Beranda / Berita / Kementerian Kelautan dan Perikanan: Swasembada Garam Belum Dapat Dicapai Tahun Depan

Kementerian Kelautan dan Perikanan: Swasembada Garam Belum Dapat Dicapai Tahun Depan

Kementerian-Kelautan-dan-Perikanan-Swasembada-Garam-Belum-Dapat-Dicapai-Tahun-DepanserambiMINANG-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi garam nasional meningkat sampai 3,6 juta ton pada 2016 mendatang. Tahun ini, produksi garam ditarget 2,5 juta ton, sehingga tahun depan harus bertambah sedikitnya 1,1 juta ton. Tambahan tersebut berasal dari produksi garam rakyat dan ekstensifikasi lahan milik PT Garam (Persero).

“Target kita 3,6 juta ton. Tahun depan kita harapkan dari garam rakyat 1.000.000 ton. Kemudian kita harapkan PT Garam mudah-mudahan bisa ekstensifikasi lahan garam di NTT, sehingga bisa mendekati target swasembada. Swasembada nasional kita harapkan 2017,” papar Sekjen KKP, Sjarif Widjaja, usai rapat kerja dengan Komisi IV di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (15/9/2015).

Swasembada garam, sambungnya, belum dapat dicapai tahun depan, sehingga Indonesia masih akan mengimpor garam untuk kebutuhan industri, misalnya untuk farmasi. Namun angka impor tahun depan sudah jauh di bawah 1 juta ton. “Masih sedikit (impor), tapi kami berharap kualitas garam lokal meningkat karena ada geo membran dan sebagainya, jadi bagus,” ujar Sjarif.

Baca :   Kisah Tekad Baja Ingin Naik Haji Meski Harus Diantar Dengan Ambulan

Untuk menggenjot kualitas garam lokal sekaligus meningkatkan kualitasnya, Sjarif menjelaskan, KKP akan memperbanyak pemberian bantuan geo membran. Geo membran adalah alat untuk memisahkan garam dengan tanah dan air laut. Dengan geo membran, garam yang dihasilkan bisa lebih putih dan kandungan NaCL mencapai 94%.

Dengan begitu, garam lokal bisa mulai digunakan untuk kebutuhan industri, impor garam pun makin berkurang. Produktivitas garam juga meningkat dari 60 ton per ha menjadi 80-120 ton per ha. “Karena tidak tercampur tanah, hasilnya sangat putih. Kalau pemanasannya optimal, kandungan NaCL juga naik menjadi 91-94 persen. Produktivitas per hektar naik,” tuturnya.

Sebagai informasi, kebutuhan garam untuk konsumsi rumah tangga tahun ini 1,8 juta ton. Sedangkan kebutuhan garam industri 1,5 juta ton, 400.000 ton diantaranya untuk industri aneka pangan. KKP ingin mendorong industri aneka pangan untuk mulai menggunakan garam lokal tahun ini sehingga impor garam dapat ditekan menjadi hanya 1,1 juta ton.(detik)


Tentang han

Sedang BELAJAR.... dan terus BELAJAR

Lihat Juga

Jokowi Hebat, Gantikan Gandum Impor dengan Singkong

serambiMINANG.com – Presiden Joko Widodo meminta pengusaha tepung untuk dapat mengoptimalkan bahan baku lokal seperti …

Tinggalkan Balasan