Beranda / Belajar Islam / Para Penghafal Al-Quran dari Kalangan Shahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Para Penghafal Al-Quran dari Kalangan Shahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

masjid-nabawiserambiMINANG.com – Dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan tentang beberapa orang dari kalangan shahabat yang menghafal Al-Quran 30 juz. Di antara mereka adalah Abdullah bin Mas’ud, Salim, Mu’adz, dan Ubay bin Ka’ab. Untuk lebih jelasnya mari simak hadits dan penjelasannya sebagai berikut:

 حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مَسْرُوقٍ ذَكَرَ عَبْدُ اللهِ بْنُ عَمْرٍو عَبْدَ اللهِ بْنَ مَسْعُودٍ فَقَالَ لاَ أَزَالُ أُحِبُّهُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ خُذُوا الْقُرْآنَ مِنْ أَرْبَعَةٍ مِنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُودٍ وَسَالِمٍ وَمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ وَأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ

Hafsh bin Umar telah memberitahukan kepada kami, Syu’bah telah memberitahukan kepada kami, dari Amru, dari Ibrahim, dari Masruq, suatu ketika Abdullah bin Amru menyebut nama Abdullah bin Mas’ud, maka dia berkata, “Aku selalu mencintainya; karena aku mendengar Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Ambillah (belajarlah) Al-Quran dari empat orang; dari Abdullah bin Mas’ud, Salim, Mu’adz, dan Ubay bin Ka’ab.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Syarah Hadits

Jumlah mereka ada empat. Ini menunjukkan bahwa mereka adalah para penghafal Al-Quran, karena Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ambillah (belajarlah) Al-Quran dari empat orang.”

Sabda ini mengandung pengertian: Ambillah keseluruhan Al-Quran dari mereka. Adapun Salim adalah pelayan Abu Hudzaifah.

Apa yang tertera dalam hadits ini terkait dengan bacaan dalam mushaf Utsmani. Adapun bacaan Ibnu Mas’ud yang berbeda dengan mushaf Utsmani maka ulama sepakat menyatakan itu syadz (asing).

حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا اْلأَعْمَشُ حَدَّثَنَا شَقِيقُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ خَطَبَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْعُودٍ فَقَالَ وَاللهِ لَقَدْ أَخَذْتُ مِنْ فِي رَسُوْل اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِضْعًا وَسَبْعِينَ سُورَةً وَاللهِ لَقَدْ عَلِمَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنِّي مِنْ أَعْلَمِهِمْ بِكِتَابِ اللهِ وَمَا أَنَا بِخَيْرِهِمْ قَالَ شَقِيقٌ فَجَلَسْتُ فِي الْحِلَقِ أَسْمَعُ مَا يَقُولُونَ فَمَا سَمِعْتُ رَادًّا يَقُولُ غَيْرَ ذَلِكَ

Baca :   Ikhlas (3)

Umar bin Hafsh telah memberitahukan kepada kami, ayahku telah memberitahukan kepada kami, Al-A’masy telah memberitahukan kepadaku, Syaqiq bin Salamah telah memberitahukan kepada kami, ia berkata, Abdullah bin Mas’ud menceramahi kami, dia berkata, “Demi Allah, sungguh aku telah mengambil Al-Quran langsung dari mulut Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sekitar tujuh puluh surat lebih. Demi Allah, sesungguhnya para shahabat Nabi telah mengetahui bahwa aku termasuk yang paling mengerti Kitabullah, tetapi aku bukanlah yang terbaik dari mereka.” Syaqiq berkata, “Maka aku duduk di tengah-tengah forum mendengarkan apa perkataan mereka (terkait pernyataan Ibnu Mas’ud tadi), dan aku tidak mendengar seorang pun yang menyanggah hal tersebut.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Syarah Hadits

Pernyataan Ibnu Mas’ud, “Aku termasuk yang paling mengerti Kitabullah, tetapi aku bukanlah yang terbaik dari mereka” merupakan pernyataan yang baik, karena andaikata beliau yang paling mengerti Al-Quran tentu beliau yang paling baik dari mereka semua berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari).

Pernyataan Ibnu Mas’ud, “Aku bukanlah yang paling mengerti Al-Quran” atau “Aku bukanlah yang terbaik dari mereka” karena ada orang yang lebih mengerti daripada aku dan orang yang lebih baik daripada aku, sebab orang-orang yang mengambil Al-Quran secara keseluruhan dari mulut Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, bukan hanya beberapa surat saja (seperti Ibnu Mas’ud) tentu lebih baik daripada orang yang hanya mengambil sebagian Al-Quran.

Perkataannya, Syaqiq berkata, “Maka aku duduk di tengah-tengah forum mendengarkan apa perkataan mereka (terkait pernyataan Ibnu Mas’ud tadi).”

Menjadi dalil kebolehan seseorang mengendus berita, meneliti, dan menganalisa apakah ada orang yang berbeda pandangan atau tidak? Pada forum itu dan forum-forum lainnya yang tersebar di Kufah tidak ditemukan seorangpun yang menyangsikan klaim Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu tersebut.

(Syarah Shahih Al-Bukhari)


Tentang Bani Sulaiman

Lihat Juga

Jangan Sampai Al-Quran Yang Tidak Lengkap Beredar, MUI Temukan Al-Quran Tidak Lengkap Di Toko Buku

serambiMINANG.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun, Jawa Timur bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama …

Tinggalkan Balasan