Beranda / Berita / Studi Shinkansen (Kereta Cepat Jepang) Jakarta-Bandung

Studi Shinkansen (Kereta Cepat Jepang) Jakarta-Bandung

Studi-Shinkansen-(Kereta-Cepat-Jepang)-Jakarta-BandungserambiMINANG.com –Jakarta -Rencana proyek kereta cepat (Shinkansen) Jakarta-Bandung yang jadi program Presiden Jokowi saat ini telah merampungkan studi kelayakan dari kedua negara calon investor yaitu China dan Jepang.

Jepang sudah sejak bertahun-tahun telah menyiapkan studi kereta cepat. Sedangkan China, dalam tempo hitungan bulan sudah punya studi kereta cepat untuk Jakarta-Bandung dengan rute sepanjang 150 Km bertarif Rp 200.000. Kereta cepat yang dibuat China ditargetkan selesai akhir 2018, beroperasi 2019.

The Japan External Trade Organization (Jetro), telah mempublikasikan hasil studi proyek kereta cepat atau High Speed Railway (HSR) jalur Jakarta-Bandung pada 2012 lalu.

Dikutip dari situs resminya www.jetro.go.jp, Minggu (16/8/2015), dalam dokumen yang berjudul Study on the High Speed Railway Project (Jakarta-Bandung) Section) Republic of Indonesia November 2012, yang ditujukan kepada Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, dari Yachoyo Engineering Co.Ltd dan Japan International Consultants for Transportation Co. Ltd.

Jetro adalah lembaga bentukan Pemerintah Jepang yang bertugas mempromosikan perdagangan dan investasi ke seluruh dunia.

Studi tersebut menyusun alternatif kereta cepat untuk rute menuju Bandung yaitu Jakarta-Bandung-Cirebon sepanjang 256 km dan Jakarta-Bandung-Gedebage sepanjang 144,6 km.

Berdasarkan jadwal pelaksanaan proyek, bila pemerintah Indonesia memutuskan pemenang proyek pada 2015, maka HSR bisa mulai beroperasi tahun 2020. Prediksi jumlah penumpang rute Jakarta-Gedebage mencapai 39.000 orang/hari sedangkan rute Jakarta-Bandung-Cirebon 57.000 orang/hari.

Baca :   Hati-Hati Ketumbar Oplosan, Sebulan Bisa Untung Rp55juta

Setelah ditentukan pemenang proyek, pemerintah melakukan akuisisi lahan pada 2015-2016. Lalu menentukan desain detil jalur kereta sebelum 2017. Proyek konstruksi berjalan selama 3 tahun selama 2016-2019. Uji coba dilakukan pada 2019 baru bisa beroperasi penuh pada 2020.

Tahap krusial yaitu akuisisi lahan direncanakan akan mengoptimalkan rute kereta konvensional dan jalan tol yang sudah ada.

Dalam dokumen tersebut, Jepang menawarkan Shinkansen dengan keunggulan utama, tidak adanya riwayat kecelakaan selama beroperasi sejak 1964, Shinkansen hanya memiliki waktu delay kurang dari 1 menit.

Tarif yang disusun yaitu dalam dokumen hasil studi ini adalah Rp 200.000. Tarif tersebut merupakan hasil survei sejumlah responden dengan faktor utama yaitu willingness to pay atau kemauan untuk membayar.

Dari segi waktu, perbandingan waktu tempuh Jakarta-Bandung-gedebage menggunakan kereta konvensional yaitu 3 jam, mobil 2 jam, dan bus umum 2 jam. Sedangkan dengan menggunakan Shinkansen hanya butuh waktu 37 menit.

Dari segi biaya, besarya biaya yang dibutuhkan untuk membangun jalur Shinkansen Jakarta-Bandung-Gedebage yaitu 3.427 juta Yen/km atau sebesar Rp 382,4 miliar/km dan Jakarta-Bandung Cirebon 2.837 juta Yen atau sebesar Rp 316,6 miliar/km. Benefit Cost Ratio atau rasio manfaat dari biaya yang dikeluarkan yaitu 1,9 untuk Jakarta-Bandung-Gedebage dan 1,3 untuk Jakarta-Bandung-Cirebon. (detik)


Tentang han

Sedang BELAJAR.... dan terus BELAJAR

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: