Beranda / Berita / Muslim Yang Tidak Berpihak Kepartai Islam, Dipertanyakan Keislamanya

Muslim Yang Tidak Berpihak Kepartai Islam, Dipertanyakan Keislamanya

Daud-Rasyid-kalau-muslim-harus-partai-IslamserambiMINANG. com – Lanjutan Pengajian Politik Islam (PPI) di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kembali bergulir pada Ahad siang (13/9), dengan mengusung tema “Waspadai Kebangkitan Komunisme Gaya Baru.” Salah satu pembicara yang menjadi pusat perhatian dalam PPI kali ini ialah Ustadz Prof. Daud Rasyid, ulama yang dikenal lugas dalam menyampaikan kebenaran Islam dan gaya bicara yang berani.

Menurut Ustadz Daud Rasyid, kebangkitan komunisme gaya baru dan lemahnya umat Islam dalam percaturan politik bukan karena kuatnya orang-orang berideologi komunis melainkan lebih karena lemahnya aqidah yang ada dalam internal umat.

Bagi sosok ulama yang berjanggut lebat ini lemahnya umat Islam Indonesia dalam perpolitikan dan selalu kalahnya partai-partai Islam tidak lain merupakan buah dari lemahnya aqidah, terutama al-wala atau loyalitas. Konsep al-Wala wal Bara (loyalitas dan anti-loyalitas) dalam ajaran Islam masuk perkara pokok aqidah.

“Dalam soal politik, aqidah di terjemahkan sebagai sebagai al-wala yang bentuk kata-katanya bisa ditemukan dalam Al-Qur’an, wali, yatawalla, aulia, al-wala, ini semua terkait dengan al- wala, ini semua terkait dengan aqidah,” terang Ustadz Daud.

Baca :   Ini Jawaban Gubernur Sumbar Atas Isu Simbol Yahudi di Masjid Raya Sumbar

Ustadz Daud menyayangkan banyak umat Islam di tanah air yang tidak loyal dengan partai-partai politik Islam bahkan cenderung antipati kepada tokoh beserta pengurus partai-partai Islamnya, padahal loyal maupun keberpihakan terhadap sesama Muslim apalagi dalam berpolitik masuk dalam perkara aqidah yang tak bisa ditawar lagi.

“Bahasa kerennya al-walaadalah loyalitas, keberpihakan, anda Muslim kalau bener Islammu, maka anda harus berpihak pada partai Islam,” tegas Ustadz Daud.

“kalau benar Islammu, maka ketika anda pergi ke toko, anda akan datang ke toko orang Muslim, sekalipun bermuamalah kepada orang kafir dalam batas tertentu boleh saja” imbuhnya, melanjutkan.

“Memakai produk pun dari produk orang Islam. Itu al-wala sampai menyentuh ke situ,(itu) al-wala dalam bidang muamalah.Berpolitik pun itu ibadah, nyoblos partai politik Islam pun itu beribadah,” kata Ustadz Daud.

Ia pun berharap ke depannya umat Islam di Indonesia akan loyal dan berpihak pada partai-partai Islam meskipun masih banyak kekurangannya, karena dari partai-partai Islam tersebut penegakkan syariat Islam secara kaffah melalui jalan konstitusional bisa dicapai.sharia


Tentang Hendro

Numpang hidup di bumi Allah, pemerhati dunia sosial, alumni Fakultas Sastra Unand

Lihat Juga

Menanggapi Tulisan Berjudul Warisan (Afi Nihaya Faradisa). Andri : Ini hanya paranoid belaka!

Tulisan yang berjudul “warisan” yang ditulis oleh Afi Nihaya Faradisa di akun facebooknya menuai pro …

Tinggalkan Balasan