Beranda / Berita / Pakai Jilbab Dan Tolak Sajikan Minuman Beralkohol, Pramugari Ini Dipecat

Pakai Jilbab Dan Tolak Sajikan Minuman Beralkohol, Pramugari Ini Dipecat

pramugari_stanley_dipecat_karena_pakai_jilbab_dan_tolak_sajikan_minuman_beralkoholserambiMINANG. com – Seorang pramugari ExpressJet, maskapai asal Amerika Serikat (AS) diberhentikan karena mengenakan jilbab dan menolak memberikan alkohol kepada penumpang.

Pramugari tersebut bernama Charee Stanley, seorang pramugari ExpressJet yang beragama Islam. Seperti dilansir CNN, Senin (7/9/2015), wanita berumur 40 tahun ini baru masuk Islam selama 2 tahun. Semakin mengenal agamanya, ia pun mau tak mau merubah sedikit kebiasaan dari pekerjaannya.

Semenjak masuk Islam, Stanley tidak lagi mengkonsumsi alkohol. Lalu ia pun paham bahwa seorang Muslim juga tak boleh memberikan alkohol ke orang lain. Padahal pekerjaannya sebagai pramugari mengharuskannya memberikan minuman ke penumpang, termasuk alkohol.

Pada awalnya, ia mengkonsultasikan masalah ini kepada supervisornya. Masalah terselesaikan. Ia diperbolehkan tidak menyajikan alkohol ke penumpang. Alhasil, ia mengambil alih pemberian makanan dan minuman lainnya, asal tidak alkohol.

Baca :   Mayoritas Dewan Kota Di AS, Muslim !

Semua baik-baik saja sampai ada satu koleganya yang pernah terbang bersamanya. Mengadukan keberatan ke maskapai karena melihat Stanley tidak menyajikan minuman dan mengenakan penutup kepala.

Kebijakan pun berubah, ia diminta untuk cuti tanpa dibayar. Serta, hak karyawannya akan dicabut selama 12 bulan ke depan.

Tidak terima atas keputusan ini, Stanley mengajukan keberatan ke Equal Employment Opportunity Commission. Ia bersama pengacaranya memperjuangkan kebebasan beragama di tempat kerja. Sementara pihak ExpressJet memilih bungkam dan tak mau mengomentari hal ini. (Suara Islam)


Tentang Hendro

Numpang hidup di bumi Allah, pemerhati dunia sosial, alumni Fakultas Sastra Unand

Lihat Juga

Ternyata Penemu benua Amerika Pelaut Indonesia, Bukan Colombus! Ini Buktinya

serambiMINANG.com – Sudah ada masyarakat beradat-istiadat Minang dan Aceh di Benua Amerika ketika Christopher Columbus …

Tinggalkan Balasan