Beranda / Serba Serbi / Kesehatan / Inilah Cara Mengenal dan Mencegah Penyakit Jantung Koroner

Inilah Cara Mengenal dan Mencegah Penyakit Jantung Koroner

penyakit -jantungserambiMINANG.com – Penyempitan pembuluh darah jantung atau yang lebih dikenal dengan Penyakit Jantung Koroner (PJK) dapat diketahui dengan adanya nyeri atau rasa tidak nyaman di dada kiri saat beraktifitas.

Penyakit Jantung Koroner juga dapat muncul berupa nyeri dada yang tiba-tiba (serangan jantung). Pada penderita Diabetes Melitus dengan PJK, nyeri dada bisa tidak dirasakan. Sehingga PJK baru dikenal setelah mendapat komplikasi, seperti gagal jantung.

Selain nyeri dada, PJK dapat muncul berupa irama jantung yang tidak teratur, sesak nafas atau tidak sadar tiba-tiba. Bila telah mengalami PJK, harus mengkonsumsi obat seumur hidup, dipasang cincin (stent) atau cangkok pembuluh darah (operasi by-pass) pada pembuluh darah jantung yang mengalami penyempitan.

Untuk mencegah PJK, maka perlu diketahui terlebih dulu keadaan-keadaan yang dapat memperbesar risiko terjadinya PJK, seperti Diabetes Melitus, Hipertensi, merokok, kolesterol tinggi (terutama LDL atau trigliserida) atau penyakit-penyakit lain.

Keadaan-keadaan lain yang dapat meningkatkan risiko PJK seperti jenis kelamin laki-laki, usia diatas 40 tahun, dan adanya keluarga dengan PJK merupakan keadaan yang tidak dapat kita ubah. Sehingga, yang perlu kita lakukan adalah mengurangi risiko untuk mendapat PJK dari keadaan-keadaan yang dapat kita perbaiki, seperti menjaga kadar gula darah dan tekanan darah dalam rentang optimal, menjaga berat badan ideal, menghindari makanan tinggi kolesterol, memperbanyak konsumsi serat seperti sayur-mayur dan buah-buahan, menghentikan merokok, olahraga rutin dan menghindari kecemasan atau kesedihan yang berlebihan.

Baca :   Walaupun Orang Ini Gila, Tapi Dihatinya Masih Ada Al Quran

Dalam usaha mengurangi risiko, seperti menjaga gula darah dan tekanan darah dalam rentang normal harus diutamakan dengan pengaturan makanan dan olahraga. Bila gula darah dan tekanan darah masih belum mencapai sasaran perlu ditambahkan obat-obatan.

Obat yang digunakan dapat satu atau lebih, tergantung beratnya keadaan. Namun, tak jarang diantara kita ada yang menghindari penggunaan obat-obatan dalam mengontrol gula darah dan tekanan darah dengan alasan akan memperburuk fungsi ginjal.

Justru, penambahan obat-obatan akan menjaga atau memperlambat perburukan fungsi ginjal akibat gula darah atau tekanan darah yang tinggi. Bila dibiarkan tanpa kontrol, gula darah atau tekanan darah yang tinggi dapat menyebabkan PJK, gagal jantung, gagal ginjal, stroke, atau komplikasi pada organ-organ tubuh lainnya. Selain itu, tidak semua obat-obatan memperberat fungsi ginjal. Penggunaan obat-obatan yang memperberat fungsi ginjal tentulah sudah dipertimbangkan manfaat dan risiko terhadap penyakit yang ada.

Akhirnya, mencegah Penyakit Jantung Koroner kembali kepada diri kita masing-masing. Apakah kita memiliki faktor-faktor risikonya? Dan, apakah kita sudah berusaha mengendalikan faktor-faktor risiko tersebut?


Tentang dr. Wahyudi

Staf Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Andalas / RSU dr. M. Djamil, Padang (Bagian Penyakit Dalam)

Tinggalkan Balasan