Beranda / Belajar Islam / Beberapa Hadits Tentang Keutamaan Al-Quran

Beberapa Hadits Tentang Keutamaan Al-Quran

al-quranserambiMinang.com – Sungguh, Al-Quran yang diturunkan Allah Ta’ala kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mempunyai banyak keutamaan. Berikut adalah hadits yang menerangkan hal tersebut,

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ قَالَ سَمِعْتُ أَبِي عَنْ أَبِي عُثْمَانَ قَالَ أُنْبِئْتُ أَنَّ جِبْرِيلَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدَهُ أُمُّ سَلَمَةَ فَجَعَلَ يَتَحَدَّثُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأُمِّ سَلَمَةَ مَنْ هَذَا أَوْ كَمَا قَالَ قَالَتْ هَذَا دِحْيَةُ فَلَمَّا قَامَ قَالَتْ وَاللهِ مَا حَسِبْتُهُ إِلاَّ إِيَّاهُ حَتَّى سَمِعْتُ خُطْبَةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخْبِرُ خَبَرَ جِبْرِيلَ أَوْ كَمَا قَالَ قَالَ أَبِي قُلْتُ لِأَبِي عُثْمَانَ مِمَّنْ سَمِعْتَ هَذَا قَالَ مِنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ

Musa bin Isma’il telah memberitahukan kepada kami, Mu’tamir telah memberitahukan kepada kami, ia berkata, Aku mendengar ayahku (Sulaiman) meriwayatkan dari Abu Utsman, ia berkata, Aku telah diberitahu bahwa Jibril mendatangi Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sementara di sampingnya ada Ummu Salamah. Lalu Jibril pun berbincang-bincang. Kemudian Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada Ummu Salamah, “Siapakah orang ini? Ia menjawab, “Ini adalah Dihyah.” Setelah Jibril pergi, Ummu Salamah berkata, “Demi Allah, aku tidak menyangka bahwa sebenarnya orang itu adalah Jibril, sampai aku mendengar Khutbah Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang menjelaskan berita tentang Jibril.” Ayahku (Sulaiman) berkata, Aku bertanya kepada Abu Utsman, Dari mana Anda mendengar hadits ini? Ia menjawab, “Dari Usamah bin Zaid.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Syarah Hadits

Hadits ini menjelaskan bahwa Jibril Alaihissalam adalah penyampai wahyu dan ia dapat menjelma sebagai manusia biasa.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ اْلأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلاَّ أُعْطِيَ مَا مِثْلهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللهُ إِلَيَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Abdullah bin Yusuf telah memberitahukan kepada kami, Al-Laits telah memberitahukan kepada kami, Sa’id Al-Maqburi telah memberitahukan kepada kami, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, ia berkata, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Tiada seorang Nabi pun kecuali telah diberi keistimewaan-keistimewaan sehingga orang-orang beriman padanya. Adapun yang diberikan padaku adalah wahyu yang Allah turunkan kepadaku. Aku berharap menjadi Nabi yang paling banyak pengikutnya kelak di hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Baca :   Di Mall Ini Ketika Adzan Berkumandang Semua Orang Akan Langsung Shalat

Syarah Hadits

Hadits ini menunjukkan keutamaan Al-Quran. Al-Quran adalah mukjizat yang diberikan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di antara mukjizat-mukjizat lainnya yang diberikan kepada beliau. Tetapi ketika Al-Quran merupakan mukjizat terbesar dan teragung maka seolah-olah beliau tidak diberi mukjizat sama sekali selain Al-Quran tersebut. Hal ini didukung dengan redaksi hadits yang menggunakan shighat hashr (bentuk spesifikasi).

Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا

“Adapun yang diberikan padaku adalah wahyu.”

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah diberi beberapa mukjizat yang menjadikan manusia beriman, seperti memperbanyak makanan, bertasbihnya makanan itu di atas tangan beliau, dan banyak hal lainnya. Tetapi mukjizat yang paling besar dan paling sempurna adalah Al-Quran, karena mukjizat-mukjizat lain tersebut terjadi dan berakhir pada saat itu juga. Sementara Al-Quran akan tetap selamanya sampai hari kiamat.

Termasuk keutamaan Al-Quran yang lainnya adalah bahwa Al-Quran merupakan satu-satunya mukjizat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang menyebabkan banyaknya umat manusia yang menjadi pengikutnya. Ini tidak lain karena Al-Quran akan tetap selamanya mengiringi kehidupan manusia. Untuk itu, di penghujung hadits ini beliau bersabda,

فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Aku berharap menjadi Nabi yang paling banyak pengikutnya kelak di hari kiamat.”

Termasuk keutamaan lainnya adalah daya pengaruh Al-Quran. Tidak dapat disangsikan bahwa Al-Quran mampu memengaruhi orang yang mendengarnya. Tetapi ini khusus bagi pendengar yang memiliki hati nurani yang bersih atau bersungguh-sungguh dalam menghayatinya.

Hal ini dapat dibuktikan dengan berbondong-bondongnya para pemuka agama, baik dari kalangan manusia atau jin yang memeluk Islam di tangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam setelah mereka mendengarkan Al-Quran. Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan (bacaan) Al-Qur’an, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan)nya mereka berkata, “Diamlah kamu! (untuk mendengarkannya)” Maka ketika telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. (QS. Al-Ahqaf: 29)

(Syarah Shahih Al-Bukhari)


Tentang Bani Sulaiman

Lihat Juga

Menanggapi Tulisan Berjudul Warisan (Afi Nihaya Faradisa). Andri : Ini hanya paranoid belaka!

Tulisan yang berjudul “warisan” yang ditulis oleh Afi Nihaya Faradisa di akun facebooknya menuai pro …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: