Beranda / Berita / Misbakhun Yakin SBY Terlibat Skandal Century

Misbakhun Yakin SBY Terlibat Skandal Century

serambiMINANG.com – medium_45sby-centurySalah satu Inisiator Hak Angket Bank Century Muhammad Misbakhun meyakini bahwa mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlibat dalam kasus bailout Bank Century.

Hal itu diungkapkan oleh Misbakhun dalam buku yang dibuatnya dengan judul Sejumlah Tanya Melawan Lupa. Dalam buku tersebut dijelaskan secara gamblang bagaimana SBY terlibat secara tidak langsung dalam kasus bail out Bank Century dengan dikeluarkannya kebijakan dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun.

Keterlibatan SBY melalui Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani dimana laporan-laporan intensif kepada Ketua Umum Partai Demokrat tersebut terkait perkembangan kasus Bank Century.

Berikut isi Suratnya.

Pertama,  surat tanggal 25 November 2008 nomor S-01/KSSK.01/2008, prihal: Penyampaian Laporan Pencegahan Krisis. Ada empat poin yang dilaporkan oleh Sri Mulyani yakni.

1. Gubernur Bank Indonesia dengan surat Nomor: 10/232/ GBI/Rahasia tanggal 20 November 2008 tentang penetapan Status Bank Gagal PT. Bank Century, TBK dan penanganan Tindak lanjutnya telah menyampaikan bahwa Bank Indonesia telah menetapkan PT Bank Century sebagai bank gagal. Selanjutnya Gubernur BI meminta PT Bank Century ditetapkan KSSK sebagai bank gagal berdampak sistemik, dan menyerahkan penanganannya kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2008 tentang LPS.

2. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, sebagaimana Bapak maklum pasal 18 ayat 1 Perppu Nomor 4 Tahun 2008 tentang JPSK menyatakan “Dalam hal bank gagal yang ditengarai berdampak sistemik oleh Bank Indonesia, KSKK memutuskan bank gagal tersebut berdampak sistemik atau tidak berdampak sistemik.” selanjutnya ayat 2 pasal tersebut juga menyatakan bahwa “Penyelesaian atau Penanganan Bank Gagal sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan oleh LPS.

Baca :   SBY Minta Pemerintahan Jokowi Berhenti Beretorika

3. Sehubungan dengan butir 1 dan 2 di atas, secara intensif mulai pukul 23.00 WIB tanggal 20 November 2008 malam sampai dengan pagi hari tanggal 21 November 2008 telah diadakan rapat KSSK yang dihadiri oleh Menteri Keuangan selaku Ketua KSSK, Gubernur Bank Indonesia selaku anggota KSSK, Sekretaris KSSK, dengan mengundang pihak terkait termasuk LPS dan narasumber. Dalam rapat tersebut diputuskan empat hal.

A. KSSK menetapkan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik.
B. KSSK menetapkan penanganan Bank Century kepada LPS.
C. LPS memerlukan dukungan Bank Mandiri untuk pengisian manajemen baru Bank Century sebagai bentuk dukungan profesional Bank Mandiri.
D. Berkenaan dengan huruf c, Bank Mandiri telah memiliki calon, namun perlu ada satu pengurus lama guna kesibambungan kepengurusan.

4. Selanjutnya, menindaklanjuti keputusan KSSK sebagaimana dimaksud dalam butir 3, KSSK akan terus melakukan monitotring terhadap pelaksanaan permasalahan PT Bank Century oleh LPS.

Kedua, Surat Menkeu/ Ketua KSSK Sri. Mulyani kepada Presiden SBY 4 Februari 2009 dengan nomor surat SR-02/KSSK.01/II/2009. Surat tersebut berisi 15 poin. Pada poin utama Sri Mulyani mengawali tulisan “Sebagaimana Bapak Presiden Maklumi”

Ketiga, Surat Menkeu Sri Mulyani kepada Presiden SBY 29 Agustus 2009 dengan nomor SR-37/MK.01/2009. Sama dengan surat kedua Sri Mulyani juga mengawali dengan kata “Sebagaimana Bapak Presiden Maklumi”

Buku tersebut diluncurkan di Hotel Century 19 Agustus 2015 dan dihadiri oleh Bambang Soesatyo Inisiator hak angket Bank Century, Akbar Faisal mantan anggota hak angkat Bank Century, ‎dan Ade Komaruddin Ketua Fraksi Partai Golkar. Hadir pula Gede Pasek Suardika yang merupakan mantan Ketua Komisi III, dan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Rai Rangkuti. (teropongsenayan)


Tentang Asdeddy Sjam

Saya penulis lepas yang hobi membaca, olahraga, diskusi, dan kegiatan yang bisa meningkatkan dan lebih mendekatkan diri saya kepada TUHAN

Lihat Juga

PDIP Tidak Terima SBY Kritik Jokowi, Megenai Poros Maritim Dunia

serambiMINANG.com – Jakarta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak terima Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikritik …

Tinggalkan Balasan