Beranda / Berita / Badai Pasir Bawa Berkah, Mujahidin Suriah Rebut Pangkalan Militer Setelah Dua Tahun Dikepung

Badai Pasir Bawa Berkah, Mujahidin Suriah Rebut Pangkalan Militer Setelah Dua Tahun Dikepung

Suriah-Habhah-Nushrah-rebut-pangkalan-udara-militer-abu-zuhour-di-idlib-serambiMINANG. com – Jabhah Nushrah (JN), sayap Al-Qaidah di Suriah, bersama koalisi Mujahidin Suriah lainnya mengumumkan telah merebut pangkalan udara militer utama, Abu Zuour, di barat laut Suriah, provinsi Idlib, setelah dua tahun pengepungan, Aljazeera melaporkan, Rabu (9/9).

Jabhah Nushrah dan faksi-faksi jihad lainnya ini juga mengumumkan pada Rabu (9/9) bahwa perang merebut pangkalan udara itu menewaskan sedikitnya 100 tentara rezim Basyar Asad dan menangkap 60 orang lainnya, selain menyita sejumlah besar senjata.

Bandara ini sudah dikepung selama hampir dua tahun oleh Mujahidin yang telah menguasai provinsi itu sepenuhnya.

Sebuah sumber mengatakan, bahwa operasi gabungan yang dipimpin Jabhah Nushrah itu mengambil keuntungan dan manfaat dari badai pasir yang sedang melanda wilayah tersebut sehingga serangan mereka berhasil membebaskan pangkalan militer dari rezim.

“Rezim tidak bisa mengendalikan daerah sekitar karena pesawat-pesawat tempur mereka tidak mampu mengendalikan dan melihat secara akurat wilayah tersebut (karena adanya badai pasir yang melanda kawasan tersebut),” kata sumber itu.

Baca :   Islamic Bank Asal Dubai Ini Bantu Perekonomian Indonesia

“Jabhah Nushrah mendapat keuntungan (manfaat) dari situasi (badai pasir) itu dan mengambil alih sepenuhnya bandara militer tersebut,” terangnya.

Sebelumnya, pada Maret lalu, Jabhah Nushrah dan faksi-faksi jihad lainnya, telah menguasai ibu kota provinsi Idlib, menyusul sejumlah kota dan wilayah lainnya yang sudah lebih dahulu dibebaskan dari rezim.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan, bahwa pejuang, termasuk Mujahidin Jabhah Nushrah, berhasil mengambil alih pangkalan militer itu pada Rabu (9/9) lalu, termasuk pusat komandonya.

Obai Shahbandar, seorang analis pertahanan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa hilangnya basis pertahanan militer itu merupakan pukulan telak bagi rezim Suriah.

“Strategi kelompok pejuang mengepung pasukan rezim Asad dan memaksa mereka untuk mundur, secara militer dan politik membuat malu Basyar al-Asad,” kata Shahbandar.

Provinsi Idlib berbatasan dengan Turki. Idlib adalah ibukota provinsi kedua yang jatuh ke tangan pasukan gabungan Mujahidin yang dipimpin Jabhah Nushrah. (salamonline)


Tentang Hendro

Numpang hidup di bumi Allah, pemerhati dunia sosial, alumni Fakultas Sastra Unand

Tinggalkan Balasan