menurut Nasir perlu ditunjang oleh layaknya infrastruktur yang dimiliki oleh suatu perguruan tinggi. “Ini semua saling terkait dalam tata kelola perguruan tinggi yang baik,” imbuhnya.

Nasir menambahkan, pemerintah sangat mendukung penelitian yang dilakukan dari up stream ke down stream dan industri sehingga memberi manfaat bagi masyarakat serta negara.

Mengenai mahasiswa, Menristekdikti mengharapkan agar mahasiswa memperbanyak waktunya untuk belajar. “Jangan ada mahasiswa kunang-kunang (kuliah nongkrong) apalagi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang),” tegasnya.

Menristekdikti menambahkan, mahasiswa merupakan penerus dan penggerak penting bagi kemajuan suatu perguruan tinggi dan dalam waktu dekat pemerintah akan menerapkan program Kampusku Bebas Narkoba, Kampusku Bebas Korupsi.

“Pemerintah juga memberikan banyak bantuan bagi mahasiswa yang kurang mampu dalam mengukuti serta menyelesaikan perkuliahan di antaranya dengan beasiswa bidik misi,” ucap Nasir.(detik)


Tentang han

Sedang BELAJAR.... dan terus BELAJAR

Lihat Juga

Menristekdikti Akan Lakukan Hal Ini Agar Peneliti Tidak Lari Ke Luar Negeri

serambiMINANG.com – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi atau Kemenristekdikti belum lama ini membuat suatu …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: