Beranda / Belajar Islam / Pengumpulan Al-Quran

Pengumpulan Al-Quran

mushaf-alquranSerambiMINANG.com – Sebelum mushaf Al-Quran seperti yang ada di tangan kita sekarang, ada beberapa tahap pengumpulan lembaran mushaf di masa shahabat. Mari simak haditsnya berikut ini:

Musa bin Isma’il telah memberitahukan kepada kami, dari Ibrahim bin Sa’ad, Ibnu Syihab telah memberitahukan kepada kami, dari Ubaid bin As-Sabbaq, bahwa Zaid bin Tsabit Radhiyallahu Anhu berkata, Abu Bakar Radhiyallahu Anhu mengirimkan kabar pembunuhan penduduk Yamamah kepadaku, dan ternyata Umar bin Al-Khaththab ada di sampingnya. Abu Bakar berkata,

“Sesungguhnya Umar mendatangiku dan berkata, ‘Mayoritas korban perang Yamamah adalah para penghafal Al-Quran. Aku khawatir korban-korban selanjutnya di tempat-tempat lainnya juga para penghafal Al-Quran, sehingga sebagian besar Al-Quran akan ikut hilang. Untuk itu, aku mengusulkan sebaiknya anda segera memerintahkan untuk mengumpulkan Al-Quran.”

Aku balik berkata kepada Umar, “Bagaimana kita melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam?” Umar menjawab, “Demi Allah, hal ini sangat baik.” Umar senantiasa membujukku hingga Allah membuka kelapangan dadaku, dan akupun sependapat dengan Umar.

Zaid berkata, Abu Bakar berkata, “Sesungguhnya kamu (Zaid) adalah seorang pemuda yang cerdas. Kami tidak menaruh curiga sedikit pun kepadamu. Dan sungguh, kamulah yang telah menulis wahyu untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Karenanya, telusurilah Al-Quran dan kumpulkanlah.”

Zaid berkata, “Demi Allah, sekiranya mereka memerintahkanku untuk memindahkan gunung, niscaya hal itu tidaklah lebih berat daripada apa yang mereka perintahkan padaku, yakni mengumpulkan Al-Quran.”

Zaid balik berkata, “Bagaimana kalian berani melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam?” Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, hal ini sangat baik.”

Abu Bakar terus membujukku, hingga Allah membuka kelapangan dadaku, sebagaimana Abu Bakar dan Umar Radhiyallahu Anhuma.

Maka aku pun mulai menelusuri Al-Quran, mengumpulkannya dari pelepah kurma, batu-batu marmer dan dari hafalan para penghafal Al-Quran, hingga akhirnya aku menemukan bagian akhir dari surat At-Taubah hanya dimiliki oleh Abu Khuzaimah Al-Anshari, yang aku tidak menemukannya pada selainnya.

Ayat itu adalah, “Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami.” hingga akhir surat Al-Bara`ah (QS. At-Taubah: 128).

Setelah proyek pengumpulan itu selesai maka mushaf-mushaf Al-Quran itu disimpan oleh Abu Bakar hingga ia wafat. Kemudian berpindah kepada Umar semasa hidupnya, lalu berpindah lagi ke tangan Hafshah binti Umar radhiyallahu Anhuma.

Syarah Hadits

Baca :   Inilah Arti Cinta Sejati

Imam Al-Bukhari berkata, “Bab Pengumpulan (kodifikasi) Al-Quran.” Pada mulanya Al-Quran itu terserak di kalangan para shahabat; seorang shahabat ada yang hanya memiliki satu ayat, seorang lagi memiliki dua ayat, seorang lagi memiliki satu surat utuh dan orang lainnya lagi memiliki dua surat utuh.

Demikianlah keberadaan Al-Quran pada saat itu. Meski demikian, banyak juga shahabat yang memiliki Al-Quran secara lengkap dan biasa mereka baca sampai khatam.

Hal ini tidak aneh, mengingat Jibril Alaihissalam senantiasa bertadarrus Al-Quran dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam setahun sekali dalam bulan Ramadhan.

Pada tahun terakhir kehidupan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Jibril bertadarrus Al-Quran dengan beliau sebanyak dua kali. Di samping itu Al-Quran juga banyak dihafal oleh kalangan shahabat meskipun hafalan mereka tidak lengkap.

Saat Abu Bakar menjadi khalifah, Umar bin Al-Khathab mengusulkan agar diadakan kodifikasi Al-Quran, karena peperangan Yamamah banyak memakan korban para qurra’ (penghafal Al-Quran) dan tidak menutup kemungkinan semakin banyaknya qurra’ yang gugur di peperangan lainnya.

Pada saat itu, orang-orang yang menghafal Al-Quran diistilahkan dengan Qari yang bentuk jamaknya Qurra`. Umar sangat khawatir jika mereka banyak yang terbunuh maka Al-Quran juga akan hilang, sehingga ia mengusulkan hendaknya Al-Quran itu dibukukan dan disimpan oleh khalifah.

Ia berharap banyak agar Abu Bakar memrakarsai itu, tetapi Abu Bakar mendiamkannya karena hal itu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Pada hakikatnya, meskipun hal itu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, tetapi Allah telah mengisyaratkannya.

Pada saat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam masih hidup hal ini belum dibutuhkan, tetapi setelah beliau tiada maka hal itu sangat mendesak untuk diwujudkan. Isyarat dari Allah itu ada dalam firman-Nya yang berbunyi,

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)

(Syarah Shahih Al-Bukhari)


Tentang Bani Sulaiman

Lihat Juga

Menanggapi Tulisan Berjudul Warisan (Afi Nihaya Faradisa). Andri : Ini hanya paranoid belaka!

Tulisan yang berjudul “warisan” yang ditulis oleh Afi Nihaya Faradisa di akun facebooknya menuai pro …

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: